Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Legendaris Cirebon Paling Hits yang Wajib Masuk Daftar Berburu Makanan

Kamis, 22 Oktober 2026 02:00 WIB
Sunset di Pantai Kejawanan

Cuma 3 Jam dari Jakarta! Ini 8 Destinasi Wisata Cirebon Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Kamis, 22 Oktober 2026 01:00 WIB

Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat

Rabu, 21 Oktober 2026 20:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Legendaris Cirebon Paling Hits yang Wajib Masuk Daftar Berburu Makanan
  • Cuma 3 Jam dari Jakarta! Ini 8 Destinasi Wisata Cirebon Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah
  • Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman
  • Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api
  • Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Klarifikasi Herman Suryatman soal Rombongan Setda yang Kacaukan Antrean di Kirab Budaya

By SusanaRabu, 20 Agustus 2025 21:39 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman (tengah). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan klarifikasi terkait kekecewaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas rombongan Sekretariat Daerah (Setda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disebut menyerobot antrean rombongan kabupaten/kota dalam Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat.

Menurut Herman, keputusan rombongan Setda dan OPD untuk berjalan lebih dulu bukan karena kesengajaan, melainkan akibat keterlambatan rombongan kabupaten/kota yang tertinggal hampir satu jam dari jadwal semula.

“Ya kemarin yang Setda dan OPD itu kebetulan saya ada di lokasi, di Balai Kota. Rangkaian kabupaten itu tertinggal hampir satu jam. Kalau kami menunggu, berarti ada keterlambatan yang makin panjang,” kata Herman saat dikonfirmasi di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, Rabu (20/8/2025).

Herman menuturkan, ia bersama rombongan Setda dan OPD sempat menunggu sekitar 15 menit. Namun, demi mengefektifkan waktu dan mencegah jalur kirab kosong terlalu lama hingga berpotensi dimasuki kendaraan, rombongan akhirnya berjalan lebih dulu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

“Tidak ada sedikitpun niat kami ingin mendahului. Justru kami berharap rombongan kabupaten segera masuk. Tapi dicek ke arah selatan, ternyata posisinya masih jauh,” jelasnya.

Situasi ini sempat membuat Dedi Mulyadi kecewa dan meninggalkan panggung kehormatan sebelum acara selesai. Herman mengakui bahwa dirinya bersama panitia langsung mendapat evaluasi dari Dedi pada malam harinya.

Baca Juga:  Survei Dedi-Erwan di Atas 70 Persen, Ace Hasan: Kita Optimis Petik Kemenangan

“Tadi malam kami langsung evaluasi dengan Pak Gubernur. Saya ditegur, karena apapun juga tidak ada prajurit yang salah. Artinya semua kembali pada pimpinan,” ungkap Herman.

Evaluasi yang dilakukan mencakup teknis pelaksanaan kirab yang dinilai masih kurang optimal. Dedi, kata Herman, menginginkan agar penyelenggaraan tahun depan bisa lebih tertib, meriah, dan sesuai konsep kirab budaya yang menampilkan rangkaian cerita sejarah daerah.

Herman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya terkait ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden tersebut.

Baca Juga:  Masalah Lingkungan dan Infrastruktur, Dedi Mulyadi Setop Tambang Parung Panjang

“Saya Sekda Provinsi Jawa Barat menyampaikan permintaan maaf. Itu semua karena keterbatasan dan kekurangan kami di provinsi yang mungkin kurang antisipatif, terutama terkait membludaknya partisipasi dari 27 kabupaten/kota,” ucapnya.

Sebagai langkah perbaikan, Dedi Mulyadi mengarahkan agar mulai tahun depan rombongan Setda dan OPD melebur dengan rombongan kabupaten/kota. Para kepala dinas akan ditugaskan menjadi Liaison Officer (LO) yang mendampingi langsung setiap rombongan daerah.

“Pak Gubernur mengarahkan, tahun depan OPD akan larut di kabupaten/kota. Kepala OPD akan mendampingi bupati. Jadi sejak sekarang disiapkan, bukan hanya untuk 2026,” pungkas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Herman Suryatman Sekda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api

Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!

Diduga Keruk APBD Rp 18,7 Miliar, Wabup Indramayu Resmi Ditahan Kejati Jabar

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.