Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?

Rabu, 17 Juni 2026 03:00 WIB

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems

Rabu, 17 Juni 2026 02:00 WIB
Garena Free Fire

Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus

Rabu, 17 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menag Soroti Efisiensi Pengelolaan Dana Haji dan Koordinasi BPKH-MUI

By SusanaSenin, 6 Januari 2025 22:00 WIB2 Mins Read
Audiensi dengan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Firmansyah N. Nazaroedin, yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Senin (6/1/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya peningkatan efisiensi dalam pengelolaan dana haji.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Firmansyah N. Nazaroedin, yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Senin (6/1/2025). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief.

Dalam audiensi tersebut, Nasaruddin Umar menegaskan perlunya BPKH memiliki target yang jelas dalam menjalankan tugasnya.

Menurutnya, tanpa tujuan yang pasti, kinerja BPKH akan sulit mencapai hasil maksimal.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional, Menag Ajak Santri Lanjutkan Perjuangan Pendahulu

“BPKH perlu memiliki target yang jelas. Tanpa itu, sulit untuk mencapai hasil yang optimal. Dewan Pengawas perlu memberikan masukan yang strategis untuk meningkatkan efisiensi kerja,” ungkap Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Senin (6/1/2025).

Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya keseimbangan dalam peran Dewan Pengawas BPKH.

“Peran Dewan Pengawas harus tegas, namun tetap menjaga keseimbangan. Mereka tidak boleh terlalu terlibat dalam urusan direksi, dan begitu juga sebaliknya,” tambahnya.

Selanjutnya, Nasaruddin Umar mengingatkan soal penguatan manajemen risiko di BPKH, khususnya terkait investasi.

Baca Juga:  Menag dan Dubes AS Tandatangani MoU Perluasan Program Beasiswa Fulbright di Indonesia

“BPKH harus memperkuat manajemen risiko. Risiko investasi yang tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan kerugian yang besar,” ucapnya.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih baik antara BPKH dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Komunikasi antara BPKH dan MUI harus lebih ditingkatkan. Terdapat perbedaan asumsi terkait konsep syariah yang perlu dijembatani, agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama. Jika tidak, perbedaan tersebut akan terus menjadi kendala,” jelas Menag.

Baca Juga:  MUI Tegaskan Orang Kaya Pakai Gas LPG 3 Kg dan Pertalite Haram!

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengawas BPKH, Firmansyah N. Nazaroedin, mengakui tantangan yang dihadapi BPKH dalam meningkatkan kinerja mereka, terutama dalam koordinasi internal dan pengelolaan investasi.

Ia menjelaskan bahwa return investasi BPKH saat ini masih rendah, sekitar 6,6% hingga 6,7%, yang hampir setara dengan deposito.

“Harapan kita adalah adanya investasi langsung yang memberikan return lebih tinggi,” ujar Firmansyah, menyoroti salah satu aspek yang perlu segera diperbaiki oleh BPKH.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPKH dana haji MUI Nasaruddin Umar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.