bukamata.id – Pernikahan kedua mantan istri komedian Sule, Nathalie Holscher, dengan seorang pengusaha muda bernama Aripat yang digelar di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/7/2026), tidak hanya menyita perhatian publik karena kemegahannya. Acara yang dilanjutkan dengan resepsi meriah tersebut mendadak menjadi pusat perbincangan hangat di berbagai platform media sosial setelah kehadiran pendakwah kondang, Ustaz Syam El Marusy, yang didapuk untuk memberikan petuah pernikahan.
Alih-alih membawakan ceramah pernikahan normatif, Ustaz Syam melontarkan nasihat bernada candaan yang menyasar langsung sang mempelai wanita. Di hadapan para tamu undangan, ia mengingatkan sang pengusaha muda agar tidak jemawa dengan kondisi finansialnya, mengingat pendapatan istrinya di dunia hiburan tergolong besar. Tidak hanya itu, ia juga secara terbuka meminta Nathalie untuk berhenti menerima uang saweran dari pihak mana pun dan hanya menerima nafkah dari sang suami.
“Jangan pernah kau andalkan uangmu (Aripat), karena bisa jadi uangnya lebih banyak, sawerannya besar dia,” ucap Ustaz Syam di hadapan para hadirin.
“Habis ini sudah berhenti ya.. Tidak menerima lagi saweran orang Sidrap, orang Jawa, atau dari mana-mana. Saweran yang kau terima cuma dari Mas Arif. Oke, deal?” sambungnya.
Suasana akad nikah seketika mencair ketika Nathalie memberikan jawaban spontan yang tak kalah menggelitik, menyatakan bahwa dirinya tetap bersedia menerima saweran tidak hanya dari sang suami, melainkan juga dari sang ustaz sendiri. Kendati dimaksudkan sebagai candaan ringan untuk memecah kebekuan, momen interaksi tersebut justru memantik pro dan kontra luas di ruang digital, menempatkan sang ustaz dalam pusaran kritik tajam warganet sekaligus membawa kembali sorotan publik terhadap rekam jejak perjalanan hidup sang pendakwah milenial.
Reaksi Keras Publik: Ketika Batasan Nasihat dan Etika Diuji
Insiden nasihat terbuka di pernikahan Nathalie Holscher menjadi babak baru yang memicu gelombang kritik dari masyarakat. Pilihan metode penyampaian pesan yang dianggap menyentuh ranah personal di hadapan khalayak luas dinilai sebagian kalangan kurang selaras dengan adab seorang pemuka agama.
Kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi oleh luapan kekecewaan dan kritik pedas dari warganet yang menyoroti etika penyampaian sang ustaz:
“Waduuuh, Harusnyaa kalau mau MeNasehati Hal yg agak ‘Pribadi’… jangan diDepan banyak Orang, Maaf… inii Menurut Saya,” tulis salah satu netizen menyayangkan pemilihan ruang dan waktu nasihat tersebut.
“Ahhh ustadz itu lagi, dulu suka nonton program nya , cuman skrng jadi males semenjak ahh dari 2022 jadi kaya gimana gitu, masih mending ustadz Maulana , kalau beliau kaya beda aja gitu vibesnya , pernah kepleset ngomong kontrol pas itu juga , ah ampun beliau mah dari dulu,” timpal warganet lain yang mengaitkan insiden ini dengan rekam jejak masa lalu sang pendakwah.
“Ekspresi pengantin perempuannya ga bisa boong, klo udah pake gelar Ustadz minimal adabnya udah the best, bisa menjaga kondisi perasaan dll,” kritik warganet lainnya yang menyoroti bahasa tubuh sang mempelai wanita.
Berbagai reaksi keras tersebut mencerminkan betapa masyarakat saat ini menaruh standar etika dan adab yang sangat tinggi terhadap figur pemuka agama. Kasus ini sekaligus menjadi cerminan bahwa batas tipis antara humor kasual, gaya komunikasi milenial, dan sensitivitas privasi di ruang publik memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak mencederai perasaan pihak yang disasar maupun norma kepatutan di tengah masyarakat.
Akar Identitas dan Perjalanan Karier Ustaz Syam
Di balik riuhnya polemik yang menerpa namanya, Ustaz Syam memiliki latar belakang perjalanan karier dan akademis yang cukup panjang di dunia penyiaran religi Indonesia. Pemilik nama lengkap Syamsuddin Nur Makka, S.Sos.I., S.Q. ini lahir di Maros, Sulawesi Selatan, pada 15 September 1992. Bekas pendidikan tingginya terbilang mentereng, memadukan ilmu komunikasi Islam dengan pendalaman Al-Qur’an, yang menjadi modal utama dalam membangun gaya retorika yang segar dan mudah diterima berbagai kalangan.
