Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?

Minggu, 5 Juli 2026 02:00 WIB

Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Ada Derby Iberia Portugal vs Spanyol

Minggu, 5 Juli 2026 01:00 WIB

Kejutan Belum Usai, Bos Persib Beri Kisi-kisi Proyek Rahasia Setelah 10 Juli

Sabtu, 4 Juli 2026 21:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?
  • Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Ada Derby Iberia Portugal vs Spanyol
  • Kejutan Belum Usai, Bos Persib Beri Kisi-kisi Proyek Rahasia Setelah 10 Juli
  • Demi Target Asia! Persib Rombak Staf Kepelatihan, Datangkan Arsitek Fisik dan Taktik Kelas Eropa
  • Followersnya Kalahkan Populasi Negara Sendiri! Kisah Ajaib Vozinha Bikin Messi Frustrasi di Piala Dunia
  • Kode Keras di Video Perkenalan Ragnar Oratmangoen, Persib Segera Amankan Mariano Peralta?
  • Gebrakan Kelima Pangeran Biru: Ragnar Oratmangoen Resmi Merapat ke Persib Bandung
  • Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Soal Buzzer Berujung Doxing, Neni Nur Hayati Lawan Pemprov Jabar

By Aga GustianaSelasa, 22 Juli 2025 14:36 WIB3 Mins Read
Neni Nur Hayati
Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivis demokrasi sekaligus Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, mengambil langkah hukum setelah menjadi korban serangan digital dan doxing yang diduga melibatkan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Dalam pernyataannya, Neni menyebut serangan bermula dari unggahan video edukatif yang ia bagikan melalui TikTok pada 5 Mei 2025. Dalam video tersebut, ia mengkritisi penggunaan buzzer politik oleh sejumlah kepala daerah tanpa menyebutkan nama atau wilayah secara spesifik.

Namun, tak lama setelah unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan pada pertengahan Juli, Neni justru menjadi sasaran serangan digital secara masif. Ia menerima ancaman serius, termasuk ancaman penyiksaan dan pembunuhan, serta mendapati foto pribadinya tersebar di akun resmi Diskominfo Jabar dan sejumlah akun milik Pemprov Jabar lainnya seperti @jabarprovgoid, @humas_jabar, dan @jabarsaberhoaks.

“Saya belum pernah mendapatkan serangan digital yang sangat parah seperti sekarang. Brutalnya luar biasa, karena ancamannya itu sudah sampai pada ancaman penyiksaan dan lain sebagainya,” ujar Neni kepada media.

Baca Juga:  Penyebaran NII Merata, Wagub Erwan: Pendidikan Moral Diperkuat untuk Lindungi Generasi Muda

“Ini bukan hanya permasalahan hate speech atau caci maki, itu saya sudah biasa. Tapi ini sudah sampai pada ancaman nyawa, dan itu tidak bisa saya biarkan begitu saja,” lanjutnya.

Respon Pemprov Jabar Dinilai Tidak Memadai

Menanggapi polemik ini, Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, menyatakan bahwa tidak ada niat dari pihaknya untuk menyebarkan data pribadi seseorang.

“Konten Diskominfo tidak bermaksud mempublikasikan identitas seseorang ke publik,” ujar Adi. Ia menambahkan bahwa unggahan tersebut bertujuan untuk menyampaikan bahwa informasi publik seperti anggaran dapat diakses secara terbuka melalui kanal resmi yang tersedia.

Baca Juga:  Bey Minta Pemerintah Daerah Manfaatkan Pompanisasi Antisipasi Kekeringan saat Puncak Kemarau

Namun, penjelasan tersebut tidak memuaskan pihak Neni. Melalui kuasa hukumnya, Ikhwan Fajrojhi, ia melayangkan surat somasi kepada Pemprov Jabar dan Dinas Kominfo.

“Hari ini kami menyampaikan somasi kepada Pemprov Jabar dan Diskominfo terkait pemasangan foto tanpa izin dalam konten yang dikaitkan dengan pernyataan Mbak Neni Nur Hayati,” ujar Ikhwan saat konferensi pers di Gedung Sate, Senin (21/7/2025).

Tuntutan: Permintaan Maaf dan Takedown Konten

Dalam somasi tersebut, Neni menuntut dua hal utama. Pertama, permintaan maaf terbuka dari Diskominfo Jabar dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kedua, penghapusan (takedown) seluruh konten yang memuat foto dirinya tanpa izin.

“Peristiwa ini sudah sangat merugikan klien kami. Kami memberi waktu 2×24 jam untuk takedown, dan 1×5 hari untuk permintaan maaf terbuka di media,” tegas Ikhwan.

Baca Juga:  Cut Salwa Jadi Trending, Pakar Ingatkan Bahaya Klik Link Viral Tanpa Verifikasi

Ia juga menekankan bahwa Gubernur Dedi Mulyadi sebagai kepala daerah bertanggung jawab atas tindakan instansi di bawah pemerintahannya.

Ancaman Digital dan Peretasan Akun

Selain mendapat intimidasi secara verbal, Neni mengaku sejumlah akun media sosial miliknya diretas, termasuk akun WhatsApp dan TikTok. Ia juga menyebut ada beberapa rekan aktivis yang turut kehilangan akses ke akun pribadi mereka usai mendukung pernyataannya.

“Saya tidak hanya diserang di media sosial, tapi juga akun pribadi saya diretas. Ini jelas sudah mengarah pada bentuk pembungkaman terhadap warga negara yang kritis,” ucap Neni.

Meski kritiknya ditujukan pada kebijakan publik dan bukan personal, Neni merasa justru semakin dibungkam dan dikriminalisasi secara digital.

“Saya tidak pernah menyerang pribadi. Kritik saya selalu berbasis data dan dilakukan demi edukasi demokrasi kepada publik,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buzzer politik Demokrasi Diskominfo Jabar doxing kritik pemerintah media sosial Neni Nur Hayati Pemprov Jabar serangan digital TikTok viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.