Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekadar Nama Jalan! Deretan Jalan di Bandung Ini Jadi Surga Kuliner dan Wisata Urban

Senin, 15 Juni 2026 03:00 WIB

Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?

Senin, 15 Juni 2026 01:00 WIB

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekadar Nama Jalan! Deretan Jalan di Bandung Ini Jadi Surga Kuliner dan Wisata Urban
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 15 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KDM Tegaskan Investasi Harus Selaras dengan Tata Ruang dan Karakter Sunda

By Putra JuangJumat, 14 November 2025 14:40 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seluruh investasi di Jawa Barat harus selaras dengan penataan ruang yang berkarakter budaya Sunda.

Menurutnya, tata ruang yang mencerminkan identitas lokal menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan KDM saat membuka The 7th West Java Investment Summit (WJIS) 2025 bertema “Strengthening Regional Resilience through Green Industry, SMART Investment and Inclusive Growth” di Hotel Pullman Bandung, Jumat (14/11/2025).

Menurut KDM, Jawa Barat memiliki tanah yang subur serta lanskap alam yang indah. Dengan potensi tersebut, setiap rencana investasi harus selaras dengan penataan ruang, lingkungan, dan arsitektur yang mencerminkan karakter budaya Padjajaran Sunda.

“Jabar itu tanahnya subur, alamnya indah. Karena itu setiap desain investasi, baik kawasan industri, perdagangan, maupun perumahan, harus dibarengi dengan penataan ruang dan lingkungan yang memadai, dengan arsitektur berciri khas Padjajaran Sunda,” ujarnya.

Baca Juga:  Proyek Flyover Nurtanio Mandek, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Penjelasan dari Kementerian PUPR

KDM menambahkan, ekosistem industri tidak dapat berdiri sendiri. Industri memerlukan dukungan lingkungan sosial dan pariwisata agar nilai tambah ekonomi dapat tumbuh secara optimal.

“Lingkungan pabrik, sekolah, perkantoran, hingga jaringan jalan harus menjadi bagian dari kawasan wisata. Dengan begitu, ruang ekonomi tersebut memiliki daya hidup dan daya tarik,” katanya.

KDM juga menyoroti masih rendahnya belanja lokal tenaga kerja asing di kawasan industri Jawa Barat. Akibatnya, perputaran ekonomi yang seharusnya terjadi di daerah justru keluar dari wilayah.

“Jika industri berkembang di Jawa Barat tapi aktivitas konsumtif para pekerja asing dilakukan di luar daerah, maka yang dirugikan adalah perekonomian lokal. Nilai tambahnya tidak tinggal di masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong terbentuknya inner circle economy yang mengoptimalkan hilirisasi dan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri.

Gubernur KDM menegaskan pentingnya konektivitas lintas sektor antara perangkat daerah, mulai dari perizinan, sumber daya manusia, pekerjaan umum, hingga para pelaku usaha. Ia menilai birokrasi yang disiplin akan menciptakan kepatuhan pelaku usaha secara alamiah.

Baca Juga:  Orang Tua Diminta Waspada, Jabar Masuk Provinsi dengan Anak Terpapar Radikalisme Tertinggi Kedua di Indonesia

“Pelaku usaha akan patuh ketika birokrasi tidak membuka ruang untuk ketidakpatuhan. Jika setiap perangkat daerah bekerja disiplin dan terintegrasi, maka ekosistem investasi akan tumbuh sehat,” tegasnya.

KDM menyampaikan dalam sembilan bulan terakhir, sejumlah indikator tata ruang dan ketertiban publik di Jawa Barat menunjukkan tren perbaikan yang konsisten.

“Dalam waktu tidak terlalu lama–sembilan bulan–kita bisa melihat perubahan signifikan pada ketertiban jalan raya, keramaian, dan berbagai ketidakteraturan lainnya. Sekarang kondisinya semakin baik dan tertata,” ujarnya.

Gubernur KDM juga menggarisbawahi pentingnya kebijakan berbasis data, riset akademik, dan pertimbangan sosial. Tanpa analisis rasional, kebijakan publik tidak akan bertahan di tengah dinamika masyarakat.

Ia mencontohkan kebijakan pembatasan study tour yang sempat dikritik, namun tidak berdampak pada penurunan jumlah wisatawan.

“Data BPS menunjukkan bahwa lima tahun terakhir jumlah wisatawan tertinggi di Jawa Barat justru terjadi saat ini. Pada akhirnya, masyarakat kembali pada kebijakan yang rasional,” jelasnya.

Baca Juga:  KDM Instruksikan ASN Jabar Maksimalkan Kinerja di Sisa 2025

KDM menegaskan bahwa Jawa Barat tetap terbuka terhadap investasi, namun harus selektif demi keberlanjutan ekosistem dan keamanan publik.

“Daerah yang terlalu longgar tidak akan maju. Investasi harus diseleksi, hanya yang memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan yang akan diterima. Kita boleh mengundang investasi, tetapi tidak boleh menjual diri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa selektivitas justru akan meningkatkan kepercayaan investor, sebagaimana yang diterapkan di negara-negara dengan standar keamanan tinggi seperti Singapura dan Amerika Serikat.

“Semakin ketat seleksi yang kita terapkan, semakin besar peluang menarik investor yang berkualitas,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gubernur KDM mengajak seluruh pemangku kepentingan–baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha–untuk memperkuat kolaborasi guna mewujudkan Jawa Barat sebagai provinsi yang maju, tertata, dan berdaya saing tinggi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi investasi KDM Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.