Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang

Minggu, 8 November 2026 21:17 WIB

Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?

Minggu, 8 November 2026 19:28 WIB

Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United

Minggu, 8 November 2026 18:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang
  • Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
  • CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang
  • Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan
  • Ogah Cari Istri Baru! Demian Aditya Blak-blakan Tak Kepikiran Nikah Lagi Usai Cerai dari Sara Wijayanto
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Maman Abdurrahman Sebut Aplikasi Sirekap Perlu Banyak Dievaluasi

By Putra JuangRabu, 21 Februari 2024 09:38 WIB2 Mins Read
Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Maman Abdurrahman. (Foto: partaigolkar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Maman Abdurrahman menilai, dugaan penggelembungan suara Capres-Cawapres 2024 nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diakibatkan karena adanya kesalahan sistem dari aplikasi Sirekap.

Hal itu disampaikan Maman Abdurahman dalam acara ‘Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Suara Rakyat vs Sirekap’ Bersama Aiman Witjaksono, Selasa (20/2/2024).

“Tidak bermaksud untuk membela KPU, walaupun saya mengakui bahwa perlu banyak yang dievaluasi. Tapi saya lebih suka pake kata bahwa ada kesalahan dalam mentransformasikan atau mengkonversi data scan berubah menjadi data digital,” ucap Maman.

“Teknologinya seperti apa, kurang lebih itulah, jadi lebih kepada kesalahan dalam membaca scanan yang dikirim dari teman teman di TPS. Kalau saya lebih melihatnya kesitu,” tambahnya.

Baca Juga:  Cak Imin Protes Panelis Debat Ketiga dari Unhan, TKN: Biar KPU yang Menilai

Oleh karena itu, ramainya dugaan penggelembungan suara yang menguntungkan pasangan 02 tidak bisa disimpulkan sebagai kecurangan. Sebab menurutnya, jumlah TPS di Indonesia ada sekitar 800 ribu.

“Banyak di medsos-medsos di TPS ini ada permasalahan, di TPS ini juga ada permasalahan, saya mau sebutkan dulu di Indonesia ini ada 800 ribu TPS, apakah apabila ada satu masalah di kabupaten di TPS satu di kabupaten A, lalu ada masalah 10 TPS di kabupaten B, lalu kita upload di media sosial, itu bisa kita jadikan alat untuk menyimpulkan bahwa terjadi sebuah upaya sistemik penggelembungan, itu kan masih terlalu jauh di tengah kondisi ada 800 ribu TPS,” tuturnya.

Baca Juga:  Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres Dimulai, Berikut Mekanisme Pengambilannya

Maman pun mencontohkan, perolehan suaranya di Kalimantan Barat itu hilang sebanyak 65 suara. Saat dilihat dari aplikasi Sirekap, ternyata suaranya masuk ke caleg lain.

“Contoh kasus saya, saya kebetulan nyaleg di Kalimantan Barat, data C1 yang di upload itu suara saya 65 di TPS itu, ternyata pada saat masuk di Sirekap itu suara 65 saya itu masuk ke Pak Kornelis PDIP. Kalau kita mau ngambil kesimpulan bahwa ada upaya menggeser suara saya bisa saja dong tetapi kan belum bisa memenuhi syarat syarat ada praktik kecurangan,” bebernya.

Baca Juga:  KPU: Capres, Cawapres, Caleg Wajib Lapor Dana Kampanye Pemilu 2024

Maman memandang, jika kesalahan tersebut karena adanya kesalahan sistem membaca dari aplikasi Sirekap. Mengingat, ini merupakan teknologi baru yang diterapkan oleh KPU.

“Ini semata mata tidak lebih tidak kurang adalah sebuah format sistem membaca scanan data dikonversi ke dalam bentuk digital. Ini kan teknologi baru yang diterapkan oleh KPU,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPU Sirekap
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

CPNS

CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang

Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.