Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?

Selasa, 17 Maret 2026 05:00 WIB
Video Viral Ukhti Mukena Pink

Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor

Selasa, 17 Maret 2026 04:00 WIB

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
  • Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur
  • Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh
  • Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu
  • Jagat Maya Geger! Video Kebaya Hitam Viral di TikTok, Netizen Buru Versi Tanpa Sensor
  • Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Pemerkosaan di RSHS Mandek? Ini Kata Polda Jabar

By SusanaKamis, 10 Juli 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter residen (PPDS) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Berkas perkara doktor Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi FK Unpad, Priguna Anugrah Pratama, atas kasus dugaan pemerkosaan pasien di RSHS Bandung, belum dinyatakan lengkap (P21). Berkas masih bolak-balik antara Polda Jabar dan Kejati Jabar.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar menyerahkan dokumen tersebut ke Kejati pada 10 Juni 2025. Namun, Kejati mengembalikan berkas ke penyidik untuk dilengkapi melalui surat P19.

“Proses penyidikan sudah tuntas. Namun jaksa meminta keterangan saksi tambahan. Kami sudah melengkapi dan menyerahkan kembali sekitar dua minggu lalu,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kamis (10/7/2025).

Masalah seputar kelengkapan saksi ini kini masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari jaksa. Proses penyidikan dikonfirmasi tidak berhenti, meski sedang menunggu koordinasi dan konfirmasi Kejati Jabar.

Baca Juga:  Pegi Setiawan Bebas, Kuasa Hukum Bakal Tuntut Ganti Rugi Miliaran Rupiah ke Polda Jabar

Modus Transfusi Darah, 4 Korban Terungkap

Kasus ini terungkap setelah satu korban melapor. Priguna diduga menggunakan modus transfusi darah sebagai cara memperdaya pasien dan meracuni dengan obat bius di ruang 711 Gedung MCHC RSHS Bandung, lantai 7.

Baca Juga:  Polda Jabar akan Gelar Rekonstruksi Kasus Pemerkosaan di RSHS Bandung

Penyelidikan menemukan minimal empat korban, pasien dan anggota keluarga pasien. Pelaku ditangkap di sebuah apartemen di Bandung.

DNA Match dan Barang Bukti Kuat

Menurut tim Pusdokkes Mabes Polri, DNA sperma yang ditemukan di kondom dan di tiga tempat tidur (bed 2, 3, 4, ruang 711) cocok dengan profil DNA Priguna.

“Dari hasil DNA, bisa dipastikan pelaku hanya satu orang, tidak ada DNA pria lain,” ujar Kombes Pol Surawan.

Baca Juga:  Usai Dibuang di Banjar, Barang Branded Indriana Dijual Tersangka hingga Raup Rp68 Juta

Hasil toksikologi dari uji laboratorium terhadap darah korban saat ini masih dalam proses. Polda Jabar menyatakan akan merilis hasil lengkap dari Puslabfor setelah terverifikas

Tunggu Status P21 dan Agenda Sidang

Setelah berkas dinyatakan lengkap (P21), Kejati Jabar akan menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengajukan dakwaan. Dengan itu, kasus ini akan dilanjutkan ke meja hijau.

Polda Jabar memastikan proses hukum berjalan transparan, tegas, dan tidak pandang bulu, terlepas dari latar belakang pelaku sebagai tenaga medis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dokter cabul P21 pemerkosaan pasien Polda Jabar RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.