Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November

Senin, 26 Oktober 2026 15:38 WIB
Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Senin, 26 Oktober 2026 14:53 WIB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Senin, 26 Oktober 2026 14:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
  • Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • 5 Wisata Air di Pangandaran Selain Pantai, Cocok Buat Liburan Akhir Pekan
  • BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026
  • Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari
  • Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kena Parkir Liar Rp20 Ribu di Bandung? Wali Kota Farhan: Warganya Juga Harus Tertib!

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 3 Juli 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ M Rizki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tarif parkir liar sebesar Rp20 ribu di kawasan Alun-alun Bandung mendadak viral di media sosial. Seorang warga mengeluhkan pungutan tersebut saat mengantar temannya salat Jumat ke Masjid Raya Bandung, padahal di lokasi sudah jelas terdapat rambu larangan parkir.

Video dan cerita itu dibagikan akun Instagram @windaherlinaaa, yang menyebut dirinya hanya memarkir kendaraan sekitar 30 menit. Namun tiba-tiba datang seorang juru parkir liar yang meminta uang Rp20 ribu secara paksa. Aksi itu sontak memicu kemarahan publik karena dinilai melanggar aturan dan merugikan masyarakat.

Wali Kota Farhan Angkat Bicara

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan pernyataan tegas usai Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung pada Kamis (3/7/2025).

Baca Juga:  Menanti Hasil Kajian Pusat, Pemkot Bandung Siap Terima Manfaat Optimalisasi Bandara Husein

Ia menyayangkan masih adanya warga yang percaya dan mengikuti arahan parkir dari juru parkir liar, meskipun lokasi sudah diberi rambu dilarang parkir.

“Sudah jelas melanggar, kan enggak boleh parkir di situ. Pemerintah sudah kasih rambu larangan, tapi malah lebih percaya tukang parkir liar,” ucap Farhan.

Menurutnya, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Bahkan, sudah menjadi pola yang terus berulang karena minimnya kesadaran hukum dari masyarakat pengguna jalan.

“Kalau saya jadi pengemudi, dan ada yang bilang ‘parkir di sini aja’, sementara saya lihat ada lambang P dicoret, saya enggak akan parkir. Karena saya mengerti aturan,” tambahnya.

Baca Juga:  Mewah Seperti Taksi, Angkot Listrik Bandung Siap Gantikan Konvensional? Ini Kata Farhan

Akar Masalah: Ketidakdisiplinan dan Kolusi Warga

Farhan juga menyoroti adanya ‘kerja sama diam-diam’ antara pengendara dan tukang parkir liar. Ia menilai, selama warga masih menoleransi atau bahkan menikmati kemudahan dari parkir ilegal, maka praktik seperti ini akan terus berlangsung.

“Ini sudah sering terulang, karena pengguna kendaraan malah kerja sama dengan tukang parkir liar. Kita itu sedang memberantas mereka,” tegasnya.

Wali Kota Bandung itu menegaskan bahwa dirinya tidak akan lagi berkompromi dalam menegakkan ketertiban kota.

Baca Juga:  Cegah Kriminalitas, Farhan Perketat Pendataan Kos dan Kontrakan di Bandung

“Sok, ayena mah saya moal babageran,” tutup Farhan dalam bahasa Sunda yang berarti “Sekarang saya tidak akan berkompromi lagi.”

Solusi Jangka Panjang: Penertiban dan Edukasi Publik

Parkir liar di kawasan padat seperti Alun-alun Bandung memang bukan masalah baru. Namun jika masyarakat masih bersikap permisif, sulit untuk benar-benar menuntaskan praktik ini.

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya melakukan penertiban, sekaligus mengedukasi warga agar lebih patuh pada aturan lalu lintas dan tidak tergoda solusi instan yang justru melanggar hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi

Bansos

BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026

Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari

Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.