Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!

Sabtu, 7 November 2026 08:49 WIB

Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!

Sabtu, 7 November 2026 08:01 WIB

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Sabtu, 7 November 2026 07:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Syarat Gaji UMK dan Cara Validasi Data via JMO
  • Dicari Warganet! Link Video Viral ‘Hampir 10 Menit’ Karyawan HWI Jepara, Asli atau Hoaks?
  • Bocor di TikTok dan X, Isu Video Egar dan Fina Banyuwangi Akhirnya Terbongkar!
  • Resmi dari Kemnaker! BSU 2026 Rp900 Ribu Disalurkan Lewat Himbara dan Pos
  • Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kenalkan Disleksia, Yayasan Lentera Insan Kreatif Gelar Gerakan Bhinneka di LPKA Kelas II Bandung

By SusanaRabu, 24 Juli 2024 19:05 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2024, Yayasan Lentera Insan Kreatif (Link Foundation) menggelar launching roadshow “Gerakan Bhinneka” pada Rabu (24/7/2024) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung.

Tujuan dari gerakan ini untuk memberdayakan guru melalui pelatihan literasi, dan matematika, serta Kiat Praktis Menguak Potensi Anak dengan Kesulitan Belajar Spesifik (disleksia) sehingga guru memahami perbedaan cara belajar anak dan bisa mendukung kematangan sosial emosional.

Ketua Yayasan Lentera Insan Kreatif, Laurentia Mira S.H mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan awareness terhadap ciri-ciri disleksia.

“Banyak diantara anak-anak kita yang disleksia tapi tidak terdiagnosa. Mereka masuk ke sekolah umum kemudian mereka diberi cap yang tidak tepat, karena dianggap nakal, bodoh, dianggap pembuat ulah. Jadi mereka pada akhirnya diasingkan karena terlihat bodoh, padahal mereka sebenarnya hanya butuh bantuan,” papar Laurentia, Rabu (24/7/2024).

Untuk itu, Yayasan Lentera Insan Kreatif bekerjasama dengan United NoticeAbility Dyslexia Network  untuk mensosialisasikan tentang disleksia.

“Semoga masyarakat Indonesia jadi lebih punya awareness tentang apa itu disleksia? dan melihat anak-anak disleksia ini sebagai anak-anak yang memiliki potensi,” ujarnya.

Kemudian, Laurentia mengatakan sosialisasi dan edukasi bagi 225 anak binaan LPKA Bandung pada prinsipnya merupakan upaya untuk mengurai, mengidentifikasi, dan membantu anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik atau disleksia di berbagai lapisan masyarakat.

Atau seminimal-minimalnya mengenal terlebih dahulu atau menumbuhkan kesadaran tentang apa itu disleksia dan bagaimana anak kemudian mengetahui dan menyadari potensi diri dan rasa percaya dirinya masing-masing.

Terlebih lagi, hal tersebut diperkuat dan merujuk pada data temuan United NoticeAbility Dyslexia Network (organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang berkomitmen untuk memberdayakan individu penderita disleksia di seluruh dunia), yang menyebutkan bahwa 50% penghuni Lembaga Pemasyarakatan di Amerika Serikat adalah anak dengan disleksia. Dan tidak menutup kemungkinan hal demikian juga terjadi di belahan dunia yang lain, tak terkecuali di Indonesia.

“Dalam perkembangannya, salah satu hasil penelitian United NoticeAbility Dyslexia Network menunjukkan bahwa anak-anak yang kesulitan belajar spesifik itu banyak sekali yang hidupnya berakhir di balik jeruji,” ujarnya

Untuk itu, Laurentia menilai bahwa sebetulnya anak-anak LPKA ini cerdas. Namun, memang perlu treatment khusus untuk bisa membaca, bisa menguasai matematika, dan hal ini tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah di Indonesia.

Kedepannya, Yayasan Lentera Insan Kreatif akan membantu anak-anak yang berada di LPKA ini melalui treatment hasil dari sinergi dengan organisasi di luar negeri.

“Masih dalam penjajakan, tapi kami juga sebetulnya merasa terpanggil untuk membantu anak-anak ini, karena kita tau pastikan sumber daya nya terbatas, sedangkan pengetahuan tentang treatment anak-anak ini di Indonesia juga belum banyak, kebetulan kami bisa bersinergi dengan organisasi luar negeri yang punya lebih banyak hasil penelitian, lebih banyak metode, jadi kami juga terpanggil untuk bantu anak-anak itu disini,” paparnya.

Adapun terkait Gerakan Bhineka sendiri, kedepannya Yayasan Lentera Insan Kreatif akan berkeliling ke 23 kota di 11 provinsi di Indonesia dengan target 2000 guru dan orang tua paham tentang disleksia.

“Gerakan bhineka itu kami sudah mulai dari webinar-webinar, dan gong nya itu hari ini kita buka di LPKA II Bandung ini, kemudian mulai minggu depan kami akan keliling ke 23 Kota di 11 Provinsi. Target capaiannya 2000 guru dan orangtua yang akan sadar tentang apa itu disleksia? dan bagaimana treatment anak yang memiliki disleksia?,” tandasnya.

Maka, dengan berbagai dinamika dan tantangannya, visi terdekat dari gerakan ini pada akhirnya tidak terlalu muluk-muluk di awal,dan lebih kepada agar masyarakat di Indonesia bisa mengenali terlebih dahulu apa itu disleksia atau seperti apa ciri anak dengan kesulitan belajar spesifik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.