Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif

Rabu, 17 Juni 2026 05:00 WIB

Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas

Rabu, 17 Juni 2026 04:00 WIB

Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?

Rabu, 17 Juni 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif
  • Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kepsek SMPN 40 Bandung Klarifikasi Kasus Bullying, Fokus pada Hak dan Pendidikan Korban

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 21 Januari 2026 21:40 WIB3 Mins Read
Kepala Sekolah SMPN 40 Bandung, Aisyah Amiawaty. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Sekolah SMPN 40 Bandung, Aisyah Amiawaty, angkat bicara terkait dugaan perundungan terhadap Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) yang terjadi di lingkungan sekolahnya.

Aisyah tidak menutup kemungkinan peristiwa perundungan dapat terjadi ketika siswa bermain, terutama di luar kelas.

“Kalau perundungan, di sekolah itu bisa saja terjadi, misalnya saat anak-anak sedang bermain,” ujarnya saat ditemui di Jalan Wastukencana No. 75, Kota Bandung, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, siswa yang diduga menjadi korban merupakan PDBK yang diterima melalui jalur zonasi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Hanya saja anak ini PDBK dan masuk lewat jalur zonasi. Kami tidak bisa menolak, karena tidak melalui jalur tes. Setelah masuk, baru diketahui bahwa siswa bersangkutan adalah PDBK,” tuturnya.

Aisyah mengungkapkan, sejak Desember 2025 siswa tersebut sudah enggan kembali bersekolah.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Kasus ABK Dipaksa Makan Daging Musang di Bandung

“Permasalahannya, dia enggak mau masuk sekolah dengan alasan seperti itu. Mungkin karena keterbatasannya. Bicaranya memang kurang jelas, masih satu dua kata,” katanya.

Saat mengikuti pembelajaran di kelas, siswa kelas VII itu juga diketahui belum mampu membaca dengan baik, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Bacanya juga belum bisa. Jadi penanganannya harus khusus. Kami sampai minta bantuan dinas. Datanglah Ibu April dari dinas yang menangani PDBK, dan beliau mengarahkan untuk ke psikolog,” jelas Aisyah.

Namun, ia mengakui tindak lanjut ke psikolog belum terlaksana.

“Belum sampai ke psikolog, karena kami juga mempertimbangkan kondisi orang tuanya yang sehari-hari mengandalkan berjualan,” tambahnya.

Aisyah membenarkan bahwa ketiga anak dari orang tua siswa tersebut merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Karena itu, pihak sekolah telah menyarankan agar anak tersebut mendapat pendidikan di sekolah luar biasa.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat Siap Dibuka, Guru Dibekali Pendidikan Inklusif dan Karakter

“Bahkan pernah diantar langsung oleh guru dari sini, tapi tidak mau. Kami masih terus berusaha supaya anak ini tetap bisa sekolah,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan siswa tersebut. Hingga kini, statusnya masih tercatat sebagai peserta didik aktif.

“Kami di sekolah tidak merasa mengeluarkan. Jadi siswa itu belum keluar, masih anak kami. Dan kami masih terus berusaha mengarahkan dia belajar. Kalaupun memang tidak bisa di sini, kami arahkan ke sekolah khusus,” tegasnya.

Menurut Aisyah, setiap tahun hampir selalu ada siswa yang tertinggal secara akademik.

“Setiap tahun ada satu, dua, bahkan tiga anak yang belum bisa membaca. Tapi alhamdulillah, guru-guru di sini dengan ikhlas menuntun sampai akhirnya mereka bisa membaca sebelum lulus SMP,” katanya.

Baca Juga:  Kasus Bullying Meningkat, KPAI Sebut 3.800 Anak Alami Kekerasan di Era Digital

Ia menambahkan, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pendampingan belajar hingga kunjungan ke rumah (home visit). Komunikasi dengan orang tua juga disebut sudah dilakukan berulang kali.

“Keinginan tidak sekolah itu lebih banyak dari anaknya, lalu didukung orang tuanya. Namanya orang tua kan beda-beda. Ada yang keras demi anak maju, ada juga yang membiarkan sesuai keinginan anak,” ujarnya.

Meski demikian, Aisyah menegaskan pihak sekolah tetap membuka ruang dan dukungan agar siswa tersebut tidak putus sekolah.

“Pokoknya anak tetap sekolah. Kalau memang sudah tidak betah di sini, tidak apa-apa, tapi tetap kami arahkan supaya dia tetap sekolah. Tidak ada anak yang kami biarkan begitu saja,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak berkebutuhan khusus bullying pendampingan siswa Pendidikan Inklusif siswa ABK SMPN 40 Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.