Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menag dan Dubes AS Tandatangani MoU Perluasan Program Beasiswa Fulbright di Indonesia

By SusanaRabu, 8 Januari 2025 22:30 WIB2 Mins Read
Menag bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir hari ini menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk bekerja sama dalam perluasan Program Fulbright Departemen Luar Negeri AS. Foto: Dok. Kemenag RI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala S. Lakhdhir, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (8/1/2024) untuk memperluas Program Fulbright Departemen Luar Negeri AS.

Program ini merupakan beasiswa dari Pemerintah AS yang ditujukan untuk lembaga dan individu di bawah binaan Kementerian Agama (MORA).

Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari surat pernyataan yang ditandatangani pada akhir 2023 antara Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Diplomasi Publik, Elizabeth Allen, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama saat itu, Nizar Ali.

Kerjasama ini juga bertujuan untuk memperkuat program pertukaran pelajar dan budaya antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Baca Juga:  Baznas Jabar Salurkan Beasiswa bagi Ratusan Mahasiswa di Dalam dan Luar Negeri

“MoU ini adalah bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memperluas akses beasiswa bagi siswa dan santri dari lembaga pendidikan menengah serta civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), agar dapat melanjutkan studi di Amerika Serikat,” ungkap Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Rabu (8/1/2025).

Ia juga berbagi pengalaman pribadi sebagai salah satu penerima Fulbright Scholar yang merasakan manfaat program ini.

Dengan adanya MoU ini, kesempatan beasiswa studi dan penelitian bagi siswa, santri, mahasiswa, dan akademisi di lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama semakin terbuka lebar.

Baca Juga:  Menag Ajak Semua Pihak Satu Suara dalam Persiapan Haji 1446 H

Selain itu, MoU ini juga memungkinkan akademisi dan mahasiswa dari Amerika Serikat untuk mengajar atau melakukan penelitian bersama di lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Melalui kerjasama ini, madrasah dan pesantren juga berkesempatan mengundang Asisten Pengajar Bahasa Inggris (ETA) Fulbright AS untuk mengajar bahasa Inggris di lembaga mereka.

Dosen dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) binaan Kemenag juga dapat mengajukan beasiswa penelitian di perguruan tinggi di Amerika Serikat. Sementara itu, mahasiswa PTK dapat mendaftar untuk beasiswa studi gelar pascasarjana di perguruan tinggi Amerika.

Baca Juga:  Khabbab Abdurrosyid Raih Beasiswa BESTI, Fokus Belajar tanpa Beban Biaya Kuliah

Duta Besar AS, Kamala S. Lakhdhir, menyambut baik kemitraan ini.

“Kami sangat gembira atas kemitraan ini. Saya berharap program Fulbright dapat memberikan dampak positif bagi lembaga-lembaga dan akademisi Kementerian Agama, serta membangun hubungan jangka panjang yang bermanfaat bagi kedua negara,” ungkapnya.

Sebagai informasi, program Fulbright adalah salah satu program pertukaran akademik bergengsi dari Pemerintah AS yang dimulai pada 1947 dan telah aktif di lebih dari 160 negara.

Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak 1952 dan dikelola oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) atau Fulbright Indonesia sejak 1992.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

beasiswa Nasaruddin Umar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.