Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Rabu, 10 Juni 2026 03:00 WIB

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 10 Juni 2026 02:00 WIB
Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Rabu, 10 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
  • Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!
  • Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya
  • Rumor Transfer Liga 1: Persib Bandung Bidik Winger Spanyol Andalan Persita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kenapa Akhir-akhir Ini Cuaca Panas Banget? Ini Penjelasan BMKG

By Aga GustianaKamis, 16 Oktober 2025 07:38 WIB2 Mins Read
Ilustrasi cuaca panas.
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Beberapa minggu terakhir, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia merasakan suhu udara yang begitu terik. Kondisi ini paling terasa di Pulau Jawa hingga Bali, di mana panas menyengat berlangsung hampir sepanjang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut. Menurut keterangan BMKG, meningkatnya suhu udara ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang sedang bergeser ke arah selatan.

“Sekarang posisi matahari berada di sekitar garis ekuator hingga selatan Kalimantan dan Jawa. Akibatnya, wilayah seperti Jakarta menerima paparan sinar matahari secara maksimal,” jelas Iqbal Fathoni, Senior Forecaster BMKG, Kamis (16/10/2025).

Perubahan posisi matahari ini juga membuat pembentukan awan hujan di bagian selatan Indonesia semakin berkurang. Kombinasi antara intensitas penyinaran yang tinggi dan minimnya awan pelindung inilah yang menyebabkan udara terasa sangat panas.

Baca Juga:  BMKG: Indonesia Terpapar Badai Matahari, Waspadai Gangguan Komunikasi

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini belum dapat dikategorikan sebagai gelombang panas atau heatwave. “Suhu udara di Indonesia saat ini masih berkisar antara 33 hingga 36 derajat Celsius. Titik tertinggi tercatat sekitar 37,6 derajat Celsius,” ujar Iqbal.

BMKG memperkirakan cuaca panas akan berlangsung hingga awal November. Musim hujan akan datang secara bertahap dan waktunya berbeda di tiap daerah. Selama masa transisi ini, hujan berpotensi turun secara sporadis pada sore atau malam hari, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, kadang disertai kilat dan angin kencang.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Bertemu Joe Biden di Gedung Putih, Perkuat Kemitraan Indonesia-AS

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menambahkan bahwa suhu ekstrem diperkirakan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November seiring datangnya musim hujan. “Begitu tutupan awan meningkat, intensitas panas akan berkurang,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta (14/10/2025).

Dwikorita juga menjelaskan bahwa minimnya awan saat ini membuat sinar matahari langsung menembus permukaan tanpa halangan. Kondisi tersebut, ditambah dengan meningkatnya radiasi matahari di wilayah daratan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, memperkuat sensasi panas.

Baca Juga:  Putusan MK: Pasal 8 UU Pers Dimaknai Ulang, Wartawan Tidak Bisa Dipidana Sembarangan

Saat ini Indonesia juga tengah mengalami masa pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Masa ini umumnya ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. BMKG memprediksi fenomena La Nina lemah akan berlangsung antara Oktober 2025 hingga Januari 2026, yang diperkirakan akan meningkatkan curah hujan secara perlahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG cuaca panas Indonesia musim hujan Pancaroba posisi matahari suhu ekstrem
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?

Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya

Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.