Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026

Senin, 14 September 2026 09:05 WIB

Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya

Senin, 14 September 2026 09:00 WIB

Jadwal Main Persib Berikutnya: Tantangan Berat Kontra FC Seoul di ACL 2 Tanpa Waktu Istirahat Cukup

Senin, 14 September 2026 07:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Jadwal Main Persib Berikutnya: Tantangan Berat Kontra FC Seoul di ACL 2 Tanpa Waktu Istirahat Cukup
  • Cek Daftar Kode Redeem FF Hari Ini, 14 September 2026: Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!
  • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

By Aga GustianaSelasa, 9 Juni 2026 17:41 WIB3 Mins Read
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar rapat koordinasi khusus lintas sektoral di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung langsung bergerak cepat memetakan mitigasi bencana lingkungan di wilayahnya. Bertempat di Gedung Moh. Toha, Soreang pada Selasa (9/6/2026), sebuah rapat koordinasi khusus lintas sektoral digelar demi merumuskan solusi konkret atas tiga tantangan utama publik: sengkarut sampah, penanggulangan banjir, dan kesiapan menghadapi bencana kekeringan.

Rapat akbar ini menyatukan berbagai elemen strategis, mulai dari internal Pemkab Bandung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Satgas Citarum, jajaran camat, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur pentahelix yang selama ini aktif mengawal kelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa kompleksitas problem ekologis di areanya tidak bisa diselesaikan lewat kerja-kerja parsial atau ego sektoral, melainkan butuh sinergi kolektif yang padu.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kata kuncinya adalah kolaborasi. Dengan kolaborasi, kita bisa mencari solusi dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Bupati usai rakor.

Siasat Jangka Panjang Mengunci Banjir Dayeuhkolot dan Tegalluar

Salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut adalah percepatan penanganan banjir yang kerap melumpuhkan titik-titik rawan seperti kawasan Dayeuhkolot dan Tegalluar.

Baca Juga:  Masuk Nominasi Paritrana Award 2024, Bentuk Komitmen Pemkab Bandung Tingkatkan Perlindungan Sosial

Bupati yang akrab disapa Kang Demi Supriatna (KDS) ini membeberkan bahwa BBWS segera mengeksekusi proyek normalisasi aliran sungai, khususnya menyasar area muara dan titik-titik penyumbat yang memicu luapan air. Agenda pembersihan ini nantinya akan disinergikan dengan Satgas Sungai Citarum dan tim bentukan pentahelix di tiap faskes kecamatan.

Sebagai sokongan nyata, Pemkab Bandung berencana mengusulkan pengadaan tiga unit ekskavator baru lewat mekanisme perubahan anggaran tahun 2026. Alat berat ini diproyeksikan untuk pengerukan sedimen secara berkala.

“Kita ingin ada sistem pemeliharaan yang berkesinambungan sehingga sungai tetap terjaga dan risiko banjir dapat minimalkan,” ungkap KDS.

Tak hanya itu, skenario penahanan debit air juga disiapkan lewat rencana pembangunan kolam retensi di lokasi strategis, seperti kawasan Tegalluar dan Sukamanah, guna menampung luapan air hujan sebelum lari ke hilir.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Perkuat Sinergi dengan Kemenkeu RI, Bahas DBH dan DAU 2026

Optimalisasi Ratusan TPS3R dan Revitalisasi Bank Sampah

Beralih ke masalah darurat sampah, KDS menyoroti keberadaan 174 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Kabupaten Bandung yang dinilai belum beroperasi secara maksimal. Pemerintah daerah dipastikan segera melakukan evaluasi total terkait fasilitas yang mangkrak sekaligus menyuntikkan dukungan operasional.

“Sambil menunggu pembangunan fasilitas pengolahan sampah regional, Pemkab Bandung juga akan mengaktifkan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bank sampah di tingkat desa,” tuturnya.

Langkah berbasis komunitas ini diyakini mampu menekan volume sampah langsung dari hulu rumah tangga. KDS juga menginstruksikan aparatur desa untuk memperketat tata kelola sampah dari level RT dan RW.

Antisipasi Kemarau: Pasokan Air Bersih dan Dana Irigasi Rp334 Miliar

Menatap ancaman kekeringan akibat kemarau panjang, Pemkab Bandung menggandeng PDAM dan BPBD untuk mengamankan pasokan air bersih bagi warga terdampak. Skema penempatan tandon dan mobil tangki air mulai dipetakan di zona-zona rawan kekeringan.

Baca Juga:  Kericuhan di Samsat Soreang, Warga Protes Soal Antrian Pembayaran Pajak

“Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, sejak sekarang kita harus mempersiapkan lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak kekeringan,” katanya.

Di sektor penopang pangan, pembenahan infrastruktur tani terus dikebut. Dari total 546 titik daerah irigasi yang diajukan, pemerintah pusat resmi mengucurkan dana segar sebesar Rp334 miliar pada tahun anggaran ini, sementara sisanya akan dialokasikan pada termin berikutnya.

Gerakan Akar Rumput: Aparatur Sipil Negara Wajib Bawa Tumbler

Sebagai aksi nyata menekan laju limbah plastik sekali pakai, Dadang Supriatna akan segera menerbitkan instruksi khusus. Regulasi ini mewajibkan seluruh ASN, pegawai Pemkab, hingga kepala desa untuk membawa botol minum isi ulang (tumbler) saat bertugas.

Guna mendukung gerakan ini, Pemkab bersama PDAM akan menyediakan fasilitas stasiun pengisian air minum siap konsumsi (water station) di sejumlah pusat pelayanan publik.

“Kita ingin mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Pengurangan sampah harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja pemerintah,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dadang Supriatna Pemkab Bandung Soreang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.