Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Siap-siap Drama! Persib vs Bali United, Adu Serang yang Tak Terhindarkan

Minggu, 12 April 2026 16:07 WIB

HEBOH! Netizen Dibuat Penasaran, Fakta Sebenarnya Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Akhirnya Terungkap

Minggu, 12 April 2026 15:25 WIB

Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!

Minggu, 12 April 2026 15:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap Drama! Persib vs Bali United, Adu Serang yang Tak Terhindarkan
  • HEBOH! Netizen Dibuat Penasaran, Fakta Sebenarnya Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Akhirnya Terungkap
  • Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!
  • Aksi Senyap 20 Tahun Terhenti! Polisi Tangkap ‘Ki Bedil’, Perakit Senjata Ilegal Kelas Atas
  • Mengejutkan! Thomas Ramdhan Tinggalkan GIGI, Singgung Adanya Penghianatan
  • Gawat! Borneo FC dan Persija Semakin Dekat, Persib Wajib Menang Lawan Bali United
  • Big Match Panas! Chelsea vs Man City Siap Bentrok, Prediksi Skor Bikin Kaget
  • Terungkap! Di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ada Ancaman Malware Serius
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Larangan Study Tour Dikritik Travel, KDM: Kalau Objeknya Sekolah, Jangan Belajar Marketing!

By SusanaRabu, 26 Februari 2025 12:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kritik dari penyelenggara travel wisata yang merasa kebijakannya terkait larangan study tour telah berdampak pada usaha mereka.

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa kebijakan yang diambil bertujuan untuk melindungi dunia pendidikan dari praktik komersialisasi yang berlebihan.

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa penyelenggara travel seharusnya fokus pada kegiatan wisata umum, bukan menjadikan siswa sebagai objek utama bisnis mereka.

Menurutnya, jika travel hanya mengandalkan perjalanan wisata sekolah, maka pendidikan bisa berubah menjadi ladang komersial yang mengesampingkan karakter dan tujuan utama pembelajaran.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Buka-Bukaan RKUD, Anggaran Publik Bisa Diakses Setiap Hari

“Saya tegaskan disini ya, travel itu kan penyelenggara kegiatan wisata kenapa harus menjadi objeknya anak sekolah, kalau mau menjadi objek anak sekolah berarti melakukan eksploitasi terhadap proses pendidikan kita, merubah pendidikan dari yang punya karakter menjadi pendidikan yang komersial,” ujar Dedi dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu (26/2/2025).

Lebih lanjut, ia menyoroti risiko yang muncul akibat minimnya standar kualitas dalam penyelenggaraan wisata sekolah.

Dedi menyinggung kasus kecelakaan bus yang membawa siswa SMK di Depok saat perjalanan wisata di Ciater, sebagai contoh buruk dari praktik ini.

“Kalau travel objeknya hanya anak sekolah, gak usah belajar marketing, itu cukup bertemu dengan kepala sekolah kasih diskon yang cukup jadi deh barang, meskipun kualitas penyelenggaraannya misalnya buruk, dan bis nya mengalami kecelakaan seperti kasus yang terjadi SMK di Depok di Ciater,” paparnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Kejujuran dan Integritas dalam Diri Pengurus Koperasi

Dedi juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya untuk dunia pendidikan, tetapi juga bertujuan menekan angka kemiskinan.

Menurutnya, banyak orang tua dengan penghasilan pas-pasan terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk kegiatan sekolah, yang akhirnya membebani ekonomi keluarga.

“Karena orang tua yang penghasilannya pas-pasan, dengan mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah yang menghabiskan anggran 4-5 juta itu bisa mendapat pada menurunnya angka kualitas hidupnya, bahkan mereka bisa pinjam kesana-kemari, ke pinjol, kemudian renternir, bank emok, kemudian bank keliling yang pada akhirnya menjadi pembebanan ekonomi dan angka kemiskinan jadi semakin meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kata Dedi Mulyadi Soal Polemik Penjualan Gas LPG 3 Kg: Seharusnya...

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk subsidi pendidikan. Namun, jika sekolah masih memberlakukan berbagai pungutan tambahan, maka subsidi tersebut kehilangan maknanya.

“Jika subsidi pendidikan tidak ada artinya karena banyak pungutan tambahan, lebih baik sekolah bayar saja,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi sekolah travel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!

Aksi Senyap 20 Tahun Terhenti! Polisi Tangkap ‘Ki Bedil’, Perakit Senjata Ilegal Kelas Atas

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Bantah Damai dengan RSHS Bandung, Nina Salehah Tunjuk 2 Pengacara

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.