Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:58 WIB
Kantor FAM Malaysia.

Terjerat Skandal Naturalisasi, Malaysia Malah Masuk Nominasi Federasi Terbaik AFC 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:25 WIB

Rekomendasi Restoran Sunda Legendaris di Garut: Nikmat Kulineran di Tengah Saung dan Udara Sejuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 10:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf
  • Terjerat Skandal Naturalisasi, Malaysia Malah Masuk Nominasi Federasi Terbaik AFC 2026
  • Rekomendasi Restoran Sunda Legendaris di Garut: Nikmat Kulineran di Tengah Saung dan Udara Sejuk
  • Misi Amankan Poin Penuh di SJH, Ini Jadwal Nonton dan Link Streaming Persib vs Persik Kediri
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Dari Roti Jadul hingga Satai Berbumbu Oncom, Ini 5 Kuliner Unik di Cianjur
  • BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui
  • Berburu Kuliner di Sukabumi, Ini 5 Tempat Makan yang Bisa Jadi Pilihan Bareng Keluarga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Soal Buzzer Berujung Doxing, Neni Nur Hayati Lawan Pemprov Jabar

By Aga GustianaSelasa, 22 Juli 2025 14:36 WIB3 Mins Read
Neni Nur Hayati
Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivis demokrasi sekaligus Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, mengambil langkah hukum setelah menjadi korban serangan digital dan doxing yang diduga melibatkan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Dalam pernyataannya, Neni menyebut serangan bermula dari unggahan video edukatif yang ia bagikan melalui TikTok pada 5 Mei 2025. Dalam video tersebut, ia mengkritisi penggunaan buzzer politik oleh sejumlah kepala daerah tanpa menyebutkan nama atau wilayah secara spesifik.

Namun, tak lama setelah unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan pada pertengahan Juli, Neni justru menjadi sasaran serangan digital secara masif. Ia menerima ancaman serius, termasuk ancaman penyiksaan dan pembunuhan, serta mendapati foto pribadinya tersebar di akun resmi Diskominfo Jabar dan sejumlah akun milik Pemprov Jabar lainnya seperti @jabarprovgoid, @humas_jabar, dan @jabarsaberhoaks.

“Saya belum pernah mendapatkan serangan digital yang sangat parah seperti sekarang. Brutalnya luar biasa, karena ancamannya itu sudah sampai pada ancaman penyiksaan dan lain sebagainya,” ujar Neni kepada media.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siap Ekspor Perdana Mangga Gedong Gincu ke Jepang

“Ini bukan hanya permasalahan hate speech atau caci maki, itu saya sudah biasa. Tapi ini sudah sampai pada ancaman nyawa, dan itu tidak bisa saya biarkan begitu saja,” lanjutnya.

Respon Pemprov Jabar Dinilai Tidak Memadai

Menanggapi polemik ini, Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, menyatakan bahwa tidak ada niat dari pihaknya untuk menyebarkan data pribadi seseorang.

“Konten Diskominfo tidak bermaksud mempublikasikan identitas seseorang ke publik,” ujar Adi. Ia menambahkan bahwa unggahan tersebut bertujuan untuk menyampaikan bahwa informasi publik seperti anggaran dapat diakses secara terbuka melalui kanal resmi yang tersedia.

Namun, penjelasan tersebut tidak memuaskan pihak Neni. Melalui kuasa hukumnya, Ikhwan Fajrojhi, ia melayangkan surat somasi kepada Pemprov Jabar dan Dinas Kominfo.

Baca Juga:  Heboh Link Video Guru Bahasa Inggris Viral, Netizen Ramai Cari Versi Full

“Hari ini kami menyampaikan somasi kepada Pemprov Jabar dan Diskominfo terkait pemasangan foto tanpa izin dalam konten yang dikaitkan dengan pernyataan Mbak Neni Nur Hayati,” ujar Ikhwan saat konferensi pers di Gedung Sate, Senin (21/7/2025).

Tuntutan: Permintaan Maaf dan Takedown Konten

Dalam somasi tersebut, Neni menuntut dua hal utama. Pertama, permintaan maaf terbuka dari Diskominfo Jabar dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kedua, penghapusan (takedown) seluruh konten yang memuat foto dirinya tanpa izin.

“Peristiwa ini sudah sangat merugikan klien kami. Kami memberi waktu 2×24 jam untuk takedown, dan 1×5 hari untuk permintaan maaf terbuka di media,” tegas Ikhwan.

Ia juga menekankan bahwa Gubernur Dedi Mulyadi sebagai kepala daerah bertanggung jawab atas tindakan instansi di bawah pemerintahannya.

Baca Juga:  Diterpa Isu Jadi Simpanan Pejabat, Shandy Aulia Batasi Komentar di Medsos

Ancaman Digital dan Peretasan Akun

Selain mendapat intimidasi secara verbal, Neni mengaku sejumlah akun media sosial miliknya diretas, termasuk akun WhatsApp dan TikTok. Ia juga menyebut ada beberapa rekan aktivis yang turut kehilangan akses ke akun pribadi mereka usai mendukung pernyataannya.

“Saya tidak hanya diserang di media sosial, tapi juga akun pribadi saya diretas. Ini jelas sudah mengarah pada bentuk pembungkaman terhadap warga negara yang kritis,” ucap Neni.

Meski kritiknya ditujukan pada kebijakan publik dan bukan personal, Neni merasa justru semakin dibungkam dan dikriminalisasi secara digital.

“Saya tidak pernah menyerang pribadi. Kritik saya selalu berbasis data dan dilakukan demi edukasi demokrasi kepada publik,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demokrasi Diskominfo Jabar media sosial Neni Nur Hayati Pemprov Jabar TikTok viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.