Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persiapan Mepet, Igor Tolic Ungkap Tantangan Persib Jelang Kontra Persijap

Minggu, 20 September 2026 09:47 WIB

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Minggu, 20 September 2026 06:00 WIB

Lebih dari Sekadar Dodol: 11 Rekomendasi Wisata Kuliner Legendaris di Garut yang Wajib Dicoba

Minggu, 20 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persiapan Mepet, Igor Tolic Ungkap Tantangan Persib Jelang Kontra Persijap
  • 10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba
  • Lebih dari Sekadar Dodol: 11 Rekomendasi Wisata Kuliner Legendaris di Garut yang Wajib Dicoba
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Maman Abdurrahman Sebut Aplikasi Sirekap Perlu Banyak Dievaluasi

By Putra JuangRabu, 21 Februari 2024 09:38 WIB2 Mins Read
Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Maman Abdurrahman. (Foto: partaigolkar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Maman Abdurrahman menilai, dugaan penggelembungan suara Capres-Cawapres 2024 nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diakibatkan karena adanya kesalahan sistem dari aplikasi Sirekap.

Hal itu disampaikan Maman Abdurahman dalam acara ‘Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Suara Rakyat vs Sirekap’ Bersama Aiman Witjaksono, Selasa (20/2/2024).

“Tidak bermaksud untuk membela KPU, walaupun saya mengakui bahwa perlu banyak yang dievaluasi. Tapi saya lebih suka pake kata bahwa ada kesalahan dalam mentransformasikan atau mengkonversi data scan berubah menjadi data digital,” ucap Maman.

“Teknologinya seperti apa, kurang lebih itulah, jadi lebih kepada kesalahan dalam membaca scanan yang dikirim dari teman teman di TPS. Kalau saya lebih melihatnya kesitu,” tambahnya.

Baca Juga:  Jelang Pemilu, KPU Susun Rancangan Jadwal Pilpres Putaran Kedua

Oleh karena itu, ramainya dugaan penggelembungan suara yang menguntungkan pasangan 02 tidak bisa disimpulkan sebagai kecurangan. Sebab menurutnya, jumlah TPS di Indonesia ada sekitar 800 ribu.

“Banyak di medsos-medsos di TPS ini ada permasalahan, di TPS ini juga ada permasalahan, saya mau sebutkan dulu di Indonesia ini ada 800 ribu TPS, apakah apabila ada satu masalah di kabupaten di TPS satu di kabupaten A, lalu ada masalah 10 TPS di kabupaten B, lalu kita upload di media sosial, itu bisa kita jadikan alat untuk menyimpulkan bahwa terjadi sebuah upaya sistemik penggelembungan, itu kan masih terlalu jauh di tengah kondisi ada 800 ribu TPS,” tuturnya.

Baca Juga:  Jelang Debat Ketiga, KPU Rapat dengan Tim Paslon dan Pihak TV

Maman pun mencontohkan, perolehan suaranya di Kalimantan Barat itu hilang sebanyak 65 suara. Saat dilihat dari aplikasi Sirekap, ternyata suaranya masuk ke caleg lain.

“Contoh kasus saya, saya kebetulan nyaleg di Kalimantan Barat, data C1 yang di upload itu suara saya 65 di TPS itu, ternyata pada saat masuk di Sirekap itu suara 65 saya itu masuk ke Pak Kornelis PDIP. Kalau kita mau ngambil kesimpulan bahwa ada upaya menggeser suara saya bisa saja dong tetapi kan belum bisa memenuhi syarat syarat ada praktik kecurangan,” bebernya.

Baca Juga:  Curi Perhatian, Prabowo-Gibran Kompak Gunakan Baju Biru

Maman memandang, jika kesalahan tersebut karena adanya kesalahan sistem membaca dari aplikasi Sirekap. Mengingat, ini merupakan teknologi baru yang diterapkan oleh KPU.

“Ini semata mata tidak lebih tidak kurang adalah sebuah format sistem membaca scanan data dikonversi ke dalam bentuk digital. Ini kan teknologi baru yang diterapkan oleh KPU,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPU Sirekap
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.