Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Ciater! Ini 15 Hidden Gems di Subang yang Bikin Feed Instagram Kamu Makin Estetik

Kamis, 14 Mei 2026 21:24 WIB

Viral TikTok! Video Guru Bahasa Inggris Bikin Geger, Netizen Cari Link Telegram

Kamis, 14 Mei 2026 20:43 WIB

Transfer Panas Persib! Striker Mahal Ini Diprediksi Tak Bertahan Lama

Kamis, 14 Mei 2026 20:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Ciater! Ini 15 Hidden Gems di Subang yang Bikin Feed Instagram Kamu Makin Estetik
  • Viral TikTok! Video Guru Bahasa Inggris Bikin Geger, Netizen Cari Link Telegram
  • Transfer Panas Persib! Striker Mahal Ini Diprediksi Tak Bertahan Lama
  • Ternyata Settingan? Terbongkar Fakta di Balik Video Viral ‘Guru vs Murid’ 6 Menit yang Buru Netizen!
  • Pulang Malam Jadi Maut! Mahasiswi Unpad Diserang OTK di Jatinangor
  • Bukan Turnamen Biasa! 64 Klub Liga 4 Rebut Tiket Promosi di Piala Presiden 2026
  • Skatepark Bukan Playground! Ibu Ini Tak Terima Ditegur Padahal Anaknya Nyaris Tertabrak!
  • Marc Klok Beri Sinyal Perang! Persib Siap Habis-Habisan Demi Gelar Juara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menag dan Dubes AS Tandatangani MoU Perluasan Program Beasiswa Fulbright di Indonesia

By SusanaRabu, 8 Januari 2025 22:30 WIB2 Mins Read
Menag bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir hari ini menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk bekerja sama dalam perluasan Program Fulbright Departemen Luar Negeri AS. Foto: Dok. Kemenag RI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala S. Lakhdhir, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (8/1/2024) untuk memperluas Program Fulbright Departemen Luar Negeri AS.

Program ini merupakan beasiswa dari Pemerintah AS yang ditujukan untuk lembaga dan individu di bawah binaan Kementerian Agama (MORA).

Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari surat pernyataan yang ditandatangani pada akhir 2023 antara Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Diplomasi Publik, Elizabeth Allen, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama saat itu, Nizar Ali.

Kerjasama ini juga bertujuan untuk memperkuat program pertukaran pelajar dan budaya antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Baca Juga:  Salah Ucap atau Salah Tafsir soal Zakat? Warganet Tuntut Menag Mundur

“MoU ini adalah bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memperluas akses beasiswa bagi siswa dan santri dari lembaga pendidikan menengah serta civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), agar dapat melanjutkan studi di Amerika Serikat,” ungkap Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Rabu (8/1/2025).

Ia juga berbagi pengalaman pribadi sebagai salah satu penerima Fulbright Scholar yang merasakan manfaat program ini.

Dengan adanya MoU ini, kesempatan beasiswa studi dan penelitian bagi siswa, santri, mahasiswa, dan akademisi di lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama semakin terbuka lebar.

Baca Juga:  Menag Tegaskan Al-Qur’an Melarang Eksploitasi Alam

Selain itu, MoU ini juga memungkinkan akademisi dan mahasiswa dari Amerika Serikat untuk mengajar atau melakukan penelitian bersama di lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Melalui kerjasama ini, madrasah dan pesantren juga berkesempatan mengundang Asisten Pengajar Bahasa Inggris (ETA) Fulbright AS untuk mengajar bahasa Inggris di lembaga mereka.

Dosen dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) binaan Kemenag juga dapat mengajukan beasiswa penelitian di perguruan tinggi di Amerika Serikat. Sementara itu, mahasiswa PTK dapat mendaftar untuk beasiswa studi gelar pascasarjana di perguruan tinggi Amerika.

Baca Juga:  Kebijakan ITB Soal Beasiswa UKT Picu Polemik, Mahasiswa Wajib Bekerja untuk Keringanan Biaya

Duta Besar AS, Kamala S. Lakhdhir, menyambut baik kemitraan ini.

“Kami sangat gembira atas kemitraan ini. Saya berharap program Fulbright dapat memberikan dampak positif bagi lembaga-lembaga dan akademisi Kementerian Agama, serta membangun hubungan jangka panjang yang bermanfaat bagi kedua negara,” ungkapnya.

Sebagai informasi, program Fulbright adalah salah satu program pertukaran akademik bergengsi dari Pemerintah AS yang dimulai pada 1947 dan telah aktif di lebih dari 160 negara.

Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak 1952 dan dikelola oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) atau Fulbright Indonesia sejak 1992.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

beasiswa Duta Besar Amerika Serikat MoU Nasaruddin Umar Program Fullbright
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pulang Malam Jadi Maut! Mahasiswi Unpad Diserang OTK di Jatinangor

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?

Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka

Sinergi Kreatif: Abizar Machmud dan Menteri LH Perkuat Gerakan Lingkungan Jabar

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.