Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Selasa, 15 September 2026 05:00 WIB

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Selasa, 15 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Keracunan Makanan di Cianjur: Dua Jenis Bakteri Ditemukan dalam Sampel MBG

By Aga GustianaSenin, 5 Mei 2025 15:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi peneltian Lab. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mulai menunjukkan titik terang. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, muntahan korban, dan wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya kontaminasi dua jenis bakteri berbahaya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menyatakan bahwa hasil pengujian laboratorium dari Provinsi Jawa Barat telah diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus sp ditemukan pada bawang goreng yang menjadi bagian dari paket makanan MBG, sementara muntahan siswa mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).

“Kami sudah menerima hasilnya. Ditemukan dua jenis bakteri pada sampel makanan dan muntahan, yakni Staphylococcus sp serta Escherichia coli,” ujar Tono, Senin (5/5/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, kedua bakteri tersebut juga ditemukan pada wadah makanan (ompreng plastik) yang digunakan dalam distribusi makanan MBG. Bahkan, pengujian pada ompreng menunjukkan adanya bakteri ketiga, yaitu Salmonella.

Bahaya di Balik Kontaminasi

  • E. coli secara alami memang hidup di usus manusia dan hewan, namun beberapa strain berbahaya—seperti E. coli O157:H7—dapat menyebabkan keracunan makanan serius jika tertelan dari makanan atau air yang terkontaminasi.
  • Staphylococcus sp, khususnya Staphylococcus aureus, berasal dari kulit dan saluran pernapasan atas manusia, dan bisa mencemari makanan bila ditangani dengan buruk. Bakteri ini menghasilkan racun yang tahan panas dan menyebabkan gejala seperti mual dan muntah dalam waktu singkat.
  • Salmonella, juga berbahaya, umumnya ditemukan pada makanan yang tidak dimasak sempurna atau terkontaminasi, dan dapat menimbulkan demam, diare, serta kram perut.
Baca Juga:  Komunitas Janda di Cianjur Deklarasi Dukung Acep Adang-Gita KDI di Pilgub Jabar 2024

Tono menambahkan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk memastikan sejauh mana peran bakteri tersebut dalam insiden keracunan ini.

“Kami akan minta keterangan dari ahli untuk memastikan apakah bakteri itu penyebab utama keracunan, atau ada faktor lain,” ujarnya.

Baca Juga:  70 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Lima Rumah Sakit

Penyelidikan Masih Berlanjut

Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih dalam tahap pendalaman kasus dan belum menarik kesimpulan final terkait penyebab keracunan.

“Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut dari ahli dan laboratorium. Kita ingin memastikan penyebab keracunan secara akurat,” katanya.

Baca Juga:  Unik dan Ekstrem, Warga Cidaun Cianjur Gelar Konser Dangdut dan Ngubek Ikan di Dasar Sungai Surut

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Program ini sejatinya bertujuan mendukung gizi pelajar, namun justru berujung insiden kesehatan massal yang kini tengah diselidiki intensif oleh pihak berwenang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Keracunan makanan MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.