Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 18:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
  • Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Haru Guru PPPK Sumedang: Terima Gaji Rp50 Ribu, Tersisa Rp15 Ribu Usai Potong BPJS

By Aga GustianaSenin, 9 Februari 2026 20:57 WIB3 Mins Read
Viral kisah guru PPPK di Sumedang digaji Rp50 ribu. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat maya tengah dihebohkan oleh pengakuan jujur seorang guru di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Fildzah Nur Amalina, seorang pendidik berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, mendadak viral setelah mengungkap nominal honorarium yang diterimanya yang jauh dari kata cukup.

Kisah ini pertama kali mencuat melalui unggahan video yang memperlihatkan dedikasi Fildzah di ruang kelas, kontras dengan bukti transfer gaji sebesar Rp50.000 yang tertera dalam cuplikan tersebut.

Fakta di Balik Angka Rp15 Ribu

Kehebohan bermula saat Fildzah melihat rekan-rekan seprofesinya saling berbagi rincian gaji di grup WhatsApp pada awal Februari 2026. Ia terhenyak mendapati kenyataan bahwa nominal yang diterima sangat minim, bahkan nyaris habis setelah dipotong iuran wajib.

“Video yang saya unggah tentang gaji guru Rp50.000, dipotong BPJS hingga tersisa Rp15.000, bukanlah keluhan,” tegas Fildzah dalam video klarifikasinya, Senin (9/2/2026).

Bagi Fildzah, unggahan tersebut bukanlah bentuk protes, melainkan sebuah potret buram yang nyata di lapangan. “Itu adalah cerita nyata dari perjalanan saya sebagai seorang guru, dan juga gambaran dari perjuangan banyak rekan guru lainnya,” tambahnya.

Cinta Profesi di Tengah Keterbatasan

Meski angka yang masuk ke rekeningnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, Fildzah menyatakan komitmennya untuk tidak menyerah. Ia mengaku memahami kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang yang memiliki keterbatasan anggaran.

Alih-alih menyalahkan keadaan, ia memilih untuk tetap konsisten menjalankan tugas mulianya mencerdaskan anak bangsa.

“Saya ingin menegaskan dengan tulus, saya tidak menyesal menjadi guru. Saya tetap mencintai profesi ini sepenuh hati,” terang Fildzah. Ia memastikan bahwa minimnya gaji tidak akan menyurutkan semangat mengajarnya. “Di tengah keterbatasan, saya tetap datang ke sekolah, tetap mengajar, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak.”

Suara Hati Pendidik Paruh Waktu

Fildzah menekankan bahwa ia tidak berniat menyudutkan pihak manapun, termasuk Pemerintah Daerah. Ia memahami bahwa skema PPPK paruh waktu memang memiliki tantangan tersendiri dalam hal pengupahan.

“Saya tidak menyalahkan pihak Pemda yang saat ini hanya mampu memberikan gaji PPPK paruh waktu sebesar Rp50.000,” tegasnya. “Kami memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari realita yang sedang dihadapi bersama.”

Namun, ia juga tak menampik bahwa bertahan hidup dengan nominal tersebut adalah sebuah perjuangan yang berat.

“Namun di balik pemahaman itu, tidak bisa dipungkiri bahwa kami para guru tetap merasakan pahitnya perjuangan. Dengan penghasilan yang sangat minim, kami harus bertahan, mengatur ulang kebutuhan hidup, dan tetap menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik tanpa mengurangi kualitas pengabdian,” jelas Fildzah.

Menutup pernyataannya, Fildzah menegaskan kebanggaannya sebagai seorang guru. Ia berharap ceritanya menjadi pengingat akan dedikasi para pendidik yang tetap bertahan meski dalam impitan ekonomi.

“Saya bangga menjadi guru. Kami bangga menjadi guru. Dan selama masih diberi kekuatan, kami akan tetap mengabdi, meski dalam keterbatasan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Fildzah Nur Amalina Gaji Guru Viral Guru PPPK Pendidikan Indonesia PPPK Paruh Waktu Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.