Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prediksi Persib vs Madura United: Misi Maung Bandung Amankan Takhta di GBLA

Rabu, 25 Februari 2026 14:17 WIB

Fenomena Langit Ramadan: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Akan Ubah Langit Jadi Merah Gelap

Rabu, 25 Februari 2026 14:02 WIB

Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

Rabu, 25 Februari 2026 12:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Persib vs Madura United: Misi Maung Bandung Amankan Takhta di GBLA
  • Fenomena Langit Ramadan: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Akan Ubah Langit Jadi Merah Gelap
  • Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami
  • Siap-siap Pulang Kampung! Cek Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026: Cara Daftar dan Jadwal Lengkap
  • Rekor Gila Persib Musim Ini: 33 Poin Sempurna di Rumah Sendiri
  • THR ASN dan Swasta 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Besaran, dan Aturannya
  • Persis Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, BGN Sebut Mitra Strategis Terbaik
  • Prediksi Heboh! Al-Najma vs Al-Nassr: Ronaldo dan Felix Siap Bantai Tuan Rumah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 25 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

By SusanaRabu, 25 Februari 2026 12:34 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kematian tragis bocah berinisial NS (13) alias Nizam di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, kini semakin memanas. Ibu kandung almarhum, Lisnawati, secara resmi melaporkan mantan suaminya, AS, ke Polres Sukabumi pada Selasa, 24 Februari 2026.

Didampingi kuasa hukum Krisna Murti dan Mira Widyawati, Lisnawati menuduh AS lalai dan membiarkan anaknya meninggal dunia. Kuasa hukum mengungkap bukti percakapan chat yang menghebohkan pada 17 Februari 2026, dua hari sebelum Nizam meninggal. Dalam chat, AS menyebut Nizam sakit paru-paru dan menolak membawa anaknya ke rumah sakit.

“Klien kami tanya, ‘Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?’. Dijawab, ‘Ya biarkan saja, kalau dia meninggal tinggal dikuburkan di pemakaman keluarga’. Ini sangat menyayat hati,” jelas Mira Widyawati di Mapolres Sukabumi.

Krisna Murti menambahkan, alasan AS tidak membawa Nizam ke rumah sakit karena kesibukan, bahkan meminta Lisnawati untuk “mengikhlaskan” bila terjadi hal buruk pada anaknya.

Baca Juga:  Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Dugaan Pembunuhan oleh Ibu Tiri

Selain ayah kandung, tim kuasa hukum juga melaporkan ibu tiri Nizam, TR, atas dugaan pembunuhan berencana. Sementara AS dilaporkan terkait kelalaian, pembiaran, dan penelantaran anak sesuai Pasal 76B juncto Pasal 77B.

Baca Juga:  Pria di Sukabumi Diduga Cabuli Anak Kandung dengan Iming-iming Uang

Trauma Kekerasan dan 4 Tahun Terpisah

Lisnawati tidak bertemu Nizam selama empat tahun karena trauma akibat KDRT dari AS. Saat masih hamil, Lisnawati mengalami kekerasan berat, termasuk rambut dipotong dengan golok. AS juga menghalangi pertemuan antara ibu dan anak, bahkan membohongi Nizam dengan menyatakan ibunya sudah meninggal.

Baca Juga:  Pria di Sukabumi Diduga Cabuli Anak Kandung dengan Iming-iming Uang

Kondisi Korban yang Kontras

Pihak kuasa hukum menekankan perbedaan kondisi Nizam saat bersama ibu kandung dan ayahnya. Hingga usia tujuh tahun, Nizam sehat dan bahagia bersama Lisnawati. Namun, kondisi itu berbalik saat diasuh AS, hingga akhirnya ditemukan meninggal dengan luka trauma di tubuhnya.

Polisi telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan memeriksa setidaknya 16 saksi, menjadikan kasus Nizam sebagai salah satu yang paling menyedihkan dan memicu perhatian publik di Sukabumi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kasus anak Sukabumi kasus bocah meninggal Sukabumi kelalaian ayah Nizam 13 tahun pembunuhan ibu tiri Polres Sukabumi trauma KDRT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Persis Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, BGN Sebut Mitra Strategis Terbaik

bank bjb Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon Kompetitif dan Berbasis ESG

Tak Sekadar Menabung, Ini Cara Terencana Wujudkan Impian Bersama bank bjb

bank bjb Luncurkan Giro Surplus, Solusi Optimalkan Dana Mengendap untuk Nasabah Bisnis

Gak Pake Takut! Mega Salsabillah Berani Sikat Oknum Polisi, Langsung Ditantang Kombes!

Viral! Diduga Aniaya Kekasih Selama Bertahun-tahun, Pria Asal Bandung Ini Jadi Buronan

Terpopuler
  • No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya
  • Viral Tanpa Sensor? Isu Video Teh Pucuk 17 Menit Terbongkar
  • Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?
  • Video Teh Pucuk Durasi 17 Menit Viral, Ternyata Begini Fakta di Baliknya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Masih Diburu Netizen, Awas Jebakan di Balik Narasi Viral
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.