Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HARU! Pesan Terakhir Bojan Hodak untuk Bobotoh

Rabu, 27 Mei 2026 19:43 WIB

Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!

Rabu, 27 Mei 2026 19:10 WIB

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Rabu, 27 Mei 2026 18:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HARU! Pesan Terakhir Bojan Hodak untuk Bobotoh
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara
  • Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.800, Menkeu Purbaya: Ini Nggak Masuk Akal!
  • Link Video Viral Rok Hijau Ramai Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran! Pakar Ingatkan Hal Ini
  • Batal Kurbankan Sapi Matilda, Bos Hartono Ganti dengan Sapi Jumbo 1 Ton untuk Warga!
  • Kabar Gembira bagi Warga Bandung, Presiden Prabowo Instruksikan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 27 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.800, Menkeu Purbaya: Ini Nggak Masuk Akal!

By Aga GustianaRabu, 27 Mei 2026 18:21 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata. Perdagangan Selasa (26/5/2026) ditutup dengan rupiah yang terperosok ke posisi Rp 17.795 per dolar AS, setelah melemah 52 poin atau 0,29%. Kondisi ini membuat posisi rupiah berada di ambang batas psikologis baru di level Rp 17.800.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tampak heran dengan tren pelemahan ini. Pasalnya, indikator ekonomi domestik saat ini sebenarnya dalam kondisi yang cukup sehat dan stabil.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga:  Gaji PNS Segera Naik? Ini Sinyal dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menepis Kekhawatiran APBN

Terkait pertanyaan apakah pemerintah perlu melakukan simulasi ulang atau stress test terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk merespons pelemahan ini, Purbaya menegaskan bahwa hal tersebut tidak diperlukan. Menurutnya, pemerintah sudah memiliki mitigasi yang matang, bahkan untuk skenario terburuk seperti lonjakan harga minyak dunia hingga US$ 100 per barel.

Alih-alih APBN yang stres, Purbaya justru memberikan jawaban bernada gurauan terkait situasi ini.

“Ya, saya stress. Nggak (ada stress test), kita udah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi nggak ada masalah saya nggak harus hitung ulang APBN-nya,” terang Purbaya.

Baca Juga:  Trading Halt IHSG: Menkeu Purbaya Sarankan Investor Jangan Panik, Justru Momentum Beli

Intervensi Pemerintah di Pasar Obligasi

Di tengah pelemahan kurs, pemerintah ternyata tidak tinggal diam. Purbaya mengungkapkan bahwa stabilitas sedang dijaga melalui intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Aksi treasury operation ini terbukti mampu mengendalikan imbal hasil (yield) obligasi tetap berada di jalur yang diinginkan, meski mata uang sedang berada di bawah tekanan.

“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” papar Menkeu.

Optimisme Aliran Modal Asing

Baca Juga:  Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu 'Koboi' dengan Jejak Jabatan Mentereng

Purbaya optimistis bahwa selama pasar obligasi domestik tetap terjaga dan terkendali, minat investor asing untuk kembali masuk ke Indonesia akan tetap tinggi. Ia memberi sinyal bahwa pemerintah telah menyusun rencana lanjutan untuk menstabilkan nilai tukar dengan langkah yang lebih berdampak dalam waktu dekat.

“Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBN ekonomi Indonesia Kurs Dolar Pasar Obligasi Purbaya Yudhi Sadewa rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Kabar Gembira bagi Warga Bandung, Presiden Prabowo Instruksikan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Mahasiswa VS Bobotoh: Ketika Euforia Juara Persib Dianggap ‘Mengganggu’ Kaum Intelek!

Status Libur Idul Adha 2026, Ini Penjelasan Lengkap Pemerintah: Apakah 29 Mei 2026 Libur?

Heboh Dugaan ‘Permainan’ Seleksi Paskibraka 2026: Siswi Jenius Mendadak Dicoret di Babak Akhir, Ada Apa?!

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Dulu Dipuja, Dokter Cantik Ini Kini Kurus Kering Digerogoti Penyakit Misterius? Ini Fakta Mengejutkannya!
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Link Full Video Bu Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Full Viral di TikTok, Isinya Mencengangkan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.