Namun, sedikit yang tahu bahwa kesuksesan yang ia nikmati hari ini tidak diraih dengan instan. Sebelum wajahnya rutin menghiasi layar kaca televisi, ia mengawali kariernya di industri media dari posisi paling bawah, yakni sebagai penulis naskah dakwah. Tugas utamanya kala itu adalah meramu materi dan menyusun kalimat hikmah yang dibawakan oleh pendakwah senior, Ustaz Maulana.
Berkat ketekunan serta kecerdasan verbalnya, produser televisi melihat potensi besar pada diri Syamsuddin muda dan memberikannya kesempatan untuk tampil langsung di depan kamera. Namanya perlahan melejit, membawanya bersanding sejajar dengan para penceramah senior, memiliki program dakwah mandiri, hingga sukses bertransformasi menjadi figur penceramah digital yang dijuluki sebagai “Pendakwah Milenial”.
Ketenaran sang ustaz kian terpelihara manakala ia memutuskan mengakhiri masa lajangnya pada tahun 2021 dengan mempersunting seorang selebgram asal Makassar, Jihan Salsabila. Pernikahan mereka sempat menjadi tren di dunia maya berkat momen pertemuan pertama yang tampak malu-malu dan romantis. Kendati demikian, kehidupan rumah tangganya yang kerap dibagikan di media sosial juga tak pernah luput dari perhatian para pengikut setianya.
Rekam Jejak Kontroversi di Ruang Publik
Sebagai figur publik yang setiap hari gerak-geriknya tersorot kamera, perjalanan karier Ustaz Syam tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sepanjang perjalanannya di dunia dakwah, ia tercatat beberapa kali sempat berhadapan dengan badai kritik hingga isu sensitif di tengah masyarakat:
- Pernyataan Kontroversial Mengenai Surga (2017): Di awal kemunculannya, ia sempat menuai kecaman keras dari publik dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akibat materi ceramah yang dinilai keliru mengenai kenikmatan surgawi. Menyadari kekhilafan lidah (sabqul lisan), ia secara kesatria mendatangi kantor MUI untuk meminta maaf secara terbuka.
- Insiden Salah Ucap di Televisi (2021): Dalam siaran langsung program religi swasta, ia sempat tidak sengaja melafalkan kata yang kurang pantas akibat kesalahan ucap spontan. Pihak stasiun televisi dan dirinya langsung bergerak cepat menyampaikan klarifikasi bahwa insiden tersebut murni kesalahan teknis lidah tanpa ada unsur kesengajaan.
- Terseret Isu Nama Serupa (2026): Namanya sempat mendadak ramai diperbincangkan warganet akibat kesamaan inisial nama dengan kasus dugaan pelecehan seksual, yang dengan cepat terbukti tidak memiliki kaitan sama sekali dengan dirinya.
- Sorotan Unggahan Kemesraan: Sebagai pasangan muda yang aktif berm media sosial, ia dan istrinya sempat mendapat kritik ringan dari sebagian pengikut yang mengkhawatirkan dampak ain, yang ditanggapinya secara santai dan positif.
Kesimpulan
Polemik yang mengiringi kehadiran Ustaz Syam El Marusy di pernikahan Nathalie Holscher memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya kepekaan sosial dan etika komunikasi, khususnya bagi seorang figur publik berlatar belakang pemuka agama. Nasihat yang dibalut dengan candaan kasual—yang awalnya dimaksudkan untuk mencairkan suasana—justru menuai kritik tajam dan sorotan negatif dari masyarakat lantaran dinilai menyentuh ranah personal di ruang terbuka.
Peristiwa ini, bila ditarik dalam garis besar perjalanan kariernya, melengkapi dinamika hidup sang pendakwah milenial yang sejak awal tidak pernah lepas dari sorotan, baik melalui prestasi akademis, transformasi karier dari balik layar, hingga berbagai catatan kontroversi di masa lalu. Pada akhirnya, kasus ini menjadi refleksi penting bahwa seiring dengan tingginya popularitas dan kedekatan dengan publik, batasan antara keakraban, humor, dan adab kesopanan tetap menjadi tolok ukur utama yang senantiasa diawasi secara kritis oleh masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









