bukamata.id – Seekor macan tutul yang berhabitat di Gunung Ciremai lepas dari kandang karantina di Lembang Park & Zoo, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga kini, upaya pencarian masih belum membuahkan hasil.
Satwa langka ini, dengan nama ilmiah Panthera pardus, kabur pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Pihak pengelola membentuk tim gabungan yang dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyisir area yang diduga menjadi persembunyiannya. Meski pencarian sudah berlangsung tiga hari, macan tutul ini belum berhasil ditangkap.
“Sampai hari ini, pencarian belum membuahkan hasil yang diharapkan,” ujar Miftah Setiawan, Humas Lembang Park & Zoo, Minggu (31/8/2025).
Masih Berkeliaran di Sekitar Perimeter Zoo
Macan tutul berusia tiga tahun itu diyakini masih berada dalam radius sekitar 1 kilometer dari kandang karantina. Pemantauan dengan drone thermal menunjukkan satwa ini masih aktif bergerak, terutama pada malam hari.
“Kami melihat pergerakannya masih mengikuti jalur yang sama, menuju arah kandang karantina. Namun ada kemungkinan ia bersembunyi di gua atau lubang dekat sungai kecil, sehingga sulit dijangkau drone atau petugas,” jelas Miftah.
Pencarian di malam hari memang terbatas efektivitasnya. Penglihatan petugas yang hanya dibantu senter tidak sebanding dengan kemampuan macan tutul sebagai hewan nokturnal.
Strategi Umpan dan Kandang Jebak
Petugas menyiapkan strategi tambahan dengan umpan berupa ayam dan domba untuk menarik perhatian macan tutul. Jika satwa mendekat, petugas sudah bersiaga dengan jaring untuk menjeratnya.
“Hingga saat ini, umpan belum ada yang disambut. Kami juga membuat kandang jebak portable agar bisa dipasang di medan sulit. Satwa ini sangat lihai bergerak di semak-semak sehingga deteksi menjadi lebih menantang,” tambah Miftah.
Pada hari ketiga pencarian, tim yang terdiri dari penembak jitu, penembak bius, penembak tulup, dan dokter hewan tetap disiagakan. Namun jumlah personel dikurangi agar macan tutul tidak merasa terancam.
“Tiga tim tetap bertugas dengan peran masing-masing, hanya jumlah personel dikurangi supaya lebih efektif dan macan tutul tidak terganggu,” kata Miftah.
Latar Belakang dan Rencana Pelepasliaran
Macan tutul ini sebelumnya ditemukan terperangkap di kantor desa di Kabupaten Kuningan. Satwa tersebut tengah menjalani observasi selama tiga hari di Lembang Park & Zoo sebelum kabur, diduga karena stres dengan lingkungan baru.
Setelah tertangkap, satwa ini akan dikembalikan ke habitat aslinya di kawasan Gunung Ciremai. Kepala BBKSDA Jawa Barat, Agus Arianto, menegaskan bahwa rencana pelepasliaran tetap dijalankan sesuai skenario awal.
“Setelah tertangkap, langsung dibawa ke Gunung Ciremai untuk dilepasliarkan karena hutannya memang di sana. Selanjutnya, observasi akan dilakukan di Lembaga Konservasi Cikembulan Garut,” ujar Agus.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










