Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadi Andalan Bojan Hodak, 5 Pemain Persib Ini Catat Menit Bermain Fantastis

Kamis, 4 Juni 2026 16:11 WIB

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Kamis, 4 Juni 2026 15:42 WIB

Prediksi Prancis vs Pantai Gading: Mbappe Siap Pimpin Les Bleus di Nantes

Kamis, 4 Juni 2026 15:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadi Andalan Bojan Hodak, 5 Pemain Persib Ini Catat Menit Bermain Fantastis
  • Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya
  • Prediksi Prancis vs Pantai Gading: Mbappe Siap Pimpin Les Bleus di Nantes
  • Betrand Peto Ungkap Kenangan Pahit, Bela Ruben Onsu di Tengah Konflik dengan Sarwendah
  • Bursa Transfer Panas, Persib Bandung Mulai Bergerak Diam-Diam
  • Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana
  • Viral! Truk Box Tabrak Palang Pintu KA di Cimindi, Perlintasan Sempat Terganggu
  • Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menelusuri Asal Usul Nama ‘Sunda’: Dari India Kuno hingga Tanah Pasundan

By Aga GustianaSenin, 16 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi, asal usul nama Sunda. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama “Sunda” kini melekat kuat sebagai identitas budaya dan geografis masyarakat di bagian barat Pulau Jawa, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat. Namun, di balik nama yang kini dikenal luas itu, tersembunyi jejak sejarah panjang yang melibatkan bahasa Sanskerta, pengaruh peradaban Hindu, serta peta kuno geografi dunia.

Makna Sunda: Cerah, Murni, dan Suci

Secara etimologis, kata “Sunda” memiliki akar yang kuat dalam bahasa Sanskerta. Istilah ini berasal dari kata sund atau suddha, yang berarti terang, bersinar, putih, dan suci. Makna spiritual dan keindahan tersebut kemudian meresap ke dalam budaya masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Tak hanya dalam bahasa Sanskerta, makna positif kata “Sunda” juga ditemukan dalam bahasa Jawa Kuno dan Bali, yang mengartikan istilah tersebut sebagai lambang kemurnian, kewaspadaan, hingga kekuasaan.

Jejak Hindu dan Teori Sejarawan Eropa

Pengaruh budaya Hindu menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan istilah Sunda. Sejarawan Belanda, Huijbert Rouffaer, menyebut bahwa nama Sunda merupakan adopsi dari peradaban Hindu yang lebih dulu masuk ke wilayah Nusantara.

Baca Juga:  Gugat Narasi Keliru Milangkala Tatar Sunda, DPRD Jabar: Jangan Ajarkan Sejarah Ngawur ke Generasi Muda!

Dalam berbagai literatur kolonial dan ilmiah Eropa, istilah Sunda bahkan disebut sebagai nama wilayah yang pernah ada di India bagian timur. Inilah yang membuka pandangan bahwa istilah Sunda tidak hanya terbatas pada konteks lokal, melainkan bagian dari koneksi peradaban lintas benua.

Catatan Yunani Kuno: Sunda dalam Peta Dunia Lama

Salah satu referensi tertua mengenai nama Sunda datang dari Claudius Ptolemaeus, ahli geografi asal Yunani, yang menulis pada abad ke-2 Masehi. Dalam karyanya, ia menyebut adanya tiga wilayah bernama Sunda di kawasan timur India.

Penemuan ini menjadi titik awal bagi para ahli geografi Eropa untuk menggunakan nama “Sunda” dalam penyusunan peta kawasan Asia Tenggara. Dari sinilah muncul istilah “Dataran Sunda” atau Sunda Shelf, wilayah geologi purba yang kini meliputi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Gunung Tertutup Asap dan Awal Mula Nama Sunda di Jawa

Menurut kajian filolog Gonda (1973), istilah Sunda awalnya digunakan untuk menggambarkan sebuah gunung tinggi di bagian barat Jawa yang tampak bercahaya karena tertutup asap—kemungkinan besar merujuk pada Gunung Tangkuban Parahu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Adab Budaya Sunda Ciptakan Harmoni Sosial

Gunung tersebut menjadi simbol alam yang sakral dan memberi inspirasi bagi penamaan wilayah. Seiring waktu, nama Sunda menjadi identitas geografis dan politis, terutama ketika digunakan sebagai nama kerajaan—Kerajaan Sunda—yang berpusat di Pakuan Pajajaran, kini dikenal sebagai Kota Bogor.

Dari Kerajaan Kuno ke Identitas Etnis

Wilayah Sunda melahirkan sejumlah kerajaan besar dalam sejarah Nusantara, di antaranya Salakanagara, Tarumanagara, Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang. Dari pusat-pusat kekuasaan ini, berkembanglah masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Suku ini dikenal luas dengan karakteristik budaya yang lembut, bahasa yang halus, serta filosofi hidup yang berakar pada nilai-nilai leluhur. Identitas Sunda terus hidup dari generasi ke generasi, menjadi bagian penting dalam mosaik kebudayaan Indonesia.

Baca Juga:  Alasan Lengkap Dedi Mulyadi Ubah Nama RSUD Al Ihsan Jadi Welas Asih

Sundalandia: Jejak Leluhur dari Daratan yang Hilang

Beberapa teori arkeologi dan genetika modern juga mengaitkan asal-usul masyarakat Sunda dengan dua hipotesis besar. Pertama, migrasi bangsa Austronesia dari Taiwan yang menyebar melalui Filipina hingga ke Pulau Jawa. Kedua, teori tentang Sundalandia—sebuah daratan purba yang kini terendam di bawah Laut Jawa dan Selat Malaka.

Sundalandia diyakini sebagai salah satu pusat peradaban awal manusia di Asia Tenggara, sebelum permukaan laut naik dan menenggelamkan wilayah itu ribuan tahun silam.

Sunda: Lebih dari Sekadar Nama

Lebih dari sekadar label geografis, Sunda merupakan representasi dari warisan sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya. Dari pengaruh India kuno, catatan ahli geografi Yunani, hingga warisan kerajaan di Nusantara, nama Sunda telah menjelma menjadi simbol peradaban yang kaya makna.

Hari ini, nama Sunda tetap hidup dan berkembang, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Sunda budaya sunda Dataran Sunda etimologi Sunda Hindu di Nusantara Kerajaan Sunda sejarah Sunda Sundalandia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Betrand Peto Ungkap Kenangan Pahit, Bela Ruben Onsu di Tengah Konflik dengan Sarwendah

Video Cut Syifa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya

Bukan Matematika! Ini Pelajaran ‘Aneh’ di Pedalaman Papua yang Bikin Netizen Menangis Haru

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 Juni 2026: Turun Rp15.000 per Gram

Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

Bosan dengan Rutinitas? Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Akhir Pekan Ini!

Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.