Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi

Rabu, 10 Juni 2026 08:10 WIB

Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 06:52 WIB
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Konflik Internal Keraton Solo Memuncak, Dualisme Kepemimpinan Kembali Jadi Sorotan

By SusanaSenin, 19 Januari 2026 14:02 WIB3 Mins Read
Saatnya! Berikut adalah output sesuai permintaan Anda:.
Keraton Surakarta Hadiningrat. Foto: Wikipedia.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memanas saat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor 8 Tahun 2026 terkait penunjukan pelaksana pengelolaan cagar budaya, Minggu (18/1/2026).

Namun acara yang seharusnya berlangsung khidmat itu berubah ricuh ketika GKR Panembahan Timoer Rumbai, putri tertua Paku Buwono XIII (PB XIII), naik ke mimbar menyampaikan keberatan.

Ketegangan meningkat saat mikrofon yang digunakannya dimatikan, memicu teriakan protes dari undangan, Sentono, dan Abdi Dalem Keraton. Menanggapi situasi, Fadli Zon menghampiri GKR Timoer Rumbai dan berdiskusi dengan Permaisuri PB XIII, sebelum tetap melanjutkan penyerahan SK secara simbolis.

Menurut Fadli Zon, penunjukan pelaksana dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan pelestarian dan pemajuan kebudayaan Keraton Surakarta sekaligus memastikan penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Kita melihat dari sisi pemerintah, tujuannya untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya ini,” ujar Fadli Zon.

Baca Juga:  Fadli Zon dan Komeng Saling Dukung Hadapi Kompetisi Pemilu 2024

Keberatan Keluarga PB XIV Purboyo

Kubu PB XIV Purboyo menyatakan keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam agenda penyerahan SK. GKR Timoer Rumbai dan GRAy Devi Lelyana Dewi terdengar meminta bertemu langsung dengan Menteri Kebudayaan RI di lokasi acara.

“Kami keluarga besar Pakubuwono XIII sebetulnya seperti tidak diorangkan, tidak diundang, dan tidak dianggap. Padahal keraton ini ada tuan rumahnya,” ujar GKR Timoer Rumbai.

Pihak PB XIV Purboyo telah melayangkan surat keberatan ke Kementerian Kebudayaan dan Presiden, serta menyiapkan langkah hukum melalui kuasa hukum yang ditunjuk oleh Sinuhun PB XIV.

Kronologi Insiden Penyerahan SK

Sejak pagi hari sebelum acara, ketegangan sudah muncul. Rombongan dari kubu tertentu berupaya membuka Kori Gajahan yang terkunci dari dalam, disusul aksi dorong antar pihak dan intervensi aparat kepolisian.

Baca Juga:  Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Saat prosesi resmi dimulai, SK penunjukan KGPH Tedjowulan sebagai pelaksana pengelolaan cagar budaya diserahkan, meski tanpa prosesi simbolis, karena keberatan terbuka dari anggota keluarga keraton. Adu mulut antar kubu memuncak, mempertegas dualisme internal yang belum terselesaikan.

Akar Konflik Dualisme Kepemimpinan Keraton Solo

Perpecahan di Keraton Kasunanan Surakarta bukan fenomena baru. Konflik ini berakar dari wafatnya PB XIII pada 2 November 2025, meninggalkan kekosongan kepemimpinan karena tidak ada penunjukan pewaris yang tegas. Dua putra PB XIII masing-masing mengklaim legitimasi sebagai penerus takhta, memunculkan dua kubu bersaing:

  1. Kubu senioritas: Berpegang pada anak laki-laki tertua sebagai penerus sah sesuai paugeran (aturan adat).
  2. Kubu titah raja: Mengacu pada titah lisan PB XIII yang menunjuk putra mahkota.
Baca Juga:  Pemprov Jabar Kucurkan Rp25 Miliar untuk Lindungi Pekerja Informal dan Pelaku Seni

Ketiadaan penunjukan tertulis dan perbedaan interpretasi hak waris memperdalam konflik. Penunjukan pelaksana cagar budaya oleh Menteri Kebudayaan semakin memperumit situasi karena dinilai memihak salah satu kubu.

Dampak Konflik terhadap Keraton dan Budaya

Konflik berkepanjangan membawa sejumlah dampak serius:

  • Dualisme kepemimpinan: Dua pihak mengklaim status Paku Buwono XIV, membingungkan publik dan internal keraton.
  • Ancaman terhadap pelestarian budaya: Koordinasi internal yang terganggu bisa menghambat perawatan aset budaya dan ritual adat.
  • Retaknya hubungan keluarga dalem: Persaudaraan terpecah, menimbulkan luka sosial yang sulit dipulihkan.

Meski demikian, banyak pihak menilai musyawarah keluarga menjadi kunci untuk mengakhiri dualisme dan memulihkan martabat Keraton Solo sebagai warisan budaya bangsa.

Tanpa penyelesaian yang bijak, perpecahan berisiko terus berlarut, mengancam nilai-nilai luhur yang dijaga selama berabad-abad.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dualisme Kepemimpinan Keraton Solo Fadli Zon GKR Timoer Rumbai Keraton Kasunanan Surakarta Konflik Keraton Solo PB XIV Purboyo Penyerahan SK Menteri Kebudayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.