Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Video Cut Salwa di Hotel, Warganet Cari Link Telegram Asli ‘No Sensor’

Rabu, 10 Juni 2026 12:10 WIB

Raffi Ahmad Terseret Kasus Blueray Cargo, KPK Ungkap Fakta Sebenarnya

Rabu, 10 Juni 2026 11:31 WIB

Viral! Beckham Putra Diduga Dapat Perlakuan Tidak Pantas di Stadion GBK

Rabu, 10 Juni 2026 11:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Video Cut Salwa di Hotel, Warganet Cari Link Telegram Asli ‘No Sensor’
  • Raffi Ahmad Terseret Kasus Blueray Cargo, KPK Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Viral! Beckham Putra Diduga Dapat Perlakuan Tidak Pantas di Stadion GBK
  • Buntut Kisruh Aplikasi PCMB, Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar Dicopot
  • Dicoret dari Timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026, Eduardo Camavinga Pilih ‘Naik Kelas’ di Harvard
  • Video Viral THM Karawang Berbuntut Panjang, TNM Disegel dan Tiga Orang Jadi Tersangka
  • GEGER! Pedagang Buah Keliling Jatinangor Bikin Komunitas Lari Nasional Syok, dr. Tirta Sampai Angkat Topi!
  • Ada Peluang Long Weekend! Intip Daftar Tanggal Merah dan Jadwal Libur Sekolah Juni 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledia Hanifa Ungkap Kunci Sukses Pemajuan Budaya Lokal di Era Digital

By Putra JuangSabtu, 22 November 2025 16:05 WIB3 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menekankan pentingnya integrasi budaya lokal ke dalam ruang digital sebagai strategi utama pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ledia Hanifa dalam kegiatan Silaturahmi Affiliator Tiktok; Konten Digital Budaya – Budaya Lokal dalam Ekspresi Digital di Kota Cimahi, Sabtu (22/11/2025).

Ia memandang dunia digital sebagai platform yang tak hanya strategis tetapi juga esensial untuk sosialisasi, edukasi, dan pengembangan objek-objek kebudayaan di tengah masyarakat.

Ledia Hanifa mengungkapkan bahwa upaya memajukan kebudayaan harus beriringan dengan dinamika teknologi.

“Kegiatan semarak budaya kali ini adalah bagaimana mendekatkan objek-objek pemajuan kebudayaan dengan dunia digital,” ucap Ledia.

“Bagaimanapun juga, kita perlu terus mensosialisasikan objek-objek kemajuan kebudayaan kita melalui dunia digital ini,” lanjutnya.

Strategi Konten yang Sederhana dan Relevan

Menurutnya, digitalisasi budaya tidak perlu selalu harus grand atau berskala besar. Justru, konten dapat dimulai dari bentuk-bentuk yang kecil, keseharian, bahkan hal-hal yang selama ini tidak disadari merupakan bagian dari budaya lokal.

Baca Juga:  DPR RI dan Kemenparekraf Latih Desain dan Pemasaran Produk Pelaku Ekraf di Bandung

“Konten-konten yang ingin kita sosialisasikan, kita edukasikan kepada masyarakat, kita buat sedemikian rupa, sehingga mereka kemudian nanti akan berkembang dalam bentuk-bentuk yang bisa divisualisasikan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di daerah seperti Cimahi, budaya yang menonjol terkait penggunaan sampeu (singkong). Konten edukasi bisa berfokus pada pengolahan, pemanfaatan, pengembangan, hingga inovasi singkong, termasuk mendalami filosofi di baliknya.

“Nah itu jadi bagian yang didalami ya, filosofinya bukan karena dari bahwa tanahnya paling cocok untuk singkong, tapi juga ada hal-hal lain di belakang. Jadi bahan-bahan diskusi atau tidak dialog kita tentang konten-konten itu yang kita bawa ke masyarakat,” katanya.

Digital Sebagai Sumber Informasi Utama

Ledia menyebut, pemilihan digital sebagai medium utama didasari oleh fakta bahwa saat ini, sumber informasi pertama yang diakses dan dipercaya oleh masyarakat luas adalah saluran digital.

Baca Juga:  Raih Suara Tertinggi di Dapil Jabar I dari PKS, Ledia Hanifa: Kalau Masuk Alhamdulillah

“Mengapa digital dipilih? Karena pada saat ini sumber informasi pertama masyarakat adalah dari digital dan informasi pertama itu secara umum dipercaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, tantangannya adalah menciptakan konten edukasi yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menarik segmen yang selama ini luput dari perhatian, khususnya generasi muda dan anak-anak.

Konten harus mampu memancing diskusi, keterlibatan aktif, dan dorongan bagi mereka untuk mengembangkan objek-objek kebudayaan di wilayah masing-masing.

“Terkait dengan budaya ini bagaimana menarik dan anak-anak generasi muda untuk terlibat dan juga mereka Mau berdiskusi dan juga mau mengembangkan objek-objek pemajuan kebudayaan di wilayah masing-masing,” terangnya.

Kolaborasi Lintas Batas Kunci Pengembangan Budaya

Ledia juga menegaskan bahwa pengembangan budaya lokal melalui digital sangat mungkin didukung oleh program nasional melalui mekanisme kerja sama.

Baca Juga:  Persaingan Usaha Tinggi, Ledia Hanifa Dorong Kreativitas Pelaku Ekraf Lewat Pelatihan Public Speaking

“Budaya lokal bisa di-support oleh nasional? Bisa,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi lebih mudah di dunia digital. Mekanisme kerja sama memungkinkan terjadinya saling support dan saling meluaskan konten-konten yang perlu dikenali, dijaga, dan dipelihara.

Adanya inovasi baru juga dapat dengan mudah dibagikan, berkontribusi pada pengembangan kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan.

Ledia berharap upaya digitalisasi ini dapat memastikan warisan budaya lokal tetap relevan, dikenal luas, dan terus berinovasi di tengah arus informasi global.

“Kolaborasi yang lebih mudah di dunia digital adalah dengan mekanisme-mekanisme kerja sama yaitu saling support saling meluaskan konten-konten yang memang perlu dikenali, perlu dijaga, perlu dipelihara dan barangkali ada inovasi-inovasi baru yang bisa saling berbagi, baik untuk pengembangan budaya indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya digital budaya lokal Komisi X DPR konten budaya Ledia Hanifa tiktok budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Raffi Ahmad Terseret Kasus Blueray Cargo, KPK Ungkap Fakta Sebenarnya

Buntut Kisruh Aplikasi PCMB, Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar Dicopot

Video Viral THM Karawang Berbuntut Panjang, TNM Disegel dan Tiga Orang Jadi Tersangka

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Link Full Video Cut Salwa Jadi Buruan Netizen, Benarkah Ada Rekaman Asli?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.