Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger

Jumat, 28 Agustus 2026 19:02 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini

Jumat, 28 Agustus 2026 18:45 WIB

Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi

Jumat, 28 Agustus 2026 18:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger
  • Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini
  • Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi
  • Persib Siap Tempur, Teja Paku Alam Ungkap Senjata Berbahaya Manila Digger
  • Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya
  • Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah
  • Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari
  • Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Klarifikasi Herman Suryatman soal Rombongan Setda yang Kacaukan Antrean di Kirab Budaya

By SusanaRabu, 20 Agustus 2025 21:39 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman (tengah). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan klarifikasi terkait kekecewaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas rombongan Sekretariat Daerah (Setda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disebut menyerobot antrean rombongan kabupaten/kota dalam Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat.

Menurut Herman, keputusan rombongan Setda dan OPD untuk berjalan lebih dulu bukan karena kesengajaan, melainkan akibat keterlambatan rombongan kabupaten/kota yang tertinggal hampir satu jam dari jadwal semula.

“Ya kemarin yang Setda dan OPD itu kebetulan saya ada di lokasi, di Balai Kota. Rangkaian kabupaten itu tertinggal hampir satu jam. Kalau kami menunggu, berarti ada keterlambatan yang makin panjang,” kata Herman saat dikonfirmasi di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, Rabu (20/8/2025).

Herman menuturkan, ia bersama rombongan Setda dan OPD sempat menunggu sekitar 15 menit. Namun, demi mengefektifkan waktu dan mencegah jalur kirab kosong terlalu lama hingga berpotensi dimasuki kendaraan, rombongan akhirnya berjalan lebih dulu.

Baca Juga:  Pertemuan Asda Kesra se-Jabar Bahas Solusi Persoalan Makro

“Tidak ada sedikitpun niat kami ingin mendahului. Justru kami berharap rombongan kabupaten segera masuk. Tapi dicek ke arah selatan, ternyata posisinya masih jauh,” jelasnya.

Situasi ini sempat membuat Dedi Mulyadi kecewa dan meninggalkan panggung kehormatan sebelum acara selesai. Herman mengakui bahwa dirinya bersama panitia langsung mendapat evaluasi dari Dedi pada malam harinya.

Baca Juga:  Tiga Warga Meninggal dalam Acara Resepsi Putranya, Dedi Mulyadi Minta Maaf dan Beri Santunan

“Tadi malam kami langsung evaluasi dengan Pak Gubernur. Saya ditegur, karena apapun juga tidak ada prajurit yang salah. Artinya semua kembali pada pimpinan,” ungkap Herman.

Evaluasi yang dilakukan mencakup teknis pelaksanaan kirab yang dinilai masih kurang optimal. Dedi, kata Herman, menginginkan agar penyelenggaraan tahun depan bisa lebih tertib, meriah, dan sesuai konsep kirab budaya yang menampilkan rangkaian cerita sejarah daerah.

Herman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya terkait ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden tersebut.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Serius Bangun Iklim Investasi yang Baik di Jabar

“Saya Sekda Provinsi Jawa Barat menyampaikan permintaan maaf. Itu semua karena keterbatasan dan kekurangan kami di provinsi yang mungkin kurang antisipatif, terutama terkait membludaknya partisipasi dari 27 kabupaten/kota,” ucapnya.

Sebagai langkah perbaikan, Dedi Mulyadi mengarahkan agar mulai tahun depan rombongan Setda dan OPD melebur dengan rombongan kabupaten/kota. Para kepala dinas akan ditugaskan menjadi Liaison Officer (LO) yang mendampingi langsung setiap rombongan daerah.

“Pak Gubernur mengarahkan, tahun depan OPD akan larut di kabupaten/kota. Kepala OPD akan mendampingi bupati. Jadi sejak sekarang disiapkan, bukan hanya untuk 2026,” pungkas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Herman Suryatman Sekda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini

Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi

Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya

Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.