Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak

Kamis, 18 Juni 2026 08:11 WIB

Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak

Kamis, 18 Juni 2026 07:39 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!

Kamis, 18 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak
  • Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak
  • Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • 7 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Persib dan PSM Masuk Daftar Larangan Transfer
  • Masih Fresh! Klaim Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Amankan Hadiah Gems dan Player Pack Gratis
  • Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Laporan Keuangan KAI Ungkap Kerugian Triliunan di Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

By Aga GustianaSenin, 18 Agustus 2025 15:59 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat
Kereta Cepat Whoosh. (PMJ News)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meski sudah resmi beroperasi, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga kini masih menjadi beban finansial bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat. Alih-alih mencatat keuntungan, layanan ini justru terus menanggung kerugian dalam jumlah besar.

Empat BUMN yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) harus berbagi tanggung jawab atas tumpukan utang dan beban bunga tinggi yang sebagian besar dibayarkan kepada China Development Bank (CDB). Pinjaman dari CDB menjadi sumber utama pembiayaan proyek, ditambah dana dari APBN serta penyertaan modal gabungan antara BUMN Indonesia dan perusahaan Tiongkok.

Biaya Bengkak dan Utang Menggunung

Sejak mulai dibangun pada 2016, KCJB tidak lepas dari masalah pembengkakan biaya (cost overrun). Tambahan anggaran yang muncul mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp18 triliun, jauh lebih mahal dibandingkan penawaran Jepang yang sempat diajukan sebelumnya. Kekurangan dana itu ditutup melalui tambahan pinjaman dari CDB serta suntikan APBN.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, PT KAI mencatat anak usahanya, PT PSBI, merugi Rp4,19 triliun sepanjang 2024. Tren itu berlanjut pada semester I-2025 dengan kerugian tambahan Rp1,62 triliun. Karena PSBI menjadi pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), beban utang dan kerugian KCIC ikut menekan kondisi keuangan konsorsium BUMN.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2024, PSSI Diprediksi Rugi Miliaran Rupiah

PSBI sendiri merupakan perusahaan patungan empat BUMN Indonesia, yakni PT KAI (58,53 persen), PT Wijaya Karya/WIKA (33,36 persen), PT Jasa Marga (7,08 persen), dan PTPN VIII (1,03 persen). Dari pihak Tiongkok, terdapat lima perusahaan besar yang tergabung dalam konsorsium China Railway. Hasil kolaborasi dua kubu inilah yang kemudian membentuk KCIC, dengan porsi kepemilikan 60 persen di pihak Indonesia dan 40 persen di pihak China.

Baca Juga:  Dishub Jabar Akan Benahi Jalanan Bandung Raya untuk Uji Coba BRT

Rencana Perpanjangan Hingga Surabaya

Pengalaman pahit akibat bengkaknya biaya dan tambahan utang membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam merencanakan proyek lanjutan, yaitu memperpanjang jalur kereta cepat hingga Surabaya.

Jika terwujud, perjalanan Jakarta–Surabaya ditargetkan hanya sekitar 3,5 jam, jauh lebih singkat dibandingkan 9–10 jam dengan kereta reguler. Namun, Kementerian Perhubungan masih mengkaji opsi menjadikan proyek lanjutan ini sebagai kereta semi-cepat dengan kecepatan 160–200 km/jam, bukan kereta cepat penuh seperti Jakarta–Bandung. Pertimbangan itu muncul agar biaya lebih efisien dan sesuai dengan karakter wilayah padat penduduk di sepanjang rute, seperti Cirebon, Semarang, Solo, hingga Surabaya.

Jalur yang akan digunakan pun masih diperdebatkan, apakah melalui jalur selatan, jalur utara, atau kombinasi keduanya.

Baca Juga:  Menko Luhut Bakal Lakukan Uji Coba Terakhir KCJB 6 September Sebelum Diresmikan

Arahan Presiden dan Skema Baru Pembiayaan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan instruksi tegas agar proyek ini tetap dilanjutkan. Menurutnya, visi Presiden adalah menciptakan konektivitas modern di seluruh Pulau Jawa dengan transportasi yang efisien, namun tanpa membebani APBN.

“Presiden Prabowo Subianto telah jelas memberikan arahan untuk memperpanjang Kereta Cepat Jakarta–Bandung ke Surabaya,” ujar AHY dalam pembukaan Indonesia Railway 2025 di Jakarta.

AHY menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru untuk membuka peluang investasi swasta sehingga pembiayaan tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran negara. “Ini bukan sekadar proyek lanjutan, tetapi bagian dari visi besar membangun konektivitas Jawa. Framework regulasi baru sedang dipersiapkan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BUMN KCJB kereta cepat kerugian Laporan Keuangan Proyek Infrastruktur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas

Kapolda Jabar Apresiasi Aksi Mahasiswa di DPRD Jabar Berjalan Tertib dan Kondusif

Gaduh Subsidi Sekolah Swasta Jabar: Klaim Pemprov Dibantah BMPS, Sebut Anggaran Tidak Masuk Akal

Krisis SPMB 2026 di Jabar Memanas! BMPS Sebut Sistem Semrawut dan Tak Transparan

Mahasiswa Bandung Raya Gelar Aksi Indonesia Darurat di DPRD Jabar, Bawa Replika Guillotine dan Tujuh Tuntutan

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.