Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:40 WIB

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:30 WIB

Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekolah Rakyat Siap Dibuka, Guru Dibekali Pendidikan Inklusif dan Karakter

By Aga GustianaSabtu, 12 Juli 2025 12:54 WIB3 Mins Read
Wamensos Agus Jebo
Wamensos Agus Jebo. (Foto: bukamata.id/Muhammad Iqbal Muzaffar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jebo resmi menutup pembekalan calon guru Sekolah Rakyat pada Jumat (12/7/2025), sekaligus meninjau langsung kesiapan pembukaan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Poltekesos Bandung, di Jl Ir H Juanda No 367, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Pembekalan calon guru dimulai sejak 10 Juli secara daring melalui Zoom dan dibuka langsung oleh Menteri Sosial. Kegiatan tersebut diikuti oleh 1.569 peserta dari seluruh Indonesia dan berlangsung selama tiga hari.

Bekal Guru: Dari Kurikulum hingga Pendidikan Karakter

Dalam sambutannya, Wamensos Agus Jebo menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap konsep Sekolah Rakyat, yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Materi yang dijadikan pembekalan ada mulai dari kurikulum, orientasi Sekolah Rakyat, pendidikan inklusi-yang ramah anak, ramah HAM, termasuk talent mapping,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya empati guru, mengingat sistem asrama yang memisahkan siswa dari orang tua mereka. “Hal terpenting dari pembekalan ini, karena ini Sekolah Rakyat—yang diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang keluarganya miskin dan miskin extreme, di pembekalan ini kita meminta supaya guru-guru ini punya empati terhadap siswa,” tambahnya.

Selain pendidikan akademis, Sekolah Rakyat juga menanamkan karakter kebangsaan, keagamaan, dan sosial. Sejalan dengan arahan Presiden, siswa juga dibekali keterampilan agar siap bekerja selepas SMA jika tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.

Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat di Poltekesos

Usai penutupan pembekalan, Wamensos didampingi Pusdiklat dan Direktur Poltekesos melakukan pengecekan langsung ke lokasi Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi pada Senin (14/7/2025).

Sekolah Rakyat di Poltekesos akan menampung 100 siswa angkatan pertama—52 laki-laki dan 48 perempuan. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan selama dua hari sebelum memulai proses belajar mengajar.

“Kita sudah cek dari mulai kelasnya, asramanya, terus kemudian laboratoriumnya, dapurnya, tempat makannya, tempat tidurnya, semuanya aman,” jelas Agus Jebo.

“Kebutuhan proses belajar mengajar di kelas, kebutuhan untuk di asrama, termasuk kebutuhan-kebutuhan pribadi itu sudah kita siapkan dan besok semua sudah aman supaya nanti senin bisa dimulai,” lanjutnya.

Terkait konsumsi, Kementerian Sosial akan bekerja sama dengan Badan Gizi ke depannya, namun untuk tahap awal penyediaan makanan dilakukan melalui sistem katering.

Sasaran Tepat Berdasarkan Data DTSEN

Seleksi siswa Sekolah Rakyat dilakukan berbasis data dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Anak-anak yang diterima dipastikan berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh oleh Kemensos, BPS, serta Dinas Sosial tingkat kabupaten/kota. Hasil assessment kemudian ditandatangani kepala daerah setempat dan diserahkan ke Kementerian Sosial.

Kurikulum Fleksibel dan Adaptif

Agus Jebo juga memaparkan sistem kurikulum Sekolah Rakyat yang dirancang oleh Dikdasmen, mengusung pendekatan Multi Entry dan Multi Exit. Sistem ini memungkinkan siswa menyelesaikan pendidikan sesuai kecepatan belajar masing-masing.

“Kalau siswa SD bisa selesaikan kurikulum dalam 4 tahun, mereka bisa lulus tanpa harus menunggu 6 tahun. Begitu juga siswa pindahan bisa masuk di tengah jalan sesuai kapasitas sekolah,” jelasnya.

Sekolah Rakyat juga akan membekali siswa dengan kemampuan Bahasa Inggris dan keterampilan digital. Fasilitas pendukung seperti laboratorium bahasa dan perangkat digital seperti laptop telah disiapkan.

“Termasuk kemudian kita akan membekali mereka untuk bisa Bahasa Inggris, makanya ada lab-nya. Peralatan untuk belajar mengajar itu digital, mulai dari laptop, dan lain-lain,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Agus Jebo anak miskin DTSEN guru pembekalan Kementerian Sosial Pendidikan Inklusif pendidikan karakter Sekolah Rakyat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.