Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Selasa, 15 September 2026 05:00 WIB

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Selasa, 15 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ketegangan di Tegalluar: Bupati Bandung Ancam Segel Perusahaan Bandel Demi Atasi Banjir Tahunan

By Aga GustianaSelasa, 2 Juni 2026 17:11 WIB5 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (Foto: Humas Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – ​Ancaman serius datang dari Pemerintah Kabupaten Bandung untuk para pelaku industri di kawasan Bojongsoang. Bupati Bandung, Dadang Supriatna—yang populer dengan sapaan KDS—menyatakan tidak akan lagi menoleransi sektor usaha yang menjadi pemicu mandeknya penanggulangan banjir kronis di Desa Tegalluar.

​Langkah tegas ini diambil karena KDS menilai koordinasi level dinas selama berbulan-bulan tidak membuahkan hasil nyata. Ia pun turun tangan langsung memimpin Rapat Koordinasi Penguatan Pentahelix Penanganan Banjir di Aula Kantor Desa Tegalluar, Selasa (2/6/2026). Rapat krusial ini mempertemukan jajaran kepala dinas (PUTR, Disperkimtan, DPMPTSP), perwakilan pengusaha, serta tokoh masyarakat setempat.

​”Sudah beberapa bulan ke belakang kita menegaskan kepada para kepala dinas, tetapi belum final. Maka hari ini saya hadir langsung karena persoalan ini harus segera ada penyelesaian,” tegas KDS.

​Menagih Janji Lahan Retensi 10 Persen

​Berdasarkan investigasi lapangan, Pemkab Bandung telah merumuskan solusi jangka pendek dan panjang. Mulai dari pengerukan sedimentasi sungai, pelebaran saluran air yang tersumbat, hingga kewajiban pembuatan kolam retensi.

​KDS mengingatkan bahwa regulasi mengenai kolam penampungan air ini sudah mengikat dalam Peraturan Daerah (Perda) Pasal 62. Setiap perusahaan wajib mengalokasikan minimal 10 persen dari total luas lahan mereka untuk area retensi air.

​Bupati menegaskan bahwa langkah ini bukan kebijakan baru yang mengada-ada, melainkan komitmen legal yang ditandatangani pengusaha saat mengajukan izin mendirikan bangunan di masa lalu.

Baca Juga:  Pasangan Bedas Siap Hadapi Pilkada Kabupaten Bandung dengan Kampanye Damai

​”Kami bukan meminta. Kami sedang menagih janji yang sudah disepakati ketika izin diterbitkan. Dulu mungkin diberikan toleransi, tetapi tidak diingatkan dan tidak diawasi. Nah, sekarang kami ingatkan kembali,” katanya.

​Bagi korporasi yang masih abai setelah peringatan ini, Pemkab Bandung memastikan sanksi berat sudah menanti di depan mata.

​”Kalau besok ternyata masih mempertahankan dan tidak melaksanakan kewajibannya, mohon maaf. Saya sudah tugaskan secara resmi Satpol PP untuk melakukan penyegelan dan penutupan perusahaan yang tidak komitmen terhadap aturan yang sudah disepakati. Ini demi meminimalisasi banjir di sekitar Desa Tegalluar,” tegasnya.

​Hitungan Matematis Reduksi Banjir & Opsi Alih Fungsi Lahan

​Keberadaan ruang parkir air (retensi) dinilai sebagai kunci utama memutus mata rantai banjir yang selama ini merugikan mobilitas warga sekaligus roda bisnis industri itu sendiri.

​”Setiap musim hujan banjir, perusahaan rugi. Masyarakat juga rugi dan aktivitas terganggu. Kalau kita hanya berbicara kerugian tanpa mencari solusi, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

​Secara teknis, KDS memaparkan simulasi dampaknya: jika wilayah tersebut memiliki total kolam retensi seluas 13 hektare dengan kedalaman 5 meter, daya tampungnya bisa menyerap hampir 1 juta meter kubik air limpasan hujan.

