Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Jumat, 30 Oktober 2026 11:23 WIB

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Jumat, 30 Oktober 2026 11:12 WIB

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Jumat, 30 Oktober 2026 10:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
  • Harga Emas Antam Anjlok Lagi! Hari Ini Dibanderol Rp 2.546.000 per Gram
  • Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar
  • Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

By Mulki AlbarJumat, 30 Oktober 2026 10:45 WIB3 Mins Read
Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. (Foto: Ilustrasi/Jabarprov)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M, Jakarta Selatan, hingga Kota Bandung menuai kritik dari pengamat transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono. Ia menilai rencana tersebut tidak akan efektif karena pilihan transportasi Jakarta-Bandung saat ini sudah cukup beragam.

Wacana tersebut mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan gurauan mengenai kemungkinan layanan Transjabodetabek menjangkau Bandung. Gagasan itu kemudian menjadi perhatian di tengah pengembangan transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya.

Sony mengatakan, masyarakat yang bepergian antara Jakarta dan Bandung sudah memiliki sejumlah pilihan, mulai dari bus, kereta cepat Whoosh, hingga travel. Menurutnya, penambahan layanan baru justru berpotensi membuat operasional transportasi tidak efektif.

“Kenapa harus tambah-tambah gitu. Nggak akan efektif, itu yang pertama. Yang kedua juga, kan titik Bandung dan Jakarta itu banyak, nggak bisa dilayani semuanya,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).

Dari sisi perizinan, Sony menjelaskan, layanan transportasi yang melintasi Jakarta dan Bandung tidak lagi sekadar menyangkut kewenangan pemerintah daerah. Sebab, operasional transportasi antarkota antarprovinsi berada dalam lingkup kewenangan pemerintah pusat sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menilai, karakter layanan transportasi di dalam Jakarta berbeda dengan layanan yang menjangkau wilayah Jabodetabek maupun kota di provinsi lain. Karena itu, rencana perluasan rute Transjabodetabek hingga Bandung perlu mempertimbangkan aspek perizinan dan kebutuhan penumpang.

Sony bahkan mempertanyakan alasan perluasan layanan tersebut hanya diarahkan ke Bandung, sementara masih banyak wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang membutuhkan peningkatan akses transportasi umum.

“Kenapa nggak sekalian saja Jakarta-Surabaya atau Jakarta-Lampung. Sebenarnya, yang bagus itu kan kemarin itu Gubernur Jakarta sudah mau merancang bus air ya, melayani 10 ribu kawasan, itu sudah sangat bagus, kenapa nggak fokus saja ke situ,” kata Sony.

Menurutnya, layanan transportasi Jakarta-Bandung yang sudah tersedia saat ini masih mampu menjadi pilihan bagi masyarakat. Jika Transjabodetabek ikut melayani rute tersebut, ia khawatir perluasan layanan justru tidak didasarkan pada kebutuhan yang mendesak.

Sony menyebut, layanan travel Jakarta-Bandung saja telah memiliki banyak operator dengan titik keberangkatan dan tujuan yang tersebar di kedua kota.

“Karena sudah banyak yang melayani Jakarta-Bandung, travel itu sudah hampir sekitar 30-an. Dengan banyak titik di Jakarta dan di Bandung, buat apa ditambah,” ucapnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat di wilayah perbatasan Jakarta yang belum terlayani transportasi umum secara optimal. Karena itu, menurutnya, peningkatan akses bagi warga Jabodetabek seharusnya menjadi prioritas dibandingkan memperluas layanan ke Bandung.

Sony menyarankan agar Transjabodetabek tetap berfokus pada kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek. Jika ingin memperluas jangkauan, ia menilai wilayah Kepulauan Seribu juga berpotensi dikembangkan.

“Masih banyak hal-hal yang harus perbaiki. Gak usah cari-cari layanan ke tempat lain lah. Fokus saja itu, kalaupun ingin mengembangkan, ya Pulau Seribu karena sangat berpotensi, biar masyarakat di sana merasa bahagia,” katanya.

Warga Bandung Nilai Transportasi yang Ada Sudah Cukup

Pandangan serupa disampaikan sejumlah warga Kota Bandung. Mereka menilai pilihan transportasi untuk perjalanan Bandung-Jakarta maupun sebaliknya saat ini sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hendro Susilo (40), warga Tegallega, mengaku lebih memilih menggunakan travel karena sudah terbiasa dengan layanan tersebut dan merasa nyaman selama perjalanan.

“Buat apa ada layanan itu? Transportasi umum rute Jakarta-Bandung maupun sebaliknya sudah banyak. Saya mending naik travel karena sudah terbiasa dan nyaman,” ujar Hendro.

Menurutnya, kemudahan akses dan beragamnya pilihan transportasi saat ini membuat layanan tambahan belum menjadi kebutuhan mendesak.

“Sejauh ini masih cukup dan mudah mencari transportasi Jakarta-Bandung. Jadi kalau saya enggak perlu ada tambahan lagi,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Ibenk (42), mengaku baru mengetahui wacana layanan Transjabodetabek hingga Bandung. Meski mempertanyakan urgensi penambahan layanan tersebut, ia memilih menunggu perkembangan rencana itu lebih lanjut.

“Baru tahu, tapi kalau emang ada buat apa juga, kalau mau ke Jakarta dari Bandung sudah banyak pilihan transportasi. Tapi kita tunggu saja nantinya seperti apa,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Blok M Bandung pengamat transportasi ITB Sony Sulaksono Transjabodetabek Transjabodetabek Blok M Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.