Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kenapa Akhir-akhir Ini Cuaca Panas Banget? Ini Penjelasan BMKG

By Aga GustianaKamis, 16 Oktober 2025 07:38 WIB2 Mins Read
Ilustrasi cuaca panas.
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Beberapa minggu terakhir, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia merasakan suhu udara yang begitu terik. Kondisi ini paling terasa di Pulau Jawa hingga Bali, di mana panas menyengat berlangsung hampir sepanjang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut. Menurut keterangan BMKG, meningkatnya suhu udara ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang sedang bergeser ke arah selatan.

“Sekarang posisi matahari berada di sekitar garis ekuator hingga selatan Kalimantan dan Jawa. Akibatnya, wilayah seperti Jakarta menerima paparan sinar matahari secara maksimal,” jelas Iqbal Fathoni, Senior Forecaster BMKG, Kamis (16/10/2025).

Perubahan posisi matahari ini juga membuat pembentukan awan hujan di bagian selatan Indonesia semakin berkurang. Kombinasi antara intensitas penyinaran yang tinggi dan minimnya awan pelindung inilah yang menyebabkan udara terasa sangat panas.

Baca Juga:  Muhammadiyah Ungkap Sebab Perbedaan Waktu Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini belum dapat dikategorikan sebagai gelombang panas atau heatwave. “Suhu udara di Indonesia saat ini masih berkisar antara 33 hingga 36 derajat Celsius. Titik tertinggi tercatat sekitar 37,6 derajat Celsius,” ujar Iqbal.

BMKG memperkirakan cuaca panas akan berlangsung hingga awal November. Musim hujan akan datang secara bertahap dan waktunya berbeda di tiap daerah. Selama masa transisi ini, hujan berpotensi turun secara sporadis pada sore atau malam hari, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, kadang disertai kilat dan angin kencang.

Baca Juga:  Jadwal Piala Dunia U-17 Hari Ini: Laga Penentuan Indonesia Vs Maroko

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menambahkan bahwa suhu ekstrem diperkirakan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November seiring datangnya musim hujan. “Begitu tutupan awan meningkat, intensitas panas akan berkurang,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta (14/10/2025).

Dwikorita juga menjelaskan bahwa minimnya awan saat ini membuat sinar matahari langsung menembus permukaan tanpa halangan. Kondisi tersebut, ditambah dengan meningkatnya radiasi matahari di wilayah daratan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, memperkuat sensasi panas.

Baca Juga:  Hujan Lebat Disertai Petir Melanda Jabar, Warga Diminta Tetap Waspada

Saat ini Indonesia juga tengah mengalami masa pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Masa ini umumnya ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. BMKG memprediksi fenomena La Nina lemah akan berlangsung antara Oktober 2025 hingga Januari 2026, yang diperkirakan akan meningkatkan curah hujan secara perlahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Indonesia musim hujan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung

Di Tengah Badai Kritik, Aldi Taher Bongkar Sisi Lain Ustaz Riza yang Jarang Disorot

Bukan Sembarang Dandan! Terkuak Alasan Asli Guru SD Ini Pakai ‘Makeup’ hingga Dituduh Rusak Moral Siswa

Juicy Luicy Kembali Disorot, DM Lama Uan Mendadak Viral di Tengah Polemik Batam

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.