Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!

Jumat, 31 Juli 2026 02:00 WIB

Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 01:00 WIB
Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Kamis, 30 Juli 2026 20:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!
  • Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia
  • Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah
  • Pembeli Ngamuk Gara-gara Salih Input? Kisah Tragis Mbak Kasir di Kediri yang Bikin Netizen Emosi
  • Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • Jadwal Terakhir Grup A Piala Presiden 2026: Persib vs Tampines, Arema vs DPMM Berebut Semifinal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Keracunan Makanan di Cianjur: Dua Jenis Bakteri Ditemukan dalam Sampel MBG

By Aga GustianaSenin, 5 Mei 2025 15:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi peneltian Lab. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mulai menunjukkan titik terang. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, muntahan korban, dan wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya kontaminasi dua jenis bakteri berbahaya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menyatakan bahwa hasil pengujian laboratorium dari Provinsi Jawa Barat telah diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus sp ditemukan pada bawang goreng yang menjadi bagian dari paket makanan MBG, sementara muntahan siswa mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).

“Kami sudah menerima hasilnya. Ditemukan dua jenis bakteri pada sampel makanan dan muntahan, yakni Staphylococcus sp serta Escherichia coli,” ujar Tono, Senin (5/5/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, kedua bakteri tersebut juga ditemukan pada wadah makanan (ompreng plastik) yang digunakan dalam distribusi makanan MBG. Bahkan, pengujian pada ompreng menunjukkan adanya bakteri ketiga, yaitu Salmonella.

Bahaya di Balik Kontaminasi

  • E. coli secara alami memang hidup di usus manusia dan hewan, namun beberapa strain berbahaya—seperti E. coli O157:H7—dapat menyebabkan keracunan makanan serius jika tertelan dari makanan atau air yang terkontaminasi.
  • Staphylococcus sp, khususnya Staphylococcus aureus, berasal dari kulit dan saluran pernapasan atas manusia, dan bisa mencemari makanan bila ditangani dengan buruk. Bakteri ini menghasilkan racun yang tahan panas dan menyebabkan gejala seperti mual dan muntah dalam waktu singkat.
  • Salmonella, juga berbahaya, umumnya ditemukan pada makanan yang tidak dimasak sempurna atau terkontaminasi, dan dapat menimbulkan demam, diare, serta kram perut.

Tono menambahkan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk memastikan sejauh mana peran bakteri tersebut dalam insiden keracunan ini.

“Kami akan minta keterangan dari ahli untuk memastikan apakah bakteri itu penyebab utama keracunan, atau ada faktor lain,” ujarnya.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih dalam tahap pendalaman kasus dan belum menarik kesimpulan final terkait penyebab keracunan.

“Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut dari ahli dan laboratorium. Kita ingin memastikan penyebab keracunan secara akurat,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Program ini sejatinya bertujuan mendukung gizi pelajar, namun justru berujung insiden kesehatan massal yang kini tengah diselidiki intensif oleh pihak berwenang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Keracunan makanan MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?

Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi

Niat Cari Apotek, Wisatawan Asal Kaltim Malah Jadi Korban Jambret di Bandung

Apa Itu Kabinet Bayangan? Mengenal Gerakan Pengawasan Publik yang Diisi 15 Menteri Tandingan

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.