bukamata.id – Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Haji Sahroni (70) beserta empat anggota keluarganya. Kabar terbaru itu disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Saya sampaikan bahwa pertama saya mengucapkan terimakasih pada pak Kapolda Jabar, Direskrimum Polda Jabar dan seluruh jajaran, Kapolres Indramayu dan Satreskrim Polres Indramayu atas pengungkapan pembunuh keluarga Sahroni,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram resminya @dedimulyadi71, Senin (9/8/2025).
“Hari ini dilakukan penangkapan dan pemeriksaan semoga pelaku pembunuhan mendapat hukuman yang setimpal dari perbuatan yang dia lakukan,” tambahnya.
Konfirmasi dari Kepolisian
Kabar penangkapan itu juga dibenarkan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Kurniawan.
“Informasi dari Kapolres Indramayu, AKBP Fajar bahwa untuk tersangka sudah kita amankan,” kata Hendra di Mapolda Jabar, Senin (8/9/2025).
Hendra menjelaskan, pelaku ditangkap berdasarkan hasil penyidikan dan penyelidikan tim gabungan Polres Indramayu dan Polda Jabar.
“Kita tetap profesional, kedepankan investigasi, SOP juga kita kedepankan dan tentu saja ada banyak kerjasama yang kita lakukan bersama dengan Inafis dan Puslabfor mendukung bersama,” ujarnya.
Meski begitu, ia belum dapat menyampaikan detail terkait identitas pelaku, jumlah tersangka, maupun motif pembunuhan.
“Dalam kejadian pembunuhan yang terjadi di Indramayu dan mengakibatkan 5 orang keluarga itu meninggal dunia. Jadi kami intinya sudah membenarkan (penangkapan),” ungkapnya.
Menurut Hendra, informasi lebih rinci akan diumumkan dalam rilis resmi. “Rencana Pak Kapolda berkenan untuk besok kita rilis ya dan nanti lebih lengkapnya besok kita sampaikan,” pungkasnya.
Kronologi Penemuan Korban
Tragedi ini bermula ketika Haji Sahroni bersama anak, menantu, dan dua cucunya ditemukan terkubur di bawah pohon nangka di belakang rumah mereka di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, pada Senin 1 September 2025.
Identitas korban selain Haji Sahroni adalah Budi (43), Euis (37), Ratu (7), dan seorang bayi berusia sekitar delapan bulan.
Seorang tetangga, Sohib (42), mengaku mengenal keluarga Sahroni sebagai pribadi yang tertutup.
“Dari masyarakat sekitar juga kalau melihat cuma hanya lewat dari samping naik motor ke masjid, seperti salat Zuhur atau Asar ke masjid,” ujar Sohib.
Harapan Keluarga Korban
Keluarga berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini. “Saya keponakan korban. Semoga kasus ini bisa terungkap dan pelaku bisa diamankan serta dihukum seberat-beratnya. Kami serahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian dan percaya penyidik mampu mengungkap kasus tersebut,” kata Niko Hadimulya, keponakan Haji Sahroni, saat pemakaman, Rabu (3/9/2025).
Menurut Niko, tidak ada persoalan pribadi maupun konflik yang diketahui menimpa almarhum.
“Tidak pernah terdengar ada masalah. Korban hanya pernah cerita soal ajakan berbisnis, karena memang punya usaha sarang walet di rumahnya,” ucapnya.
Diketahui, setelah pensiun, Haji Sahroni mengelola usaha sarang burung walet, sementara anaknya Budi sempat bekerja di bank sebelum membuka toko grosir bersama sang istri.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










