Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 11:58 WIB

Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina

Sabtu, 26 September 2026 10:17 WIB

Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood

Sabtu, 26 September 2026 07:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta
  • Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina
  • Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks
  • Warga Bandung Merapat! Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipajang di PVJ, Ada Meet and Greet Legenda
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menelusuri Asal Usul Nama ‘Sunda’: Dari India Kuno hingga Tanah Pasundan

By Aga GustianaSenin, 16 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi, asal usul nama Sunda. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama “Sunda” kini melekat kuat sebagai identitas budaya dan geografis masyarakat di bagian barat Pulau Jawa, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat. Namun, di balik nama yang kini dikenal luas itu, tersembunyi jejak sejarah panjang yang melibatkan bahasa Sanskerta, pengaruh peradaban Hindu, serta peta kuno geografi dunia.

Makna Sunda: Cerah, Murni, dan Suci

Secara etimologis, kata “Sunda” memiliki akar yang kuat dalam bahasa Sanskerta. Istilah ini berasal dari kata sund atau suddha, yang berarti terang, bersinar, putih, dan suci. Makna spiritual dan keindahan tersebut kemudian meresap ke dalam budaya masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Tak hanya dalam bahasa Sanskerta, makna positif kata “Sunda” juga ditemukan dalam bahasa Jawa Kuno dan Bali, yang mengartikan istilah tersebut sebagai lambang kemurnian, kewaspadaan, hingga kekuasaan.

Jejak Hindu dan Teori Sejarawan Eropa

Pengaruh budaya Hindu menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan istilah Sunda. Sejarawan Belanda, Huijbert Rouffaer, menyebut bahwa nama Sunda merupakan adopsi dari peradaban Hindu yang lebih dulu masuk ke wilayah Nusantara.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Adab Budaya Sunda Ciptakan Harmoni Sosial

Dalam berbagai literatur kolonial dan ilmiah Eropa, istilah Sunda bahkan disebut sebagai nama wilayah yang pernah ada di India bagian timur. Inilah yang membuka pandangan bahwa istilah Sunda tidak hanya terbatas pada konteks lokal, melainkan bagian dari koneksi peradaban lintas benua.

Catatan Yunani Kuno: Sunda dalam Peta Dunia Lama

Salah satu referensi tertua mengenai nama Sunda datang dari Claudius Ptolemaeus, ahli geografi asal Yunani, yang menulis pada abad ke-2 Masehi. Dalam karyanya, ia menyebut adanya tiga wilayah bernama Sunda di kawasan timur India.

Penemuan ini menjadi titik awal bagi para ahli geografi Eropa untuk menggunakan nama “Sunda” dalam penyusunan peta kawasan Asia Tenggara. Dari sinilah muncul istilah “Dataran Sunda” atau Sunda Shelf, wilayah geologi purba yang kini meliputi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Gunung Tertutup Asap dan Awal Mula Nama Sunda di Jawa

Menurut kajian filolog Gonda (1973), istilah Sunda awalnya digunakan untuk menggambarkan sebuah gunung tinggi di bagian barat Jawa yang tampak bercahaya karena tertutup asap—kemungkinan besar merujuk pada Gunung Tangkuban Parahu.

Baca Juga:  Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda

Gunung tersebut menjadi simbol alam yang sakral dan memberi inspirasi bagi penamaan wilayah. Seiring waktu, nama Sunda menjadi identitas geografis dan politis, terutama ketika digunakan sebagai nama kerajaan—Kerajaan Sunda—yang berpusat di Pakuan Pajajaran, kini dikenal sebagai Kota Bogor.

Dari Kerajaan Kuno ke Identitas Etnis

Wilayah Sunda melahirkan sejumlah kerajaan besar dalam sejarah Nusantara, di antaranya Salakanagara, Tarumanagara, Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang. Dari pusat-pusat kekuasaan ini, berkembanglah masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Suku ini dikenal luas dengan karakteristik budaya yang lembut, bahasa yang halus, serta filosofi hidup yang berakar pada nilai-nilai leluhur. Identitas Sunda terus hidup dari generasi ke generasi, menjadi bagian penting dalam mosaik kebudayaan Indonesia.

Baca Juga:  Ribuan Warga Antusias Saksikan Kirab Budaya Jabar 2025 di Bandung

Sundalandia: Jejak Leluhur dari Daratan yang Hilang

Beberapa teori arkeologi dan genetika modern juga mengaitkan asal-usul masyarakat Sunda dengan dua hipotesis besar. Pertama, migrasi bangsa Austronesia dari Taiwan yang menyebar melalui Filipina hingga ke Pulau Jawa. Kedua, teori tentang Sundalandia—sebuah daratan purba yang kini terendam di bawah Laut Jawa dan Selat Malaka.

Sundalandia diyakini sebagai salah satu pusat peradaban awal manusia di Asia Tenggara, sebelum permukaan laut naik dan menenggelamkan wilayah itu ribuan tahun silam.

Sunda: Lebih dari Sekadar Nama

Lebih dari sekadar label geografis, Sunda merupakan representasi dari warisan sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya. Dari pengaruh India kuno, catatan ahli geografi Yunani, hingga warisan kerajaan di Nusantara, nama Sunda telah menjelma menjadi simbol peradaban yang kaya makna.

Hari ini, nama Sunda tetap hidup dan berkembang, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood

Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah

3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!

Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan

Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris

Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.