Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi

Kamis, 30 April 2026 06:00 WIB

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Kamis, 30 April 2026 05:00 WIB

Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan

Kamis, 30 April 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kepsek SMPN 40 Bandung Klarifikasi Kasus Bullying, Fokus pada Hak dan Pendidikan Korban

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 21 Januari 2026 21:40 WIB3 Mins Read
Kepala Sekolah SMPN 40 Bandung, Aisyah Amiawaty. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Sekolah SMPN 40 Bandung, Aisyah Amiawaty, angkat bicara terkait dugaan perundungan terhadap Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) yang terjadi di lingkungan sekolahnya.

Aisyah tidak menutup kemungkinan peristiwa perundungan dapat terjadi ketika siswa bermain, terutama di luar kelas.

“Kalau perundungan, di sekolah itu bisa saja terjadi, misalnya saat anak-anak sedang bermain,” ujarnya saat ditemui di Jalan Wastukencana No. 75, Kota Bandung, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, siswa yang diduga menjadi korban merupakan PDBK yang diterima melalui jalur zonasi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Hanya saja anak ini PDBK dan masuk lewat jalur zonasi. Kami tidak bisa menolak, karena tidak melalui jalur tes. Setelah masuk, baru diketahui bahwa siswa bersangkutan adalah PDBK,” tuturnya.

Aisyah mengungkapkan, sejak Desember 2025 siswa tersebut sudah enggan kembali bersekolah.

Baca Juga:  Sekda Jabar Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045

“Permasalahannya, dia enggak mau masuk sekolah dengan alasan seperti itu. Mungkin karena keterbatasannya. Bicaranya memang kurang jelas, masih satu dua kata,” katanya.

Saat mengikuti pembelajaran di kelas, siswa kelas VII itu juga diketahui belum mampu membaca dengan baik, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Bacanya juga belum bisa. Jadi penanganannya harus khusus. Kami sampai minta bantuan dinas. Datanglah Ibu April dari dinas yang menangani PDBK, dan beliau mengarahkan untuk ke psikolog,” jelas Aisyah.

Namun, ia mengakui tindak lanjut ke psikolog belum terlaksana.

“Belum sampai ke psikolog, karena kami juga mempertimbangkan kondisi orang tuanya yang sehari-hari mengandalkan berjualan,” tambahnya.

Aisyah membenarkan bahwa ketiga anak dari orang tua siswa tersebut merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Karena itu, pihak sekolah telah menyarankan agar anak tersebut mendapat pendidikan di sekolah luar biasa.

Baca Juga:  Kasus Bullying SMPN 40 Bandung Ungkap Keterbatasan Penanganan Siswa Inklusi di Sekolah Negeri

“Bahkan pernah diantar langsung oleh guru dari sini, tapi tidak mau. Kami masih terus berusaha supaya anak ini tetap bisa sekolah,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan siswa tersebut. Hingga kini, statusnya masih tercatat sebagai peserta didik aktif.

“Kami di sekolah tidak merasa mengeluarkan. Jadi siswa itu belum keluar, masih anak kami. Dan kami masih terus berusaha mengarahkan dia belajar. Kalaupun memang tidak bisa di sini, kami arahkan ke sekolah khusus,” tegasnya.

Menurut Aisyah, setiap tahun hampir selalu ada siswa yang tertinggal secara akademik.

“Setiap tahun ada satu, dua, bahkan tiga anak yang belum bisa membaca. Tapi alhamdulillah, guru-guru di sini dengan ikhlas menuntun sampai akhirnya mereka bisa membaca sebelum lulus SMP,” katanya.

Baca Juga:  Viral! Video Bullying di Antapani Bandung, Siswa SMP Jadi Korban

Ia menambahkan, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pendampingan belajar hingga kunjungan ke rumah (home visit). Komunikasi dengan orang tua juga disebut sudah dilakukan berulang kali.

“Keinginan tidak sekolah itu lebih banyak dari anaknya, lalu didukung orang tuanya. Namanya orang tua kan beda-beda. Ada yang keras demi anak maju, ada juga yang membiarkan sesuai keinginan anak,” ujarnya.

Meski demikian, Aisyah menegaskan pihak sekolah tetap membuka ruang dan dukungan agar siswa tersebut tidak putus sekolah.

“Pokoknya anak tetap sekolah. Kalau memang sudah tidak betah di sini, tidak apa-apa, tapi tetap kami arahkan supaya dia tetap sekolah. Tidak ada anak yang kami biarkan begitu saja,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak berkebutuhan khusus bullying pendampingan siswa Pendidikan Inklusif siswa ABK SMPN 40 Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.