Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Live Streaming Indonesia vs Myanmar Malam Ini, Garuda Muda Siap Menggebrak AFF U-19!

Senin, 1 Juni 2026 18:48 WIB

Vell TikTok Blunder Viral! Pakar Ungkap Bahaya Link ‘Video Full’ yang Ramai Diburu

Senin, 1 Juni 2026 18:39 WIB

Harga Kedelai Meroket, Wali Kota Bandung Minta Pengusaha Tahu Efisiensi Tanpa Rusak Lingkungan

Senin, 1 Juni 2026 18:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Live Streaming Indonesia vs Myanmar Malam Ini, Garuda Muda Siap Menggebrak AFF U-19!
  • Vell TikTok Blunder Viral! Pakar Ungkap Bahaya Link ‘Video Full’ yang Ramai Diburu
  • Harga Kedelai Meroket, Wali Kota Bandung Minta Pengusaha Tahu Efisiensi Tanpa Rusak Lingkungan
  • Jadwal Super Padat Menanti, Persib Siapkan Skuad Besar untuk Musim 2026/2027
  • Menanti Hasil Kajian Pusat, Pemkot Bandung Siap Terima Manfaat Optimalisasi Bandara Husein
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ Viral di Medsos, Warganet Diimbau Jangan Asal Klik Link Ini
  • Transformasi Terminal Cicaheum: Wali Kota Bandung Pastikan Nasib Pedagang dan Sopir Angkot Terjamin
  • Kabel Udara di Bandung Segera Masuk Tanah, Pemkot Pastikan Internet Tetap Stabil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 1 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Maman Abdurrahman Sebut Aplikasi Sirekap Perlu Banyak Dievaluasi

By Putra JuangRabu, 21 Februari 2024 09:38 WIB2 Mins Read
Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Maman Abdurrahman. (Foto: partaigolkar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Maman Abdurrahman menilai, dugaan penggelembungan suara Capres-Cawapres 2024 nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diakibatkan karena adanya kesalahan sistem dari aplikasi Sirekap.

Hal itu disampaikan Maman Abdurahman dalam acara ‘Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Suara Rakyat vs Sirekap’ Bersama Aiman Witjaksono, Selasa (20/2/2024).

“Tidak bermaksud untuk membela KPU, walaupun saya mengakui bahwa perlu banyak yang dievaluasi. Tapi saya lebih suka pake kata bahwa ada kesalahan dalam mentransformasikan atau mengkonversi data scan berubah menjadi data digital,” ucap Maman.

“Teknologinya seperti apa, kurang lebih itulah, jadi lebih kepada kesalahan dalam membaca scanan yang dikirim dari teman teman di TPS. Kalau saya lebih melihatnya kesitu,” tambahnya.

Baca Juga:  Debat Cawapres Sukses, TKD Jabar Optimistis Prabowo-Gibran Menang 1 Putaran

Oleh karena itu, ramainya dugaan penggelembungan suara yang menguntungkan pasangan 02 tidak bisa disimpulkan sebagai kecurangan. Sebab menurutnya, jumlah TPS di Indonesia ada sekitar 800 ribu.

“Banyak di medsos-medsos di TPS ini ada permasalahan, di TPS ini juga ada permasalahan, saya mau sebutkan dulu di Indonesia ini ada 800 ribu TPS, apakah apabila ada satu masalah di kabupaten di TPS satu di kabupaten A, lalu ada masalah 10 TPS di kabupaten B, lalu kita upload di media sosial, itu bisa kita jadikan alat untuk menyimpulkan bahwa terjadi sebuah upaya sistemik penggelembungan, itu kan masih terlalu jauh di tengah kondisi ada 800 ribu TPS,” tuturnya.

Baca Juga:  Real Count KPU Pukul 16.00 WIB, Anies-Muhaimin 24.98% Prabowo-Gibran 57% Ganjar-Mahfud 18.02%

Maman pun mencontohkan, perolehan suaranya di Kalimantan Barat itu hilang sebanyak 65 suara. Saat dilihat dari aplikasi Sirekap, ternyata suaranya masuk ke caleg lain.

“Contoh kasus saya, saya kebetulan nyaleg di Kalimantan Barat, data C1 yang di upload itu suara saya 65 di TPS itu, ternyata pada saat masuk di Sirekap itu suara 65 saya itu masuk ke Pak Kornelis PDIP. Kalau kita mau ngambil kesimpulan bahwa ada upaya menggeser suara saya bisa saja dong tetapi kan belum bisa memenuhi syarat syarat ada praktik kecurangan,” bebernya.

Baca Juga:  KPU Ciamis Libatkan 510 Petugas Sorlip Surat Suara Pilkada 2024

Maman memandang, jika kesalahan tersebut karena adanya kesalahan sistem membaca dari aplikasi Sirekap. Mengingat, ini merupakan teknologi baru yang diterapkan oleh KPU.

“Ini semata mata tidak lebih tidak kurang adalah sebuah format sistem membaca scanan data dikonversi ke dalam bentuk digital. Ini kan teknologi baru yang diterapkan oleh KPU,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPU Maman Abdurrahman penggelembungan suara Sirekap
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Kedelai Meroket, Wali Kota Bandung Minta Pengusaha Tahu Efisiensi Tanpa Rusak Lingkungan

Menanti Hasil Kajian Pusat, Pemkot Bandung Siap Terima Manfaat Optimalisasi Bandara Husein

Transformasi Terminal Cicaheum: Wali Kota Bandung Pastikan Nasib Pedagang dan Sopir Angkot Terjamin

Kabel Udara di Bandung Segera Masuk Tanah, Pemkot Pastikan Internet Tetap Stabil

Ketika Kampus Elite Harvard Diguncang Ayat Al-Qur’an: Momen Wisuda Paling Magis dan Bersejarah Tahun Ini!

Geger! Seorang Pria Diduga Coba Bunuh Diri di JPO Cibeunying Kidul Bandung

Terpopuler
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • TEROR POCONG 2026: Bawa Sajam dan Ketuk Pintu Warga, Ternyata Ini Fakta Mengerikan di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.