Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Rabu, 5 Agustus 2026 05:00 WIB

Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu

Rabu, 5 Agustus 2026 04:00 WIB
Bansos

Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru

Rabu, 5 Agustus 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi
  • Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu
  • Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru
  • Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu
  • Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menelusuri Asal Usul Nama ‘Sunda’: Dari India Kuno hingga Tanah Pasundan

By Aga GustianaSenin, 16 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi, asal usul nama Sunda. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama “Sunda” kini melekat kuat sebagai identitas budaya dan geografis masyarakat di bagian barat Pulau Jawa, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat. Namun, di balik nama yang kini dikenal luas itu, tersembunyi jejak sejarah panjang yang melibatkan bahasa Sanskerta, pengaruh peradaban Hindu, serta peta kuno geografi dunia.

Makna Sunda: Cerah, Murni, dan Suci

Secara etimologis, kata “Sunda” memiliki akar yang kuat dalam bahasa Sanskerta. Istilah ini berasal dari kata sund atau suddha, yang berarti terang, bersinar, putih, dan suci. Makna spiritual dan keindahan tersebut kemudian meresap ke dalam budaya masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Tak hanya dalam bahasa Sanskerta, makna positif kata “Sunda” juga ditemukan dalam bahasa Jawa Kuno dan Bali, yang mengartikan istilah tersebut sebagai lambang kemurnian, kewaspadaan, hingga kekuasaan.

Jejak Hindu dan Teori Sejarawan Eropa

Pengaruh budaya Hindu menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan istilah Sunda. Sejarawan Belanda, Huijbert Rouffaer, menyebut bahwa nama Sunda merupakan adopsi dari peradaban Hindu yang lebih dulu masuk ke wilayah Nusantara.

Dalam berbagai literatur kolonial dan ilmiah Eropa, istilah Sunda bahkan disebut sebagai nama wilayah yang pernah ada di India bagian timur. Inilah yang membuka pandangan bahwa istilah Sunda tidak hanya terbatas pada konteks lokal, melainkan bagian dari koneksi peradaban lintas benua.

Catatan Yunani Kuno: Sunda dalam Peta Dunia Lama

Salah satu referensi tertua mengenai nama Sunda datang dari Claudius Ptolemaeus, ahli geografi asal Yunani, yang menulis pada abad ke-2 Masehi. Dalam karyanya, ia menyebut adanya tiga wilayah bernama Sunda di kawasan timur India.

Penemuan ini menjadi titik awal bagi para ahli geografi Eropa untuk menggunakan nama “Sunda” dalam penyusunan peta kawasan Asia Tenggara. Dari sinilah muncul istilah “Dataran Sunda” atau Sunda Shelf, wilayah geologi purba yang kini meliputi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Gunung Tertutup Asap dan Awal Mula Nama Sunda di Jawa

Menurut kajian filolog Gonda (1973), istilah Sunda awalnya digunakan untuk menggambarkan sebuah gunung tinggi di bagian barat Jawa yang tampak bercahaya karena tertutup asap—kemungkinan besar merujuk pada Gunung Tangkuban Parahu.

Gunung tersebut menjadi simbol alam yang sakral dan memberi inspirasi bagi penamaan wilayah. Seiring waktu, nama Sunda menjadi identitas geografis dan politis, terutama ketika digunakan sebagai nama kerajaan—Kerajaan Sunda—yang berpusat di Pakuan Pajajaran, kini dikenal sebagai Kota Bogor.

Dari Kerajaan Kuno ke Identitas Etnis

Wilayah Sunda melahirkan sejumlah kerajaan besar dalam sejarah Nusantara, di antaranya Salakanagara, Tarumanagara, Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang. Dari pusat-pusat kekuasaan ini, berkembanglah masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Suku ini dikenal luas dengan karakteristik budaya yang lembut, bahasa yang halus, serta filosofi hidup yang berakar pada nilai-nilai leluhur. Identitas Sunda terus hidup dari generasi ke generasi, menjadi bagian penting dalam mosaik kebudayaan Indonesia.

Sundalandia: Jejak Leluhur dari Daratan yang Hilang

Beberapa teori arkeologi dan genetika modern juga mengaitkan asal-usul masyarakat Sunda dengan dua hipotesis besar. Pertama, migrasi bangsa Austronesia dari Taiwan yang menyebar melalui Filipina hingga ke Pulau Jawa. Kedua, teori tentang Sundalandia—sebuah daratan purba yang kini terendam di bawah Laut Jawa dan Selat Malaka.

Sundalandia diyakini sebagai salah satu pusat peradaban awal manusia di Asia Tenggara, sebelum permukaan laut naik dan menenggelamkan wilayah itu ribuan tahun silam.

Sunda: Lebih dari Sekadar Nama

Lebih dari sekadar label geografis, Sunda merupakan representasi dari warisan sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya. Dari pengaruh India kuno, catatan ahli geografi Yunani, hingga warisan kerajaan di Nusantara, nama Sunda telah menjelma menjadi simbol peradaban yang kaya makna.

Hari ini, nama Sunda tetap hidup dan berkembang, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Sunda budaya sunda Dataran Sunda etimologi Sunda Hindu di Nusantara Kerajaan Sunda sejarah Sunda Sundalandia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu

Garena Free Fire

Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.