Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Selasa, 9 Juni 2026 17:41 WIB

Jabar Bersiap Menuju ‘Era E-Legislasi’: DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 17:38 WIB
ilustrasi bansos

BI Rate Naik Jadi 5,5%, Mata Uang Rupiah Langsung Ngamuk dan Pimpin Penguatan di Asia

Selasa, 9 Juni 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!
  • Jabar Bersiap Menuju ‘Era E-Legislasi’: DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah
  • BI Rate Naik Jadi 5,5%, Mata Uang Rupiah Langsung Ngamuk dan Pimpin Penguatan di Asia
  • Persib Bandung Siap Berubah Total? Skuad Juara Terancam Rombak Besar Musim Depan
  • Monte Equipment Naik Kelas! Brand Outdoor Lokal Ini Siap Saingi Produk Global
  • Link Video Cut Salwa Telegram Asli Banyak Dicari, Begini Fakta yang Terungkap
  • Yayasan Paseban Cetak Jejak Hijau, Andy Utama Dorong Pemulihan Ekosistem Megamendung
  • Sikapi Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Wacanakan Angkut Komunitas LGBT ke Barak Militer
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 9 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

By Aga GustianaSelasa, 9 Juni 2026 17:41 WIB3 Mins Read
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar rapat koordinasi khusus lintas sektoral di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung langsung bergerak cepat memetakan mitigasi bencana lingkungan di wilayahnya. Bertempat di Gedung Moh. Toha, Soreang pada Selasa (9/6/2026), sebuah rapat koordinasi khusus lintas sektoral digelar demi merumuskan solusi konkret atas tiga tantangan utama publik: sengkarut sampah, penanggulangan banjir, dan kesiapan menghadapi bencana kekeringan.

Rapat akbar ini menyatukan berbagai elemen strategis, mulai dari internal Pemkab Bandung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Satgas Citarum, jajaran camat, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur pentahelix yang selama ini aktif mengawal kelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa kompleksitas problem ekologis di areanya tidak bisa diselesaikan lewat kerja-kerja parsial atau ego sektoral, melainkan butuh sinergi kolektif yang padu.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kata kuncinya adalah kolaborasi. Dengan kolaborasi, kita bisa mencari solusi dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Bupati usai rakor.

Siasat Jangka Panjang Mengunci Banjir Dayeuhkolot dan Tegalluar

Salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut adalah percepatan penanganan banjir yang kerap melumpuhkan titik-titik rawan seperti kawasan Dayeuhkolot dan Tegalluar.

Baca Juga:  Jadi Venue Piala Dunia U-17, Stadion Si Jalak Harupat Diminta Tambah Lapangan Latihan

Bupati yang akrab disapa Kang Demi Supriatna (KDS) ini membeberkan bahwa BBWS segera mengeksekusi proyek normalisasi aliran sungai, khususnya menyasar area muara dan titik-titik penyumbat yang memicu luapan air. Agenda pembersihan ini nantinya akan disinergikan dengan Satgas Sungai Citarum dan tim bentukan pentahelix di tiap faskes kecamatan.

Sebagai sokongan nyata, Pemkab Bandung berencana mengusulkan pengadaan tiga unit ekskavator baru lewat mekanisme perubahan anggaran tahun 2026. Alat berat ini diproyeksikan untuk pengerukan sedimen secara berkala.

“Kita ingin ada sistem pemeliharaan yang berkesinambungan sehingga sungai tetap terjaga dan risiko banjir dapat minimalkan,” ungkap KDS.

Tak hanya itu, skenario penahanan debit air juga disiapkan lewat rencana pembangunan kolam retensi di lokasi strategis, seperti kawasan Tegalluar dan Sukamanah, guna menampung luapan air hujan sebelum lari ke hilir.

Baca Juga:  Cerita Apit dan Ombah Rasakan Manfaat Program Insentif Guru Ngaji dari Dadang Supriatna

Optimalisasi Ratusan TPS3R dan Revitalisasi Bank Sampah

Beralih ke masalah darurat sampah, KDS menyoroti keberadaan 174 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Kabupaten Bandung yang dinilai belum beroperasi secara maksimal. Pemerintah daerah dipastikan segera melakukan evaluasi total terkait fasilitas yang mangkrak sekaligus menyuntikkan dukungan operasional.

“Sambil menunggu pembangunan fasilitas pengolahan sampah regional, Pemkab Bandung juga akan mengaktifkan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bank sampah di tingkat desa,” tuturnya.

Langkah berbasis komunitas ini diyakini mampu menekan volume sampah langsung dari hulu rumah tangga. KDS juga menginstruksikan aparatur desa untuk memperketat tata kelola sampah dari level RT dan RW.

Antisipasi Kemarau: Pasokan Air Bersih dan Dana Irigasi Rp334 Miliar

Menatap ancaman kekeringan akibat kemarau panjang, Pemkab Bandung menggandeng PDAM dan BPBD untuk mengamankan pasokan air bersih bagi warga terdampak. Skema penempatan tandon dan mobil tangki air mulai dipetakan di zona-zona rawan kekeringan.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Siapkan 5.000 Tiket Nonton Piala Dunia U-17 Bagi Siswa SD dan SMP

“Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, sejak sekarang kita harus mempersiapkan lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak kekeringan,” katanya.

Di sektor penopang pangan, pembenahan infrastruktur tani terus dikebut. Dari total 546 titik daerah irigasi yang diajukan, pemerintah pusat resmi mengucurkan dana segar sebesar Rp334 miliar pada tahun anggaran ini, sementara sisanya akan dialokasikan pada termin berikutnya.

Gerakan Akar Rumput: Aparatur Sipil Negara Wajib Bawa Tumbler

Sebagai aksi nyata menekan laju limbah plastik sekali pakai, Dadang Supriatna akan segera menerbitkan instruksi khusus. Regulasi ini mewajibkan seluruh ASN, pegawai Pemkab, hingga kepala desa untuk membawa botol minum isi ulang (tumbler) saat bertugas.

Guna mendukung gerakan ini, Pemkab bersama PDAM akan menyediakan fasilitas stasiun pengisian air minum siap konsumsi (water station) di sejumlah pusat pelayanan publik.

“Kita ingin mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Pengurangan sampah harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja pemerintah,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Tegalluar Dadang Supriatna Kemarau 2026 Pemkab Bandung Soreang TPS3R Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jabar Bersiap Menuju ‘Era E-Legislasi’: DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah

ilustrasi bansos

BI Rate Naik Jadi 5,5%, Mata Uang Rupiah Langsung Ngamuk dan Pimpin Penguatan di Asia

Monte Equipment Naik Kelas! Brand Outdoor Lokal Ini Siap Saingi Produk Global

Yayasan Paseban Cetak Jejak Hijau, Andy Utama Dorong Pemulihan Ekosistem Megamendung

Sikapi Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Wacanakan Angkut Komunitas LGBT ke Barak Militer

VIRAL! Kisah Istri Pertama Berburu Madu Selama 3 Tahun Untuk Kado Ulang Tahun Sang Suami

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Viral Video ‘Rok Hijau di Dapur’, Pakar Ingatkan Bahaya Link Palsu hingga Jerat Hukum UU ITE
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Link Full Video Cut Salwa Jadi Buruan Netizen, Benarkah Ada Rekaman Asli?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.