Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Jumat, 18 September 2026 17:22 WIB

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Jumat, 18 September 2026 17:21 WIB

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Jumat, 18 September 2026 17:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak
  • 8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ
  • Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon
  • Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang
  • Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledia Hanifa Ungkap Kunci Sukses Pemajuan Budaya Lokal di Era Digital

By Putra JuangSabtu, 22 November 2025 16:05 WIB3 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menekankan pentingnya integrasi budaya lokal ke dalam ruang digital sebagai strategi utama pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ledia Hanifa dalam kegiatan Silaturahmi Affiliator Tiktok; Konten Digital Budaya – Budaya Lokal dalam Ekspresi Digital di Kota Cimahi, Sabtu (22/11/2025).

Ia memandang dunia digital sebagai platform yang tak hanya strategis tetapi juga esensial untuk sosialisasi, edukasi, dan pengembangan objek-objek kebudayaan di tengah masyarakat.

Ledia Hanifa mengungkapkan bahwa upaya memajukan kebudayaan harus beriringan dengan dinamika teknologi.

“Kegiatan semarak budaya kali ini adalah bagaimana mendekatkan objek-objek pemajuan kebudayaan dengan dunia digital,” ucap Ledia.

“Bagaimanapun juga, kita perlu terus mensosialisasikan objek-objek kemajuan kebudayaan kita melalui dunia digital ini,” lanjutnya.

Strategi Konten yang Sederhana dan Relevan

Menurutnya, digitalisasi budaya tidak perlu selalu harus grand atau berskala besar. Justru, konten dapat dimulai dari bentuk-bentuk yang kecil, keseharian, bahkan hal-hal yang selama ini tidak disadari merupakan bagian dari budaya lokal.

Baca Juga:  Ledia Hanifa Tekankan Pentingnya Regulasi yang Adil dalam RUU Masyarakat Hukum Adat

“Konten-konten yang ingin kita sosialisasikan, kita edukasikan kepada masyarakat, kita buat sedemikian rupa, sehingga mereka kemudian nanti akan berkembang dalam bentuk-bentuk yang bisa divisualisasikan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di daerah seperti Cimahi, budaya yang menonjol terkait penggunaan sampeu (singkong). Konten edukasi bisa berfokus pada pengolahan, pemanfaatan, pengembangan, hingga inovasi singkong, termasuk mendalami filosofi di baliknya.

“Nah itu jadi bagian yang didalami ya, filosofinya bukan karena dari bahwa tanahnya paling cocok untuk singkong, tapi juga ada hal-hal lain di belakang. Jadi bahan-bahan diskusi atau tidak dialog kita tentang konten-konten itu yang kita bawa ke masyarakat,” katanya.

Digital Sebagai Sumber Informasi Utama

Ledia menyebut, pemilihan digital sebagai medium utama didasari oleh fakta bahwa saat ini, sumber informasi pertama yang diakses dan dipercaya oleh masyarakat luas adalah saluran digital.

Baca Juga:  Pagelaran Wayang Golek di Bandung, Strategi Bangkitkan Minat Generasi Muda

“Mengapa digital dipilih? Karena pada saat ini sumber informasi pertama masyarakat adalah dari digital dan informasi pertama itu secara umum dipercaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, tantangannya adalah menciptakan konten edukasi yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menarik segmen yang selama ini luput dari perhatian, khususnya generasi muda dan anak-anak.

Konten harus mampu memancing diskusi, keterlibatan aktif, dan dorongan bagi mereka untuk mengembangkan objek-objek kebudayaan di wilayah masing-masing.

“Terkait dengan budaya ini bagaimana menarik dan anak-anak generasi muda untuk terlibat dan juga mereka Mau berdiskusi dan juga mau mengembangkan objek-objek pemajuan kebudayaan di wilayah masing-masing,” terangnya.

Kolaborasi Lintas Batas Kunci Pengembangan Budaya

Ledia juga menegaskan bahwa pengembangan budaya lokal melalui digital sangat mungkin didukung oleh program nasional melalui mekanisme kerja sama.

Baca Juga:  Ledia Hanifa Dorong Percepatan Pengesahan RUU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

“Budaya lokal bisa di-support oleh nasional? Bisa,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi lebih mudah di dunia digital. Mekanisme kerja sama memungkinkan terjadinya saling support dan saling meluaskan konten-konten yang perlu dikenali, dijaga, dan dipelihara.

Adanya inovasi baru juga dapat dengan mudah dibagikan, berkontribusi pada pengembangan kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan.

Ledia berharap upaya digitalisasi ini dapat memastikan warisan budaya lokal tetap relevan, dikenal luas, dan terus berinovasi di tengah arus informasi global.

“Kolaborasi yang lebih mudah di dunia digital adalah dengan mekanisme-mekanisme kerja sama yaitu saling support saling meluaskan konten-konten yang memang perlu dikenali, perlu dijaga, perlu dipelihara dan barangkali ada inovasi-inovasi baru yang bisa saling berbagi, baik untuk pengembangan budaya indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ledia Hanifa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.