Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo

Jumat, 18 September 2026 14:08 WIB

Persija Jakarta Kena Sanksi Komdis PSSI Usai Lawan Persib, Total Denda Rp130 Juta

Jumat, 18 September 2026 14:05 WIB

Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan

Jumat, 18 September 2026 13:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo
  • Persija Jakarta Kena Sanksi Komdis PSSI Usai Lawan Persib, Total Denda Rp130 Juta
  • Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan
  • Rumor Ivan Susak dan Matej Markovic Muncul Lagi, Persib Masih Cari Kiper Baru?
  • Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari
  • Hasil Liga Europa: Juventus Pesta 5-0, Bournemouth Bikin Kejutan di Markas Real Sociedad
  • Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba
  • Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Laporan Keuangan KAI Ungkap Kerugian Triliunan di Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

By Aga GustianaSenin, 18 Agustus 2025 15:59 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat
Kereta Cepat Whoosh. (PMJ News)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meski sudah resmi beroperasi, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga kini masih menjadi beban finansial bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat. Alih-alih mencatat keuntungan, layanan ini justru terus menanggung kerugian dalam jumlah besar.

Empat BUMN yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) harus berbagi tanggung jawab atas tumpukan utang dan beban bunga tinggi yang sebagian besar dibayarkan kepada China Development Bank (CDB). Pinjaman dari CDB menjadi sumber utama pembiayaan proyek, ditambah dana dari APBN serta penyertaan modal gabungan antara BUMN Indonesia dan perusahaan Tiongkok.

Biaya Bengkak dan Utang Menggunung

Sejak mulai dibangun pada 2016, KCJB tidak lepas dari masalah pembengkakan biaya (cost overrun). Tambahan anggaran yang muncul mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp18 triliun, jauh lebih mahal dibandingkan penawaran Jepang yang sempat diajukan sebelumnya. Kekurangan dana itu ditutup melalui tambahan pinjaman dari CDB serta suntikan APBN.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, PT KAI mencatat anak usahanya, PT PSBI, merugi Rp4,19 triliun sepanjang 2024. Tren itu berlanjut pada semester I-2025 dengan kerugian tambahan Rp1,62 triliun. Karena PSBI menjadi pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), beban utang dan kerugian KCIC ikut menekan kondisi keuangan konsorsium BUMN.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Harapkan Flyover Ciroyom Segera Rampung

PSBI sendiri merupakan perusahaan patungan empat BUMN Indonesia, yakni PT KAI (58,53 persen), PT Wijaya Karya/WIKA (33,36 persen), PT Jasa Marga (7,08 persen), dan PTPN VIII (1,03 persen). Dari pihak Tiongkok, terdapat lima perusahaan besar yang tergabung dalam konsorsium China Railway. Hasil kolaborasi dua kubu inilah yang kemudian membentuk KCIC, dengan porsi kepemilikan 60 persen di pihak Indonesia dan 40 persen di pihak China.

Baca Juga:  Dukung KCJB, Dishub Jabar Minta Pemkot Bandung Segera Bangun Halte Shuttle di Cimekar

Rencana Perpanjangan Hingga Surabaya

Pengalaman pahit akibat bengkaknya biaya dan tambahan utang membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam merencanakan proyek lanjutan, yaitu memperpanjang jalur kereta cepat hingga Surabaya.

Jika terwujud, perjalanan Jakarta–Surabaya ditargetkan hanya sekitar 3,5 jam, jauh lebih singkat dibandingkan 9–10 jam dengan kereta reguler. Namun, Kementerian Perhubungan masih mengkaji opsi menjadikan proyek lanjutan ini sebagai kereta semi-cepat dengan kecepatan 160–200 km/jam, bukan kereta cepat penuh seperti Jakarta–Bandung. Pertimbangan itu muncul agar biaya lebih efisien dan sesuai dengan karakter wilayah padat penduduk di sepanjang rute, seperti Cirebon, Semarang, Solo, hingga Surabaya.

Jalur yang akan digunakan pun masih diperdebatkan, apakah melalui jalur selatan, jalur utara, atau kombinasi keduanya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Libatkan Pelaku UMKM saat Operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung

Arahan Presiden dan Skema Baru Pembiayaan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan instruksi tegas agar proyek ini tetap dilanjutkan. Menurutnya, visi Presiden adalah menciptakan konektivitas modern di seluruh Pulau Jawa dengan transportasi yang efisien, namun tanpa membebani APBN.

“Presiden Prabowo Subianto telah jelas memberikan arahan untuk memperpanjang Kereta Cepat Jakarta–Bandung ke Surabaya,” ujar AHY dalam pembukaan Indonesia Railway 2025 di Jakarta.

AHY menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru untuk membuka peluang investasi swasta sehingga pembiayaan tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran negara. “Ini bukan sekadar proyek lanjutan, tetapi bagian dari visi besar membangun konektivitas Jawa. Framework regulasi baru sedang dipersiapkan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KCJB kereta cepat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.