Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Jumat, 30 Oktober 2026 10:45 WIB

Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya

Jumat, 30 Oktober 2026 10:22 WIB

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Jumat, 30 Oktober 2026 10:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
  • Harga Emas Antam Anjlok Lagi! Hari Ini Dibanderol Rp 2.546.000 per Gram
  • Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar
  • Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet
  • Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

By Mulki AlbarJumat, 30 Oktober 2026 10:00 WIB2 Mins Read
BRT Bandung Raya. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M, Jakarta Selatan, hingga Kota Bandung, Jawa Barat, mulai mencuat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menilai rencana tersebut membutuhkan koordinasi lintas provinsi dan kajian lebih lanjut sebelum direalisasikan.

Wacana ini muncul setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan gurauan mengenai kemungkinan layanan transportasi tersebut. Gagasan itu kemudian menarik perhatian di tengah pengembangan transportasi publik yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah sekitarnya.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan, rencana tersebut melibatkan kewenangan pemerintah lintas provinsi, yakni Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat.

“Itu berarti provinsi dengan provinsi, harus Jakarta dengan provinsi lagi. Sama seperti di kita di Kota Bandung kan Bandung Raya ada Metro Jabar Trans,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).

Menurut Rasdian, pengembangan transportasi di kawasan Bandung Raya juga membutuhkan koordinasi dengan daerah penyangga, seperti Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung.

Karena itu, ia menilai wacana rute Jakarta-Bandung perlu dibahas bersama pemerintah provinsi untuk memastikan skema layanan dan kewenangan yang akan digunakan.

“Jadi itu memang harus ada koordinasi lintas provinsi ya. Ada kewenangannya, nanti coba konfirmasi ke provinsi karena belum pembahasan,” katanya.

Rasdian mengaku belum mengetahui apakah rencana layanan Transjabodetabek hingga Bandung sudah masuk tahap pembahasan atau masih sebatas gagasan.

Ia menjelaskan, kewenangan perizinan transportasi juga bergantung pada jenis layanan yang digunakan. Angkutan dalam trayek, seperti angkutan kota, berada dalam lingkup kewenangan pemerintah kota, sedangkan sejumlah angkutan tidak dalam trayek menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Ya saya juga belum tahu, ini kan harus ada kajiannya seperti travel juga kan izinnya di provinsi,” ucapnya.

“Yang tidak dalam trayek kan travel itu, kalau angkot ya di Kota Bandung. Kalau tidak dalam trayek, travel, taksi, dan transportasi online, itu kewenangannya di provinsi,” lanjut Rasdian.

Dengan demikian, realisasi layanan transportasi langsung Jakarta-Bandung perlu mempertimbangkan bentuk operasional, perizinan, serta koordinasi antara pemerintah provinsi terkait.

“Jadi memang harus ada di provinsi, provinsi dengan provinsi gitu. Coba konfirmasi ke provinsi, apakah sudah ada pembahasan atau baru wacana,” ujarnya.

Wacana tersebut perlu dibedakan dari proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang dikembangkan untuk menghubungkan kawasan aglomerasi Cekungan Bandung. Sementara BRT Bandung Raya berfokus pada mobilitas antardaerah di sekitar Bandung, gagasan rute Blok M-Bandung mengarah pada layanan transportasi langsung lintas provinsi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.