bukamata.id – Kasus kematian tragis bocah berinisial NS (13) alias Nizam di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, kini semakin memanas. Ibu kandung almarhum, Lisnawati, secara resmi melaporkan mantan suaminya, AS, ke Polres Sukabumi pada Selasa, 24 Februari 2026.
Didampingi kuasa hukum Krisna Murti dan Mira Widyawati, Lisnawati menuduh AS lalai dan membiarkan anaknya meninggal dunia. Kuasa hukum mengungkap bukti percakapan chat yang menghebohkan pada 17 Februari 2026, dua hari sebelum Nizam meninggal. Dalam chat, AS menyebut Nizam sakit paru-paru dan menolak membawa anaknya ke rumah sakit.
“Klien kami tanya, ‘Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?’. Dijawab, ‘Ya biarkan saja, kalau dia meninggal tinggal dikuburkan di pemakaman keluarga’. Ini sangat menyayat hati,” jelas Mira Widyawati di Mapolres Sukabumi.
Krisna Murti menambahkan, alasan AS tidak membawa Nizam ke rumah sakit karena kesibukan, bahkan meminta Lisnawati untuk “mengikhlaskan” bila terjadi hal buruk pada anaknya.
Dugaan Pembunuhan oleh Ibu Tiri
Selain ayah kandung, tim kuasa hukum juga melaporkan ibu tiri Nizam, TR, atas dugaan pembunuhan berencana. Sementara AS dilaporkan terkait kelalaian, pembiaran, dan penelantaran anak sesuai Pasal 76B juncto Pasal 77B.
Trauma Kekerasan dan 4 Tahun Terpisah
Lisnawati tidak bertemu Nizam selama empat tahun karena trauma akibat KDRT dari AS. Saat masih hamil, Lisnawati mengalami kekerasan berat, termasuk rambut dipotong dengan golok. AS juga menghalangi pertemuan antara ibu dan anak, bahkan membohongi Nizam dengan menyatakan ibunya sudah meninggal.
Kondisi Korban yang Kontras
Pihak kuasa hukum menekankan perbedaan kondisi Nizam saat bersama ibu kandung dan ayahnya. Hingga usia tujuh tahun, Nizam sehat dan bahagia bersama Lisnawati. Namun, kondisi itu berbalik saat diasuh AS, hingga akhirnya ditemukan meninggal dengan luka trauma di tubuhnya.
Polisi telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan memeriksa setidaknya 16 saksi, menjadikan kasus Nizam sebagai salah satu yang paling menyedihkan dan memicu perhatian publik di Sukabumi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











