Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KDM Tegaskan Investasi Harus Selaras dengan Tata Ruang dan Karakter Sunda

By Putra JuangJumat, 14 November 2025 14:40 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seluruh investasi di Jawa Barat harus selaras dengan penataan ruang yang berkarakter budaya Sunda.

Menurutnya, tata ruang yang mencerminkan identitas lokal menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan KDM saat membuka The 7th West Java Investment Summit (WJIS) 2025 bertema “Strengthening Regional Resilience through Green Industry, SMART Investment and Inclusive Growth” di Hotel Pullman Bandung, Jumat (14/11/2025).

Menurut KDM, Jawa Barat memiliki tanah yang subur serta lanskap alam yang indah. Dengan potensi tersebut, setiap rencana investasi harus selaras dengan penataan ruang, lingkungan, dan arsitektur yang mencerminkan karakter budaya Padjajaran Sunda.

“Jabar itu tanahnya subur, alamnya indah. Karena itu setiap desain investasi, baik kawasan industri, perdagangan, maupun perumahan, harus dibarengi dengan penataan ruang dan lingkungan yang memadai, dengan arsitektur berciri khas Padjajaran Sunda,” ujarnya.

Baca Juga:  Bertemu Elon Musk, Jokowi Minta Kembangkan Investasi SpaceX hingga Tesla di Indonesia

KDM menambahkan, ekosistem industri tidak dapat berdiri sendiri. Industri memerlukan dukungan lingkungan sosial dan pariwisata agar nilai tambah ekonomi dapat tumbuh secara optimal.

“Lingkungan pabrik, sekolah, perkantoran, hingga jaringan jalan harus menjadi bagian dari kawasan wisata. Dengan begitu, ruang ekonomi tersebut memiliki daya hidup dan daya tarik,” katanya.

KDM juga menyoroti masih rendahnya belanja lokal tenaga kerja asing di kawasan industri Jawa Barat. Akibatnya, perputaran ekonomi yang seharusnya terjadi di daerah justru keluar dari wilayah.

“Jika industri berkembang di Jawa Barat tapi aktivitas konsumtif para pekerja asing dilakukan di luar daerah, maka yang dirugikan adalah perekonomian lokal. Nilai tambahnya tidak tinggal di masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong terbentuknya inner circle economy yang mengoptimalkan hilirisasi dan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri.

Gubernur KDM menegaskan pentingnya konektivitas lintas sektor antara perangkat daerah, mulai dari perizinan, sumber daya manusia, pekerjaan umum, hingga para pelaku usaha. Ia menilai birokrasi yang disiplin akan menciptakan kepatuhan pelaku usaha secara alamiah.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Kejujuran dan Integritas dalam Diri Pengurus Koperasi

“Pelaku usaha akan patuh ketika birokrasi tidak membuka ruang untuk ketidakpatuhan. Jika setiap perangkat daerah bekerja disiplin dan terintegrasi, maka ekosistem investasi akan tumbuh sehat,” tegasnya.

KDM menyampaikan dalam sembilan bulan terakhir, sejumlah indikator tata ruang dan ketertiban publik di Jawa Barat menunjukkan tren perbaikan yang konsisten.

“Dalam waktu tidak terlalu lama–sembilan bulan–kita bisa melihat perubahan signifikan pada ketertiban jalan raya, keramaian, dan berbagai ketidakteraturan lainnya. Sekarang kondisinya semakin baik dan tertata,” ujarnya.

Gubernur KDM juga menggarisbawahi pentingnya kebijakan berbasis data, riset akademik, dan pertimbangan sosial. Tanpa analisis rasional, kebijakan publik tidak akan bertahan di tengah dinamika masyarakat.

Ia mencontohkan kebijakan pembatasan study tour yang sempat dikritik, namun tidak berdampak pada penurunan jumlah wisatawan.

“Data BPS menunjukkan bahwa lima tahun terakhir jumlah wisatawan tertinggi di Jawa Barat justru terjadi saat ini. Pada akhirnya, masyarakat kembali pada kebijakan yang rasional,” jelasnya.

Baca Juga:  Alasan Mendesak! Hanya Satu Kepala Daerah yang Direstui KDM ke Luar Negeri

KDM menegaskan bahwa Jawa Barat tetap terbuka terhadap investasi, namun harus selektif demi keberlanjutan ekosistem dan keamanan publik.

“Daerah yang terlalu longgar tidak akan maju. Investasi harus diseleksi, hanya yang memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan yang akan diterima. Kita boleh mengundang investasi, tetapi tidak boleh menjual diri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa selektivitas justru akan meningkatkan kepercayaan investor, sebagaimana yang diterapkan di negara-negara dengan standar keamanan tinggi seperti Singapura dan Amerika Serikat.

“Semakin ketat seleksi yang kita terapkan, semakin besar peluang menarik investor yang berkualitas,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gubernur KDM mengajak seluruh pemangku kepentingan–baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha–untuk memperkuat kolaborasi guna mewujudkan Jawa Barat sebagai provinsi yang maju, tertata, dan berdaya saing tinggi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi investasi KDM Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.