Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!

Rabu, 4 November 2026 01:00 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 21:42 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Selasa, 3 November 2026 20:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
  • Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Laporan Keuangan KAI Ungkap Kerugian Triliunan di Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

By Aga GustianaSenin, 18 Agustus 2025 15:59 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat
Kereta Cepat Whoosh. (PMJ News)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meski sudah resmi beroperasi, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga kini masih menjadi beban finansial bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat. Alih-alih mencatat keuntungan, layanan ini justru terus menanggung kerugian dalam jumlah besar.

Empat BUMN yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) harus berbagi tanggung jawab atas tumpukan utang dan beban bunga tinggi yang sebagian besar dibayarkan kepada China Development Bank (CDB). Pinjaman dari CDB menjadi sumber utama pembiayaan proyek, ditambah dana dari APBN serta penyertaan modal gabungan antara BUMN Indonesia dan perusahaan Tiongkok.

Biaya Bengkak dan Utang Menggunung

Sejak mulai dibangun pada 2016, KCJB tidak lepas dari masalah pembengkakan biaya (cost overrun). Tambahan anggaran yang muncul mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp18 triliun, jauh lebih mahal dibandingkan penawaran Jepang yang sempat diajukan sebelumnya. Kekurangan dana itu ditutup melalui tambahan pinjaman dari CDB serta suntikan APBN.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, PT KAI mencatat anak usahanya, PT PSBI, merugi Rp4,19 triliun sepanjang 2024. Tren itu berlanjut pada semester I-2025 dengan kerugian tambahan Rp1,62 triliun. Karena PSBI menjadi pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), beban utang dan kerugian KCIC ikut menekan kondisi keuangan konsorsium BUMN.

Baca Juga:  Besok, Jokowi Bakal Uji Coba KCJB dari Stasiun Halim hingga Tegalluar

PSBI sendiri merupakan perusahaan patungan empat BUMN Indonesia, yakni PT KAI (58,53 persen), PT Wijaya Karya/WIKA (33,36 persen), PT Jasa Marga (7,08 persen), dan PTPN VIII (1,03 persen). Dari pihak Tiongkok, terdapat lima perusahaan besar yang tergabung dalam konsorsium China Railway. Hasil kolaborasi dua kubu inilah yang kemudian membentuk KCIC, dengan porsi kepemilikan 60 persen di pihak Indonesia dan 40 persen di pihak China.

Baca Juga:  Viral Gerbong Kereta Cepat Whoosh Bocor saat Hujan Deras, Ini Penjelasan KCIC

Rencana Perpanjangan Hingga Surabaya

Pengalaman pahit akibat bengkaknya biaya dan tambahan utang membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam merencanakan proyek lanjutan, yaitu memperpanjang jalur kereta cepat hingga Surabaya.

Jika terwujud, perjalanan Jakarta–Surabaya ditargetkan hanya sekitar 3,5 jam, jauh lebih singkat dibandingkan 9–10 jam dengan kereta reguler. Namun, Kementerian Perhubungan masih mengkaji opsi menjadikan proyek lanjutan ini sebagai kereta semi-cepat dengan kecepatan 160–200 km/jam, bukan kereta cepat penuh seperti Jakarta–Bandung. Pertimbangan itu muncul agar biaya lebih efisien dan sesuai dengan karakter wilayah padat penduduk di sepanjang rute, seperti Cirebon, Semarang, Solo, hingga Surabaya.

Jalur yang akan digunakan pun masih diperdebatkan, apakah melalui jalur selatan, jalur utara, atau kombinasi keduanya.

Baca Juga:  Cara Mendapatkan Tiket Gratis Kereta Cepat Whoosh Periode Oktober 2023

Arahan Presiden dan Skema Baru Pembiayaan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan instruksi tegas agar proyek ini tetap dilanjutkan. Menurutnya, visi Presiden adalah menciptakan konektivitas modern di seluruh Pulau Jawa dengan transportasi yang efisien, namun tanpa membebani APBN.

“Presiden Prabowo Subianto telah jelas memberikan arahan untuk memperpanjang Kereta Cepat Jakarta–Bandung ke Surabaya,” ujar AHY dalam pembukaan Indonesia Railway 2025 di Jakarta.

AHY menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru untuk membuka peluang investasi swasta sehingga pembiayaan tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran negara. “Ini bukan sekadar proyek lanjutan, tetapi bagian dari visi besar membangun konektivitas Jawa. Framework regulasi baru sedang dipersiapkan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KCJB kereta cepat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.