Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 12:22 WIB

Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 12:05 WIB

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Rabu, 28 Oktober 2026 11:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
  • Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E
  • Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood
  • Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Memprihatinkan! Liga 1 Kalah Kelas dari Kamboja, Erick Thohir Siap ‘Bersih-bersih’

By Aga GustianaMinggu, 20 April 2025 15:00 WIB2 Mins Read
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (PSSI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah euforia prestasi Timnas Indonesia yang semakin dekat ke Piala Dunia 2026, ironi justru datang dari kompetisi domestik. Liga 1 Indonesia, yang merupakan kasta tertinggi sepak bola nasional, berada di posisi keenam dalam peringkat liga terbaik ASEAN, bahkan kalah dari Kamboja.

Data terbaru menunjukkan bahwa Liga 1 hanya mengumpulkan 18.653 poin, tertinggal jauh dari Thailand (54.873), Malaysia (40.039), Vietnam (35.038), Singapura (29.405), dan Kamboja (19.562). Posisi ini jelas menjadi tamparan bagi Indonesia, yang dikenal memiliki basis suporter besar dan tradisi sepak bola yang kuat.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir tidak menutup mata. Dalam wawancaranya yang dikutip dari kanal YouTube The Haye Way, Erick mengungkapkan bahwa sejak menjabat, ia telah mendorong perbaikan liga, meski mengakui PSSI tidak memiliki kendali penuh atas kompetisi.

Baca Juga: Hitung-Hitungan Juara, Ini Jadwal dan Syarat Persib Kunci Gelar Liga 1 2024/2025

Baca Juga:  Direktur PT LIB Sayangkan El Clasico Persija vs Persib Digelar di Luar Jakarta

“Liga Indonesia sudah spin-off. Kami di PSSI hanya punya 1 persen saham, sisanya dimiliki oleh klub-klub. Jadi, kami tidak bisa mengendalikan 100 persen,” ujar Erick.

Operator Liga 1, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB), memang dikelola secara mandiri oleh para pemilik klub. Erick menyebut upaya perbaikan terus dilakukan, namun membutuhkan sinergi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Joaquin Gomez Bawa Borneo FC Bangkit, Raih Kemenangan Usai Kalah Beruntun

Salah satu langkah konkret yang dilakukan PSSI adalah memerangi pengaturan skor atau match fixing, yang selama ini menjadi momok di kompetisi tanah air.

“Kalau ada yang melakukan pengaturan skor, siapapun dia, harus masuk penjara. Kami akan larang seumur hidup dari sepak bola,” tegas Erick.

Baca Juga: Bandung Lautan Solidaritas! 25 Ribu Massa Padati Jalan, Lantunkan Doa dan Dukungan untuk Palestina

Baca Juga:  Marko Simic Yakin Persija Bisa Tembus Lima Laga Berat Desember dengan Performa Terbaik

Menurutnya, pemberantasan praktik kotor ini adalah fondasi penting untuk membangun liga yang profesional dan dipercaya publik.

Meski saat ini tertinggal, Erick optimistis Liga 1 bisa bangkit dan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara pada 2030. Ia menilai dengan pembenahan sistem, manajemen klub, dan tata kelola liga yang transparan, mimpi itu bukan hal yang mustahil.

“Saya sampaikan kepada mereka, kalau kita konsisten dan mengubah seluruh manajemen, maka pada 2030 Liga 1 bisa jadi nomor satu di ASEAN,” ujar Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erick Thohir FIFA Indonesia Liga 1 PSSI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood

Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026

I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi

Intip Kekuatan Melbourne Victory: Raksasa Australia Siap Uji Ketangguhan Persib di Si Jalak Harupat

Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga

Kartu Merah Jadi Petaka, Pelatih Garudayaksa Akui Timnya Dirugikan Lawan Persib

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.