Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic

Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Kamis, 30 Juli 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledia Hanifa Ungkap Kunci Sukses Pemajuan Budaya Lokal di Era Digital

By Putra JuangSabtu, 22 November 2025 16:05 WIB3 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menekankan pentingnya integrasi budaya lokal ke dalam ruang digital sebagai strategi utama pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ledia Hanifa dalam kegiatan Silaturahmi Affiliator Tiktok; Konten Digital Budaya – Budaya Lokal dalam Ekspresi Digital di Kota Cimahi, Sabtu (22/11/2025).

Ia memandang dunia digital sebagai platform yang tak hanya strategis tetapi juga esensial untuk sosialisasi, edukasi, dan pengembangan objek-objek kebudayaan di tengah masyarakat.

Ledia Hanifa mengungkapkan bahwa upaya memajukan kebudayaan harus beriringan dengan dinamika teknologi.

“Kegiatan semarak budaya kali ini adalah bagaimana mendekatkan objek-objek pemajuan kebudayaan dengan dunia digital,” ucap Ledia.

“Bagaimanapun juga, kita perlu terus mensosialisasikan objek-objek kemajuan kebudayaan kita melalui dunia digital ini,” lanjutnya.

Strategi Konten yang Sederhana dan Relevan

Menurutnya, digitalisasi budaya tidak perlu selalu harus grand atau berskala besar. Justru, konten dapat dimulai dari bentuk-bentuk yang kecil, keseharian, bahkan hal-hal yang selama ini tidak disadari merupakan bagian dari budaya lokal.

“Konten-konten yang ingin kita sosialisasikan, kita edukasikan kepada masyarakat, kita buat sedemikian rupa, sehingga mereka kemudian nanti akan berkembang dalam bentuk-bentuk yang bisa divisualisasikan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di daerah seperti Cimahi, budaya yang menonjol terkait penggunaan sampeu (singkong). Konten edukasi bisa berfokus pada pengolahan, pemanfaatan, pengembangan, hingga inovasi singkong, termasuk mendalami filosofi di baliknya.

“Nah itu jadi bagian yang didalami ya, filosofinya bukan karena dari bahwa tanahnya paling cocok untuk singkong, tapi juga ada hal-hal lain di belakang. Jadi bahan-bahan diskusi atau tidak dialog kita tentang konten-konten itu yang kita bawa ke masyarakat,” katanya.

Digital Sebagai Sumber Informasi Utama

Ledia menyebut, pemilihan digital sebagai medium utama didasari oleh fakta bahwa saat ini, sumber informasi pertama yang diakses dan dipercaya oleh masyarakat luas adalah saluran digital.

“Mengapa digital dipilih? Karena pada saat ini sumber informasi pertama masyarakat adalah dari digital dan informasi pertama itu secara umum dipercaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, tantangannya adalah menciptakan konten edukasi yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menarik segmen yang selama ini luput dari perhatian, khususnya generasi muda dan anak-anak.

Konten harus mampu memancing diskusi, keterlibatan aktif, dan dorongan bagi mereka untuk mengembangkan objek-objek kebudayaan di wilayah masing-masing.

“Terkait dengan budaya ini bagaimana menarik dan anak-anak generasi muda untuk terlibat dan juga mereka Mau berdiskusi dan juga mau mengembangkan objek-objek pemajuan kebudayaan di wilayah masing-masing,” terangnya.

Kolaborasi Lintas Batas Kunci Pengembangan Budaya

Ledia juga menegaskan bahwa pengembangan budaya lokal melalui digital sangat mungkin didukung oleh program nasional melalui mekanisme kerja sama.

“Budaya lokal bisa di-support oleh nasional? Bisa,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi lebih mudah di dunia digital. Mekanisme kerja sama memungkinkan terjadinya saling support dan saling meluaskan konten-konten yang perlu dikenali, dijaga, dan dipelihara.

Adanya inovasi baru juga dapat dengan mudah dibagikan, berkontribusi pada pengembangan kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan.

Ledia berharap upaya digitalisasi ini dapat memastikan warisan budaya lokal tetap relevan, dikenal luas, dan terus berinovasi di tengah arus informasi global.

“Kolaborasi yang lebih mudah di dunia digital adalah dengan mekanisme-mekanisme kerja sama yaitu saling support saling meluaskan konten-konten yang memang perlu dikenali, perlu dijaga, perlu dipelihara dan barangkali ada inovasi-inovasi baru yang bisa saling berbagi, baik untuk pengembangan budaya indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya digital budaya lokal Komisi X DPR konten budaya Ledia Hanifa tiktok budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.