Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC

Kamis, 30 April 2026 09:08 WIB

Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi

Kamis, 30 April 2026 08:58 WIB
Kode Redeem FF

Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang

Kamis, 30 April 2026 08:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Keracunan Makanan di Cianjur: Dua Jenis Bakteri Ditemukan dalam Sampel MBG

By Aga GustianaSenin, 5 Mei 2025 15:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi peneltian Lab. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mulai menunjukkan titik terang. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, muntahan korban, dan wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya kontaminasi dua jenis bakteri berbahaya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menyatakan bahwa hasil pengujian laboratorium dari Provinsi Jawa Barat telah diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus sp ditemukan pada bawang goreng yang menjadi bagian dari paket makanan MBG, sementara muntahan siswa mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).

“Kami sudah menerima hasilnya. Ditemukan dua jenis bakteri pada sampel makanan dan muntahan, yakni Staphylococcus sp serta Escherichia coli,” ujar Tono, Senin (5/5/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, kedua bakteri tersebut juga ditemukan pada wadah makanan (ompreng plastik) yang digunakan dalam distribusi makanan MBG. Bahkan, pengujian pada ompreng menunjukkan adanya bakteri ketiga, yaitu Salmonella.

Bahaya di Balik Kontaminasi

  • E. coli secara alami memang hidup di usus manusia dan hewan, namun beberapa strain berbahaya—seperti E. coli O157:H7—dapat menyebabkan keracunan makanan serius jika tertelan dari makanan atau air yang terkontaminasi.
  • Staphylococcus sp, khususnya Staphylococcus aureus, berasal dari kulit dan saluran pernapasan atas manusia, dan bisa mencemari makanan bila ditangani dengan buruk. Bakteri ini menghasilkan racun yang tahan panas dan menyebabkan gejala seperti mual dan muntah dalam waktu singkat.
  • Salmonella, juga berbahaya, umumnya ditemukan pada makanan yang tidak dimasak sempurna atau terkontaminasi, dan dapat menimbulkan demam, diare, serta kram perut.
Baca Juga:  Puluhan Siswa SD Alami Keracunan Massal di Bandung Barat, 10 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Tono menambahkan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk memastikan sejauh mana peran bakteri tersebut dalam insiden keracunan ini.

“Kami akan minta keterangan dari ahli untuk memastikan apakah bakteri itu penyebab utama keracunan, atau ada faktor lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Puasa Tetap Kuat, 5 Makanan Sahur Ini Bikin Kenyang Seharian

Penyelidikan Masih Berlanjut

Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih dalam tahap pendalaman kasus dan belum menarik kesimpulan final terkait penyebab keracunan.

“Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut dari ahli dan laboratorium. Kita ingin memastikan penyebab keracunan secara akurat,” katanya.

Baca Juga:  Sinyal 'Perang Besar' Pelajar di Perbatasan Cianjur-Sukabumi: Polisi Perketat Penjagaan Jalur Hitam

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Program ini sejatinya bertujuan mendukung gizi pelajar, namun justru berujung insiden kesehatan massal yang kini tengah diselidiki intensif oleh pihak berwenang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Keracunan makanan MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.