Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:29 WIB

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:36 WIB

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lonjakan Kasus Virus Nipah Picu Kewaspadaan Dunia, Indonesia Siaga

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 17:38 WIB4 Mins Read
Ilustrasi virus. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Munculnya lima kasus infeksi virus Nipah di India memicu kewaspadaan internasional dan mendapat perhatian serius dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lonjakan kasus ini terjadi dalam waktu singkat, dari dua kasus awal yang tercatat pada 11 Januari 2026, menjadi lima kasus per 25 Januari 2026.

Situasi tersebut langsung memicu respons global. Sejumlah negara mulai memperketat pengawasan di pintu masuk internasional, khususnya terhadap pelaku perjalanan dari wilayah terdampak. Thailand dan Nepal tercatat sebagai negara yang lebih awal memberlakukan pengetatan bagi wisatawan dan pendatang yang memiliki riwayat perjalanan dari India maupun negara yang teridentifikasi memiliki kasus virus Nipah.

Virus Nipah kini kembali menjadi sorotan dunia karena masuk dalam kategori priority pathogen, yakni patogen dengan potensi menimbulkan wabah besar serta dampak serius terhadap kesehatan dan stabilitas sosial ekonomi.

Secara medis, infeksi virus Nipah dapat menimbulkan gangguan pernapasan akut hingga ensefalitis fatal. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun terapi spesifik untuk penyakit ini. Data dari sejumlah wabah sebelumnya menunjukkan tingkat kematian yang cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Indonesia Masih Nihil Kasus

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, memastikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum mencatat adanya kasus virus Nipah.

Baca Juga:  Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes: Jangan Panik, Mirip Flu Biasa

“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus nipah di Indonesia,” katanya dikutip Selasa (27/1/2026).

Meski demikian, pemerintah memilih langkah antisipatif. Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan situasi di India dan negara lain melalui sumber resmi serta pemantauan media internasional.

Sebagai bagian dari kewaspadaan dini, Kemenkes juga telah mengeluarkan notifikasi khusus terkait perkembangan virus Nipah yang dapat diakses melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id.

“(Kemenkes juga) Meningkatkan pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang secara langsung maupun tidak langsung dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus penyakit virus nipah,” katanya.

Pengawasan Pelaku Perjalanan Diperketat

Upaya pencegahan dilakukan melalui pengawasan ketat terhadap pelaku perjalanan internasional. Setiap warga yang kembali ke Indonesia diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia, guna mendeteksi lebih awal individu yang mengalami gejala dan memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit.

Adapun gejala awal infeksi virus Nipah meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, hingga penurunan kesadaran atau kejang yang dapat muncul hingga 14 hari setelah kepulangan dari wilayah terjangkit.

Baca Juga:  Kemenkes dan Polri Kirim 26.5 Ton Bantuan Kloter Dua Ke Palestina

Jika ditemukan indikasi gejala tersebut, Kemenkes akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Selain itu, pemantauan juga dilakukan melalui Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan, termasuk deteksi dini lewat SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit.

“Meningkatkan pengamatan dan penemuan kasus di wilayah melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di Rumah Sakit,” katanya.

Widyawati menambahkan, pemerintah terus menggencarkan edukasi pencegahan melalui media elektronik serta meningkatkan kewaspadaan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap gejala yang menyerupai infeksi virus Nipah.

IDI: Indonesia Lebih Siap Berkat Pengalaman Covid-19

Dewan Penasihat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih, menilai kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di Indonesia relatif lebih baik karena pengalaman menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut Faqih, pola penularan virus Nipah memiliki kemiripan dengan Covid-19, sehingga prosedur penanganan sudah lebih terbangun.

“Dengan pengalaman wabah Covid kemarin, saya yakin kawan-kawan di lapangan mampu (mengatasi),” katanya

Namun demikian, Faqih menekankan bahwa kesiapan tenaga medis harus diiringi dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, seperti alat pelindung diri, standar operasional yang jelas, serta manajemen rumah sakit yang responsif.

Di luar aspek penanganan, Faqih juga menegaskan pentingnya pencegahan sejak awal.

Baca Juga:  Hilang Empati di Ruang Digital! Saat Jempol Jahat Oknum Nakes Berbalik Hancurkan Karier Sendiri

“Yang concern yang sekarang saya dorong itu pemerintah, di pintu-pintu masuk itu harus dijaga betul. Kalau enggak dijaga, takut bocor itu,” ucapnya.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Kemenkes dan IDI sepakat bahwa pencegahan penularan virus Nipah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai penyebaran jika virus tersebut masuk ke Indonesia.

Widyawati menyebutkan ada enam langkah utama yang perlu dilakukan masyarakat. Mulai dari menghindari konsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar, mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh, hingga menjauhi kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga imunitas tubuh melalui pola hidup bersih dan sehat, mengikuti protokol kesehatan saat bepergian ke negara terjangkit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan setelah perjalanan.

Sementara itu, dari sisi IDI, Faqih mengingatkan kelompok masyarakat yang terbiasa mengonsumsi daging kelelawar dan daging babi untuk lebih waspada.

Kedua hewan tersebut dinilai berpotensi menjadi media penularan virus Nipah jika tidak diolah dengan benar.

“Atau kalau tetap kepengin ya dimasak betul sampai masak,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kemenkes
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.