Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Selasa, 3 November 2026 08:04 WIB

Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?

Selasa, 3 November 2026 07:54 WIB

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS
  • Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.800, Menkeu Purbaya: Ini Nggak Masuk Akal!

By Aga GustianaRabu, 27 Mei 2026 18:21 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata. Perdagangan Selasa (26/5/2026) ditutup dengan rupiah yang terperosok ke posisi Rp 17.795 per dolar AS, setelah melemah 52 poin atau 0,29%. Kondisi ini membuat posisi rupiah berada di ambang batas psikologis baru di level Rp 17.800.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tampak heran dengan tren pelemahan ini. Pasalnya, indikator ekonomi domestik saat ini sebenarnya dalam kondisi yang cukup sehat dan stabil.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga:  Wagub Jabar: Cinta Rupiah Adalah Bentuk Nyata Cinta Tanah Air

Menepis Kekhawatiran APBN

Terkait pertanyaan apakah pemerintah perlu melakukan simulasi ulang atau stress test terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk merespons pelemahan ini, Purbaya menegaskan bahwa hal tersebut tidak diperlukan. Menurutnya, pemerintah sudah memiliki mitigasi yang matang, bahkan untuk skenario terburuk seperti lonjakan harga minyak dunia hingga US$ 100 per barel.

Alih-alih APBN yang stres, Purbaya justru memberikan jawaban bernada gurauan terkait situasi ini.

“Ya, saya stress. Nggak (ada stress test), kita udah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi nggak ada masalah saya nggak harus hitung ulang APBN-nya,” terang Purbaya.

Baca Juga:  Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Intervensi Pemerintah di Pasar Obligasi

Di tengah pelemahan kurs, pemerintah ternyata tidak tinggal diam. Purbaya mengungkapkan bahwa stabilitas sedang dijaga melalui intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Aksi treasury operation ini terbukti mampu mengendalikan imbal hasil (yield) obligasi tetap berada di jalur yang diinginkan, meski mata uang sedang berada di bawah tekanan.

“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” papar Menkeu.

Optimisme Aliran Modal Asing

Baca Juga:  Disenggol Purbaya, Dedi Mulyadi Melawan: Adu Data dan Integritas di Balik APBD Jabar

Purbaya optimistis bahwa selama pasar obligasi domestik tetap terjaga dan terkendali, minat investor asing untuk kembali masuk ke Indonesia akan tetap tinggi. Ia memberi sinyal bahwa pemerintah telah menyusun rencana lanjutan untuk menstabilkan nilai tukar dengan langkah yang lebih berdampak dalam waktu dekat.

“Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.