Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus

Rabu, 29 Juli 2026 06:00 WIB

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

Rabu, 29 Juli 2026 05:00 WIB

Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan

Rabu, 29 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
  • Kode Redeem FF 29 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Hari Ini Sebelum Kehabisan!
  • Gila! Penalti Gagal Tak Bikin Menyerah, Balsa Sekulic Cetak Gol Penentu Persib Lolos Semifinal
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max! Harga Layar Turun 20 Persen, Benarkah iPhone Bakal Lebih Murah?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kenapa Akhir-akhir Ini Cuaca Panas Banget? Ini Penjelasan BMKG

By Aga GustianaKamis, 16 Oktober 2025 07:38 WIB2 Mins Read
Ilustrasi cuaca panas.
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Beberapa minggu terakhir, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia merasakan suhu udara yang begitu terik. Kondisi ini paling terasa di Pulau Jawa hingga Bali, di mana panas menyengat berlangsung hampir sepanjang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut. Menurut keterangan BMKG, meningkatnya suhu udara ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang sedang bergeser ke arah selatan.

“Sekarang posisi matahari berada di sekitar garis ekuator hingga selatan Kalimantan dan Jawa. Akibatnya, wilayah seperti Jakarta menerima paparan sinar matahari secara maksimal,” jelas Iqbal Fathoni, Senior Forecaster BMKG, Kamis (16/10/2025).

Perubahan posisi matahari ini juga membuat pembentukan awan hujan di bagian selatan Indonesia semakin berkurang. Kombinasi antara intensitas penyinaran yang tinggi dan minimnya awan pelindung inilah yang menyebabkan udara terasa sangat panas.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini belum dapat dikategorikan sebagai gelombang panas atau heatwave. “Suhu udara di Indonesia saat ini masih berkisar antara 33 hingga 36 derajat Celsius. Titik tertinggi tercatat sekitar 37,6 derajat Celsius,” ujar Iqbal.

BMKG memperkirakan cuaca panas akan berlangsung hingga awal November. Musim hujan akan datang secara bertahap dan waktunya berbeda di tiap daerah. Selama masa transisi ini, hujan berpotensi turun secara sporadis pada sore atau malam hari, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, kadang disertai kilat dan angin kencang.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menambahkan bahwa suhu ekstrem diperkirakan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November seiring datangnya musim hujan. “Begitu tutupan awan meningkat, intensitas panas akan berkurang,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta (14/10/2025).

Dwikorita juga menjelaskan bahwa minimnya awan saat ini membuat sinar matahari langsung menembus permukaan tanpa halangan. Kondisi tersebut, ditambah dengan meningkatnya radiasi matahari di wilayah daratan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, memperkuat sensasi panas.

Saat ini Indonesia juga tengah mengalami masa pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Masa ini umumnya ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. BMKG memprediksi fenomena La Nina lemah akan berlangsung antara Oktober 2025 hingga Januari 2026, yang diperkirakan akan meningkatkan curah hujan secara perlahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG cuaca panas Indonesia musim hujan Pancaroba posisi matahari suhu ekstrem
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus

Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang

Game Free Fire

Kode Redeem FF 29 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Hari Ini Sebelum Kehabisan!

Bocoran iPhone 18 Pro Max! Harga Layar Turun 20 Persen, Benarkah iPhone Bakal Lebih Murah?

Era Baru Asisten Digital: Apple Rilis Siri AI Versi Beta untuk Tantang Dominasi ChatGPT dan Gemini

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.