Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kolaborasi Pusat-Daerah: Jawa Barat Jadi Pionir Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

By Aga GustianaSelasa, 10 Juni 2025 16:56 WIB4 Mins Read
Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam sebuah inisiatif ambisius untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Proyek percontohan ini secara resmi dimulai dalam acara “Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi” yang berlangsung di Ruang Auditorium MCHC Lt. I Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung, Selasa (10/6/2025).

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan rasa bangga atas kinerja Jawa Barat dalam bidang kesehatan. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada RSUP Dr. Hasan Sadikin dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas keberhasilan memisahkan bayi kembar siam, sebuah prosedur medis yang sangat kompleks dan hanya sedikit rumah sakit di Indonesia yang mampu melakukannya dengan tingkat keberhasilan tinggi seperti di Bandung.

“Ini adalah prosedur kesehatan yang paling sulit yang dilakukan di Indonesia. Gak banyak rumah sakit yang bisa, hanya Jakarta, Surabaya, dan Bandung yang rutin lakukan. Dan Bandung tuh yang selamatnya tinggi,” ujar Menkes Budi.

Peran Kunci Jawa Barat dalam Penurunan Stunting Nasional

Lebih lanjut, Menkes Budi juga memuji kontribusi signifikan Jawa Barat dalam penurunan angka stunting secara nasional. “Indonesia turun dari 21 ke 19 gara-gara Jawa Barat. Jawa Barat itu turun dari 21 ke 15,9,” paparnya.

Ia bahkan menantang Jawa Barat untuk menekan angka stunting hingga di bawah 10 persen, karena jika itu terjadi, angka stunting nasional diyakini bisa turun di bawah 50 persen.

Pilot Project di Tiga Kabupaten, Target Nol Kematian

Menkes Budi juga menyoroti fakta bahwa Jawa Barat, sebagai provinsi dengan penduduk terbanyak, otomatis memiliki jumlah kehamilan serta kasus kematian ibu dan anak yang paling tinggi. Namun, ia mengapresiasi kesediaan Jawa Barat untuk mengakui dan mengatasi masalah ini secara langsung.

“Kita akan adakan pilot project di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut. Ini adalah kabupaten-kabupaten yang kematian ibu dan anaknya tinggi,” jelasnya.

Proyek percontohan ini akan mengombinasikan kekuatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, RSUD, klinik, puskesmas, hingga bidan di lapangan. Diharapkan dalam tiga bulan, pola penanganan yang efektif dapat ditemukan dan direplikasi ke seluruh Indonesia.

Komitmen Gubernur Dedi Mulyadi: Kesehatan Warga Tanggung Jawab Negara

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri Kesehatan. Ia menceritakan bagaimana operasi kembar siam yang awalnya akan dibiayai secara personal, akhirnya ditanggung penuh oleh RSUP Dr. Hasan Sadikin berkat kebijakan Menteri Kesehatan.

“Kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat, sehingga kalau ada warga Jawa Barat memiliki problem serupa, kita sudah umumkan hari ini di media sosial saya, nomor HP yang bisa dihubungi oleh seluruh warga ketika ada hal yang darurat kesehatan,” tegas Gubernur Dedi. Ia bahkan membuka pembiayaan tanpa batas bagi masyarakat yang mengalami masalah kesehatan darurat.

Gubernur Dedi juga menargetkan angka stunting di Jawa Barat bisa turun hingga 5 persen, bahkan berharap mencapai 4 persen, melampaui target nasional. Ia juga bertekad untuk menekan angka kematian ibu dan anak yang saat ini masih berkontribusi 17% dari total nasional.

“Saya pengen angka stunting-nya nanti ke angka 5 persen. Itu lebih tinggi dari target yang penting. Ya, pengen 5 persen. Pak Menteri targetnya di bawah 10, saya pengen 5. Mudah-mudahan bisa 4, gitu,” ujar Dedi.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menimpali, “Jadi dari harapan saya, kalau bisa di bawah 8% lah, Pak.”

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Dedi kembali menegaskan ambisinya. “Ya sudah, kita pengen 4% semuanya. Saya tadi sudah kasih rambu-rambu ke Dinas Kesehatan. Coba dikasih bonus terhadap bidan pendampingnya apabila ada desanya berhasil menciptakan zero kematian ibu dan anak dan zero stunting. Nah, kepala desanya nanti kita kasih bonus agar ketua PKK-nya bergerak.”

“Nah, ini akan menjadi prioritas kita di tahun ini sehingga ke depan anak-anak Jawa Barat sehat. Baik anaknya yang balita maupun usia remaja, bahkan orang tuanya juga harus pada sehat,” tambahnya.

“Jawa Barat tuh: cager, bager, bener, pinter, singer. Jadi tahapan pertama hari ini yang kita garap adalah cager dulu. Sehat dulu. Kita sebagai Menteri Kesehatan, cager pikiran anak-anak, cager hati anak. Terima kasih,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Budi Gunadi Sadikin Dedi Mulyadi Ibu dan Bayi jawa barat Menteri Kesehatan Pencegahan dan Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.