​”Kalau kawasan retensi tersedia dan aliran sungainya normal, saya yakin persoalan banjir di wilayah ini bisa berkurang secara signifikan bahkan terselesaikan,” ujar KDS.

Baca Juga:  Dadang-Ali Dapat Nomor Urut 2, Jampana: Simbol Kasih Sayang Pemimpin pada Masyarakat

​Tak hanya menertibkan bangunan eksis, pemkab juga membuka opsi ekstrem bagi lahan kosong yang belum dibangun. Jika terbukti secara ekologis area tersebut vital untuk mitigasi bencana, statusnya akan dikembalikan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

​”Kalau ada kawasan yang belum dibangun dan ternyata dipandang perlu untuk dikaji ulang, bisa saja kita kembalikan lagi menjadi sawah. Apalagi sekarang sedang ada evaluasi RTRW. Kalau memang harus kembali menjadi LP2B, ya kita kembalikan,” katanya.

​Proyek Fisik Mulai Berjalan: Peninggian Jalan Hingga Kolaborasi BBWS

​Untuk penanganan darurat dari sisi infrastruktur, Pemkab Bandung bergerak cepat lewat skema berikut:

  • ​Peninggian Akses Jalan: Dinas Bina Marga melaporkan proyek peninggian jalan sedalam 1 meter di titik rawan genangan kini sudah masuk ke meja lelang.
  • ​Normalisasi Sungai: Pemkab segera merapatkan barisan dengan BBWS dan Satgas Citarum Harum untuk menyusun jadwal pengerukan sedimentasi.

​”Saya baru kemarin ditelepon langsung oleh Dinas Bina Marga. Hari ini proses lelang berjalan. Ada peninggian jalan sekitar satu meter untuk mengurangi dampak genangan,” ungkapnya.

​”Kami akan bertemu dengan BBWS dan juga Satgas Citarum Harum. Dalam minggu ini akan diputuskan timeline pengerjaannya seperti apa sehingga masyarakat bisa mengetahui target penyelesaiannya,” katanya.

​Strategi Baru Pengolahan Sampah di Hulu

​Di sela pembahasan banjir, KDS turut mengurai problem pelik lainnya: penumpukan sampah. Meski produksinya masif, Pemkab Bandung memilih tidak gegabah menetapkan status darurat sampah.

Baca Juga:  Bupati Dadang Luncurkan Bewara DS, Layanan Internet Gratis se-Kabupaten Bandung

​KDS menilai ketergantungan pada TPPAS Sarimukti harus dikurangi, dan fokus dialihkan pada tata kelola mandiri sejak dari level rumah tangga dan desa.

​”Darurat sampah sebenarnya bukan hal baru lagi. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana pengelolaan sampah dilakukan dari sumbernya. Sarimukti bukan solusi jangka panjang,” ujarnya.

​Saat ini, volume sampah Kabupaten Bandung menyentuh angka 1.800 ton per hari, namun kapasitas yang bisa diolah baru berkisar di angka 620 ton per hari. Guna menutup gap yang besar ini, KDS mengklaim telah melobi Kemendagri untuk memuluskan proyek fasilitas pengolahan sampah modern berskala besar.

​”Kalau ini bisa direalisasikan tentu menjadi solusi yang sangat baik. Apalagi produksi sampah Kabupaten Bandung saat ini mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara yang baru bisa tertangani sekitar 620 ton per hari,” katanya.

​Ke depan, pengolahan berbasis komunitas di tingkat desa akan dipacu habis-habisan agar residu akhir yang dibuang ke TPA benar-benar minim.

​”Kita akan terus berupaya mencari solusi terbaik. Fokus kami bagaimana sampah bisa dikelola dari hulu sehingga residunya semakin sedikit dan persoalan sampah di Kabupaten Bandung bisa tertangani secara bertahap,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bupati Bandung Dadang Supriatna Satpol PP
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.