Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wakil Indonesia Menggila! Alwi Farhan Kalahkan Nomor 1 Dunia Shi Yu Qi

Kamis, 28 Mei 2026 18:07 WIB

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT Hanya dengan KTP, Simak Panduan Lengkapnya!

Kamis, 28 Mei 2026 18:04 WIB

Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?

Kamis, 28 Mei 2026 17:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wakil Indonesia Menggila! Alwi Farhan Kalahkan Nomor 1 Dunia Shi Yu Qi
  • Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT Hanya dengan KTP, Simak Panduan Lengkapnya!
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
  • Viral Aksi Penganiayaan saat Konvoi Persib, Viking Persib Club: Sanksi Berat, Kartu Anggota Dicabut!
  • Pesta Juara Persib Bandung Tercoreng Aksi Pemukulan Oknum Bobotoh di Jalan Merdeka
  • Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung
  • Kuliner Bandung Terbaik! 5 Tempat Lesehan Nyaman dan Ramah Keluarga
  • Mundur dari Persib, Bojan Hodak Siapkan Fondasi untuk Era Igor Tolic
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurangi Pengangguran, Sekda Herman Sebut Konsep Teaching Factory Lulusan SMK Perlu Dipertajam

By SusanaRabu, 12 Juni 2024 18:00 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar, Herman Suryatman. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan konsep teaching factory lulusan SMK perlu terus dimatangkan dan dipertajam agar link and match dengan industri berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Sekda Herman kepada para perangkat daerah saat rapat Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja di Ruang Kerja Sekda Jabar, Gedung Sate Bandung, Rabu (12/6/2024).

Herman mengatakan berdasarkan data BPS angka pengangguran di Jabar per Februari 2024 menurun 217.000 orang dibandingkan Februari 2023, menjadi 1,79 juta orang.

Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan, lulusan SMK masih berada paling atas dengan 12,33 persen pada Februari 2024. Disusul kemudian lulusan SMA 8,98 persen.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Salurkan 122 Ton Bantuan Beras CPPD ke Sukabumi

Mengingat SMA/SMK kewenangan provinsi, maka perlu ada treatment khusus agar penyerapan tenaga kerja bisa optimal.

Menurut Herman, konsep teaching factory bisa lebih dimatangkan lagi dengan mencocokkan jenis vokasi di SMK dengan peta industri yang ada di Jabar.

Di Jabar sendiri, saat ini ada dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang berkembang, yakni KEK Rebana di Jabar utara dan KEK Lido di Jabar selatan.

Dinas Pendidikan harus berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan maupun Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menajamkan teaching factory SMK.

Baca Juga:  Segera Diresmikan Ridwan Kamil, Menara Kujang Sapasang Diklaim Bakal Jadi Ikon Wisata Kelas Dunia

“Maka hari ini dibahas dan dicari ramuan terbaik pada pertemuan rapat kali ini, harus ada kebijakan-kebijakan, yang harus kita koreksi,” ujar Herman.

Dengan kurikulum Merdeka Belajar, menurut Herman, seharusnya konsep teaching factory di SMK bisa lebih mudah.

“Kita perlu menghadirkan dukungan dengan terobosan ataupun menghadirkan kebijakan- kebijakan yang mendukung sinergi antara pembelajaran di sekolah vokasi dan industri,” jelas Herman.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jabar Nining Yuliastiani mengatakan, dengan kehadiran dua KEK, Jabar menjadi destinasi investasi padat karya dan investasi high-tech.

Baca Juga:  Terima Duplikat Bendera Pusaka, Sekda Herman: Semangat Gapai Cita-cita Indonesia

“Jawa Barat menjadi destinasi untuk industri padat modal dan hi-tech, ini komposisinya sudah terbentuk. Pada posisi itulah yang kemudian kita siapkan kualitas SDM kita,” katanya.

Menurutnya, para investor terbuka untuk lulusan SMA/SMK di Jabar asalkan memenuhi kualifikasi: jurusan sesuai dengan kebutuhan industri dan kompetensi SDM -nya dapat diandalkan.

“Mereka siap memakai tenaga kerja Jawa Barat tetapi harus qualified, memenuhi syarat, sesuai dengan kebutuhan mereka,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman Pengangguran SMK teaching factory
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tol Jagorawi

Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.