Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Farhan Ungkap Penyebab Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Kini Kondisinya Berangsur Pulih

Senin, 13 Juli 2026 12:00 WIB

Rumor Transfer Ramon Tanque Makin Panas! Persita Tangerang Disebut Siap Bajak Striker Persib

Senin, 13 Juli 2026 11:47 WIB

Farhan Perkuat Pencegahan Bullying dan Kesehatan Mental Siswa di Tahun Ajaran Baru

Senin, 13 Juli 2026 11:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Farhan Ungkap Penyebab Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Kini Kondisinya Berangsur Pulih
  • Rumor Transfer Ramon Tanque Makin Panas! Persita Tangerang Disebut Siap Bajak Striker Persib
  • Farhan Perkuat Pencegahan Bullying dan Kesehatan Mental Siswa di Tahun Ajaran Baru
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Emas 1 Gram Tembus Rp2,76 Juta, Cek Daftar Lengkapnya!
  • Farhan Pastikan Seluruh Anak di Kota Bandung Kebagian Bangku Sekolah pada Tahun Ajaran Baru
  • Tolak Film Demi Hijab! Kisah Pilu Celine Evangelista: Dari Korban Fitnah hingga Temukan Ketenangan Mualaf
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Update Kode Redeem FF Hari Ini: Klaim Skin dan Item Eksklusif Gratis, Senin 13 Juli 2026!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenal Atep Bratasena, Dalang Muda Asal Sumedang yang Jago Bikin Wayang

By Putra JuangSelasa, 28 Januari 2025 23:00 WIB2 Mins Read
Atep Bratasena. (Foto: sumedangkab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Atep Bratasena (30) adalah seorang dalang muda dari Lingkung Seni Cipta Pujangga asal Dusun Kojengkang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Atep berhasil menarik perhatian masyarakat lokal hingga mancanegara melalui keahliannya dalam mendalang dan membuat wayang golek.

Selama lebih dari 15 tahun, Atep mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisi ini dengan inovasi yang memadukan unsur modern.

Ketertarikan Atep terhadap seni wayang golek bermula dari kecintaannya pada cerita-cerita tradisional yang sarat makna.

“Awalnya saya hanya menonton, tetapi semakin lama rasa ingin tahu saya semakin mendalam. Akhirnya, saya belajar langsung dari beberapa dalang senior, termasuk almarhum Dalang Eka Supriadi dari Karawang, yang sangat menginspirasi saya dalam penyampaian cerita dan penggunaan bahasa yang sederhana tetapi bermakna mendalam,” kata Atep, Selasa (28/1/2025).

Baca Juga:  214 Napi di Lapas II Sumedang Terima Remisi HUT RI

Atep mengaku memiliki ciri khas dalam setiap pementasannya. Selain menggunakan teknik mendalang tradisional, ia juga menambahkan unsur modern seperti efek suara dan visual, termasuk penggunaan ledakan kecil di atas panggung.

“Saya mencoba memadukan tradisi buhun dengan budaya modern agar lebih menarik bagi generasi muda. Misalnya, ada adegan-adegan yang lebih dramatis dan teknik pementasan yang lebih hidup,” ucapnya.

Selain mendalang, Atep juga membuat wayang golek secara mandiri. Dengan bahan utama kayu albasia, ia memulai proses dari bahan mentah hingga finishing, menghasilkan wayang berkualitas tinggi yang dijual mulai dari Rp300.000 hingga Rp5.000.000 per buah.

Baca Juga:  Bank Sumedang Borong Penghargaan TOP BUMD Award, Pj Bupati Harap Terus Pacu Kinerja

“Wayang buatan saya sudah sampai ke luar negeri, seperti Belgia dan Belanda. Pesanan dari luar negeri biasanya rutin tiap bulan,” ungkapnya.

Atep mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam melestarikan seni wayang adalah persaingan dengan produk murah yang kurang berkualitas.

“Harga murah kadang lebih menarik bagi pembeli, tetapi saya tetap fokus pada kualitas,” ujarnya.

Selain itu, Atep aktif mengadakan workshop untuk generasi muda.

Baca Juga:  Harapan Yudia Ramli untuk Dony-Fajar usai Resmi Pimpin Sumedang Periode 2025-2030

“Acara terakhir kami adakan di Cibeureum. Saya ingin anak-anak muda mencintai seni ini, karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” imbuhnya.

Memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Facebook, Atep mempromosikan karya-karyanya agar menjangkau lebih banyak orang.

“Dengan media sosial, wayang golek bisa dikenal lebih luas, bahkan oleh generasi yang belum familiar dengan tradisi ini,” jelasnya.

Atep berharap, seni wayang golek tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Wayang adalah warisan leluhur yang tidak boleh hilang. Saya ingin generasi muda tetap mencintai dan melestarikan seni ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Atep Bratasena dalang Kabupaten Sumedang Wayang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Emas 1 Gram Tembus Rp2,76 Juta, Cek Daftar Lengkapnya!

Tolak Film Demi Hijab! Kisah Pilu Celine Evangelista: Dari Korban Fitnah hingga Temukan Ketenangan Mualaf

Game Free Fire

Update Kode Redeem FF Hari Ini: Klaim Skin dan Item Eksklusif Gratis, Senin 13 Juli 2026!

Bukan Cuma Al-Jabbar! Gedebage Bandung Kini Punya 5 Destinasi Wisata Hits yang Wajib Dikunjungi

Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum

Selamat Jalan Temon, Kisah Haru Mantan Staf HRD yang Pilih Jadi Pelawak Legendaris Kini Berpulang

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.