Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Tertekan? Beckham: Ini Tantangan, Bukan Beban!

Kamis, 30 April 2026 16:08 WIB

Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral, Ternyata Ini Isinya

Kamis, 30 April 2026 15:46 WIB

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Kamis, 30 April 2026 15:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Tertekan? Beckham: Ini Tantangan, Bukan Beban!
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral, Ternyata Ini Isinya
  • Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya
  • Prediksi Bhayangkara FC vs Persib: Misi Rebut Takhta di Lampung dan Adu Mekanik Pemain Kunci
  • Munster Tak Gentar! Bhayangkara Siap Gagalkan Misi Juara Persib
  • Dari Irak ke Bandung? Fakta Mengejutkan Rumor Aymen Hussein ke Persib
  • Dhani Sindir Keras Maia Estianty di Acara El Rumi: Sudah 20 Tahun Masih Main Sinetron!
  • Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Klarifikasi Herman Suryatman soal Rombongan Setda yang Kacaukan Antrean di Kirab Budaya

By SusanaRabu, 20 Agustus 2025 21:39 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman (tengah). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan klarifikasi terkait kekecewaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas rombongan Sekretariat Daerah (Setda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disebut menyerobot antrean rombongan kabupaten/kota dalam Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat.

Menurut Herman, keputusan rombongan Setda dan OPD untuk berjalan lebih dulu bukan karena kesengajaan, melainkan akibat keterlambatan rombongan kabupaten/kota yang tertinggal hampir satu jam dari jadwal semula.

“Ya kemarin yang Setda dan OPD itu kebetulan saya ada di lokasi, di Balai Kota. Rangkaian kabupaten itu tertinggal hampir satu jam. Kalau kami menunggu, berarti ada keterlambatan yang makin panjang,” kata Herman saat dikonfirmasi di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, Rabu (20/8/2025).

Herman menuturkan, ia bersama rombongan Setda dan OPD sempat menunggu sekitar 15 menit. Namun, demi mengefektifkan waktu dan mencegah jalur kirab kosong terlalu lama hingga berpotensi dimasuki kendaraan, rombongan akhirnya berjalan lebih dulu.

Baca Juga:  Hadiri Pisah Sambut Pangdam III/Siliwangi, KDM Tegaskan Komitmen Keamanan

“Tidak ada sedikitpun niat kami ingin mendahului. Justru kami berharap rombongan kabupaten segera masuk. Tapi dicek ke arah selatan, ternyata posisinya masih jauh,” jelasnya.

Situasi ini sempat membuat Dedi Mulyadi kecewa dan meninggalkan panggung kehormatan sebelum acara selesai. Herman mengakui bahwa dirinya bersama panitia langsung mendapat evaluasi dari Dedi pada malam harinya.

Baca Juga:  Konflik Yai Mim vs Sahara Belum Usai, Video Baru Picu Polemik di Media Sosial

“Tadi malam kami langsung evaluasi dengan Pak Gubernur. Saya ditegur, karena apapun juga tidak ada prajurit yang salah. Artinya semua kembali pada pimpinan,” ungkap Herman.

Evaluasi yang dilakukan mencakup teknis pelaksanaan kirab yang dinilai masih kurang optimal. Dedi, kata Herman, menginginkan agar penyelenggaraan tahun depan bisa lebih tertib, meriah, dan sesuai konsep kirab budaya yang menampilkan rangkaian cerita sejarah daerah.

Herman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya terkait ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden tersebut.

Baca Juga:  Jadi Jawara di Hasil Survei, Tim Pemenangan Dedi-Erwan Ucapkan Terima Kasih untuk Warga

“Saya Sekda Provinsi Jawa Barat menyampaikan permintaan maaf. Itu semua karena keterbatasan dan kekurangan kami di provinsi yang mungkin kurang antisipatif, terutama terkait membludaknya partisipasi dari 27 kabupaten/kota,” ucapnya.

Sebagai langkah perbaikan, Dedi Mulyadi mengarahkan agar mulai tahun depan rombongan Setda dan OPD melebur dengan rombongan kabupaten/kota. Para kepala dinas akan ditugaskan menjadi Liaison Officer (LO) yang mendampingi langsung setiap rombongan daerah.

“Pak Gubernur mengarahkan, tahun depan OPD akan larut di kabupaten/kota. Kepala OPD akan mendampingi bupati. Jadi sejak sekarang disiapkan, bukan hanya untuk 2026,” pungkas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Herman Suryatman Kirab Budaya rombongan Setda Sekda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.