bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat serta pemangku kepentingan di Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan pada akhir Oktober hingga awal November 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca sepekan BMKG, Jawa Barat termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan. Potensi tersebut diperkirakan terjadi dalam dua periode, yakni 30 Oktober–1 November 2026 dan 2–5 November 2026.
Penyebab Hujan di Jawa Barat
Peningkatan potensi hujan di wilayah barat dan selatan Indonesia, termasuk Jawa Barat, dipicu kombinasi sejumlah fenomena atmosfer regional.
BMKG mencatat adanya penjalaran gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan konvergensi massa udara serta labilitas atmosfer yang cukup kuat. Kondisi tersebut mendorong pembentukan awan hujan.
Selain MJO, kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna turut membentuk zona perlambatan dan pertemuan angin. Situasi ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Terjadi di Tengah Musim Kemarau
Fenomena hujan ini terjadi saat sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi suhu udara tinggi dan kondisi kering akibat pengaruh El Nino kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Meski musim kemarau masih berlangsung, BMKG mengingatkan bahwa hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Potensi Risiko yang Perlu Diwaspadai
BMKG mengimbau masyarakat di Jawa Barat mewaspadai sejumlah potensi risiko berikut:
- Sambaran petir dan angin kencang saat terjadi hujan konvektif.
- Genangan air di kawasan permukiman maupun ruas jalan.
- Longsor di wilayah lereng dan perbukitan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











