bukamata.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya peningkatan efisiensi dalam pengelolaan dana haji.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Firmansyah N. Nazaroedin, yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Senin (6/1/2025). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief.
Dalam audiensi tersebut, Nasaruddin Umar menegaskan perlunya BPKH memiliki target yang jelas dalam menjalankan tugasnya.
Menurutnya, tanpa tujuan yang pasti, kinerja BPKH akan sulit mencapai hasil maksimal.
“BPKH perlu memiliki target yang jelas. Tanpa itu, sulit untuk mencapai hasil yang optimal. Dewan Pengawas perlu memberikan masukan yang strategis untuk meningkatkan efisiensi kerja,” ungkap Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Senin (6/1/2025).
Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya keseimbangan dalam peran Dewan Pengawas BPKH.
“Peran Dewan Pengawas harus tegas, namun tetap menjaga keseimbangan. Mereka tidak boleh terlalu terlibat dalam urusan direksi, dan begitu juga sebaliknya,” tambahnya.
Selanjutnya, Nasaruddin Umar mengingatkan soal penguatan manajemen risiko di BPKH, khususnya terkait investasi.
“BPKH harus memperkuat manajemen risiko. Risiko investasi yang tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan kerugian yang besar,” ucapnya.
Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih baik antara BPKH dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Komunikasi antara BPKH dan MUI harus lebih ditingkatkan. Terdapat perbedaan asumsi terkait konsep syariah yang perlu dijembatani, agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama. Jika tidak, perbedaan tersebut akan terus menjadi kendala,” jelas Menag.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pengawas BPKH, Firmansyah N. Nazaroedin, mengakui tantangan yang dihadapi BPKH dalam meningkatkan kinerja mereka, terutama dalam koordinasi internal dan pengelolaan investasi.
Ia menjelaskan bahwa return investasi BPKH saat ini masih rendah, sekitar 6,6% hingga 6,7%, yang hampir setara dengan deposito.
“Harapan kita adalah adanya investasi langsung yang memberikan return lebih tinggi,” ujar Firmansyah, menyoroti salah satu aspek yang perlu segera diperbaiki oleh BPKH.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










