bukamata.id – Suasana haru menyelimuti Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu petang. Langit Tangerang seolah ikut berduka saat pesawat yang membawa pulang tiga prajurit terbaik TNI tiba di tanah air. Ketiganya gugur saat mengemban misi mulia menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB di Lebanon.
Momen Emosional Keluarga di Samping Peti Merah Putih
Tiga peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih langsung ditempatkan di ruang persemayaman khusus. Dalam suasana yang sangat privat, hanya keluarga inti yang diizinkan mendekat untuk memberikan penghormatan pertama.
Pemandangan memilukan terlihat saat para istri dan orang tua tak kuasa membendung air mata. Sambil memeluk erat peti kayu tersebut, mereka membisikkan doa perpisahan. Salah satu momen yang paling menyentuh hati adalah kehadiran seorang bayi mungil dalam gendongan, yang turut serta menyambut kepulangan sang ayah untuk terakhir kalinya.
Kehadiran Presiden Prabowo sebagai Penguat Duka
Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung di lokasi untuk menyambut kepulangan para patriot bangsa. Tanpa sekat, Presiden menghampiri satu per satu anggota keluarga yang sedang dirundung duka mendalam.
- Sentuhan Kemanusiaan: Presiden tampak memberikan penguatan moril kepada para istri dan ibu prajurit.
- Momen Tak Terlupakan: Di tengah percakapan yang penuh empati, Presiden Prabowo sempat mencium kepala bayi dari salah satu prajurit yang gugur, sebuah gestur penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
- Penghormatan Terakhir: Sebelum prosesi usai, Presiden berdiri tegak memberikan hormat terakhir di depan ketiga peti jenazah sebagai bentuk apresiasi negara atas pengabdian mereka.
Profil Prajurit yang Gugur dalam Tugas
Ketiga prajurit yang gugur saat menjalankan misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) tersebut adalah:
- Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
- Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan
- Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon
Mereka adalah bagian dari kontingen perdamaian yang bertaruh nyawa demi stabilitas keamanan di wilayah konflik Lebanon sesuai mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Penghormatan Internasional di Beirut
Sebelum tiba di Indonesia, penghormatan militer berskala internasional telah lebih dulu dilaksanakan di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.
Sebagai simbol penghargaan dunia, pihak PBB menyematkan scarf khas PBB di atas peti jenazah mereka. Upacara tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Lebanon serta perwakilan militer dari berbagai negara sahabat, menandakan betapa besarnya jasa ketiga prajurit ini bagi perdamaian global.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










