Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kilas Balik 6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo: Dari Posisi Menteri hingga Suahasil Nazara Jabat Menkeu

Selasa, 15 September 2026 10:55 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 10.000 per Gram, Waktunya Borong?

Selasa, 15 September 2026 10:49 WIB

Lahan Alang-alang di Cihampelas KBB Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Selasa, 15 September 2026 10:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kilas Balik 6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo: Dari Posisi Menteri hingga Suahasil Nazara Jabat Menkeu
  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 10.000 per Gram, Waktunya Borong?
  • Lahan Alang-alang di Cihampelas KBB Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga
  • “Edankeun di Asia”, Jersey Baru Persib untuk Bertarung di ACL Two 2026/27
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib: Ujian Berat Maung Bandung di Laga Perdana ACL 2
  • Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!
  • Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Macan Tutul Penguasa Gunung Ciremai Lepas, Jejaknya Masih Misterius di Lembang

By Aga GustianaSenin, 1 September 2025 08:36 WIB2 Mins Read
Macan Tutul
Macan Tutul. (Foto: Ilustrasi/xiSerge dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seekor macan tutul yang berhabitat di Gunung Ciremai lepas dari kandang karantina di Lembang Park & Zoo, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga kini, upaya pencarian masih belum membuahkan hasil.

Satwa langka ini, dengan nama ilmiah Panthera pardus, kabur pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Pihak pengelola membentuk tim gabungan yang dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyisir area yang diduga menjadi persembunyiannya. Meski pencarian sudah berlangsung tiga hari, macan tutul ini belum berhasil ditangkap.

“Sampai hari ini, pencarian belum membuahkan hasil yang diharapkan,” ujar Miftah Setiawan, Humas Lembang Park & Zoo, Minggu (31/8/2025).

Masih Berkeliaran di Sekitar Perimeter Zoo

Macan tutul berusia tiga tahun itu diyakini masih berada dalam radius sekitar 1 kilometer dari kandang karantina. Pemantauan dengan drone thermal menunjukkan satwa ini masih aktif bergerak, terutama pada malam hari.

“Kami melihat pergerakannya masih mengikuti jalur yang sama, menuju arah kandang karantina. Namun ada kemungkinan ia bersembunyi di gua atau lubang dekat sungai kecil, sehingga sulit dijangkau drone atau petugas,” jelas Miftah.

Pencarian di malam hari memang terbatas efektivitasnya. Penglihatan petugas yang hanya dibantu senter tidak sebanding dengan kemampuan macan tutul sebagai hewan nokturnal.

Strategi Umpan dan Kandang Jebak

Petugas menyiapkan strategi tambahan dengan umpan berupa ayam dan domba untuk menarik perhatian macan tutul. Jika satwa mendekat, petugas sudah bersiaga dengan jaring untuk menjeratnya.

“Hingga saat ini, umpan belum ada yang disambut. Kami juga membuat kandang jebak portable agar bisa dipasang di medan sulit. Satwa ini sangat lihai bergerak di semak-semak sehingga deteksi menjadi lebih menantang,” tambah Miftah.

Pada hari ketiga pencarian, tim yang terdiri dari penembak jitu, penembak bius, penembak tulup, dan dokter hewan tetap disiagakan. Namun jumlah personel dikurangi agar macan tutul tidak merasa terancam.

“Tiga tim tetap bertugas dengan peran masing-masing, hanya jumlah personel dikurangi supaya lebih efektif dan macan tutul tidak terganggu,” kata Miftah.

Latar Belakang dan Rencana Pelepasliaran

Macan tutul ini sebelumnya ditemukan terperangkap di kantor desa di Kabupaten Kuningan. Satwa tersebut tengah menjalani observasi selama tiga hari di Lembang Park & Zoo sebelum kabur, diduga karena stres dengan lingkungan baru.

Setelah tertangkap, satwa ini akan dikembalikan ke habitat aslinya di kawasan Gunung Ciremai. Kepala BBKSDA Jawa Barat, Agus Arianto, menegaskan bahwa rencana pelepasliaran tetap dijalankan sesuai skenario awal.

“Setelah tertangkap, langsung dibawa ke Gunung Ciremai untuk dilepasliarkan karena hutannya memang di sana. Selanjutnya, observasi akan dilakukan di Lembaga Konservasi Cikembulan Garut,” ujar Agus.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kilas Balik 6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo: Dari Posisi Menteri hingga Suahasil Nazara Jabat Menkeu

Lahan Alang-alang di Cihampelas KBB Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.