Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ngeri! Persib Jadi Raja Liga Indonesia, Kunci Gelar Terbanyak Sepanjang Sejarah

Senin, 25 Mei 2026 17:11 WIB
peltih persib, bojan hodak

Mengejutkan! Bojan Hodak Sinyalkan Hengkang dari Persib Bandung Usai Juara?

Senin, 25 Mei 2026 16:37 WIB

Usai Ribuan Bobotoh Rayakan Persib, Puluhan Taman Kota Bandung Jadi Korban

Senin, 25 Mei 2026 16:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ngeri! Persib Jadi Raja Liga Indonesia, Kunci Gelar Terbanyak Sepanjang Sejarah
  • Mengejutkan! Bojan Hodak Sinyalkan Hengkang dari Persib Bandung Usai Juara?
  • Usai Ribuan Bobotoh Rayakan Persib, Puluhan Taman Kota Bandung Jadi Korban
  • Bobotoh Tewas di Tengah Euforia Persib Juara? Pemuda Cibiru Ditemukan Bersimbah Darah di Ujungberung
  • GILA! 3 Transfer Kejutan Ini Bikin Persib Bandung Hattrick Juara Liga Indonesia
  • Pengumuman SNBT 2026 Hari Ini: Cek Link Resmi dan Cara Pantau Kelulusan
  • Viral Parah! Fenomena ‘3 vs 1 Taiwan’ Bikin Netizen Heboh Cari Link Asli
  • Pesta Juara Persib Diwarnai Insiden, Frans Putros Jadi Korban Pencopetan saat Pawai
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 25 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenal Atep Bratasena, Dalang Muda Asal Sumedang yang Jago Bikin Wayang

By Putra JuangSelasa, 28 Januari 2025 23:00 WIB2 Mins Read
Atep Bratasena. (Foto: sumedangkab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Atep Bratasena (30) adalah seorang dalang muda dari Lingkung Seni Cipta Pujangga asal Dusun Kojengkang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Atep berhasil menarik perhatian masyarakat lokal hingga mancanegara melalui keahliannya dalam mendalang dan membuat wayang golek.

Selama lebih dari 15 tahun, Atep mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisi ini dengan inovasi yang memadukan unsur modern.

Ketertarikan Atep terhadap seni wayang golek bermula dari kecintaannya pada cerita-cerita tradisional yang sarat makna.

“Awalnya saya hanya menonton, tetapi semakin lama rasa ingin tahu saya semakin mendalam. Akhirnya, saya belajar langsung dari beberapa dalang senior, termasuk almarhum Dalang Eka Supriadi dari Karawang, yang sangat menginspirasi saya dalam penyampaian cerita dan penggunaan bahasa yang sederhana tetapi bermakna mendalam,” kata Atep, Selasa (28/1/2025).

Baca Juga:  Lengkapi Predikat WTP, Pemkab Sumedang Sabet Juara 1 Asset Jabar Award 2023

Atep mengaku memiliki ciri khas dalam setiap pementasannya. Selain menggunakan teknik mendalang tradisional, ia juga menambahkan unsur modern seperti efek suara dan visual, termasuk penggunaan ledakan kecil di atas panggung.

“Saya mencoba memadukan tradisi buhun dengan budaya modern agar lebih menarik bagi generasi muda. Misalnya, ada adegan-adegan yang lebih dramatis dan teknik pementasan yang lebih hidup,” ucapnya.

Selain mendalang, Atep juga membuat wayang golek secara mandiri. Dengan bahan utama kayu albasia, ia memulai proses dari bahan mentah hingga finishing, menghasilkan wayang berkualitas tinggi yang dijual mulai dari Rp300.000 hingga Rp5.000.000 per buah.

Baca Juga:  Jadi Ikon Wisata Baru di Jabar, Menara Kujang Sapasang Miliki Pondasi Ala Patung Liberty

“Wayang buatan saya sudah sampai ke luar negeri, seperti Belgia dan Belanda. Pesanan dari luar negeri biasanya rutin tiap bulan,” ungkapnya.

Atep mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam melestarikan seni wayang adalah persaingan dengan produk murah yang kurang berkualitas.

“Harga murah kadang lebih menarik bagi pembeli, tetapi saya tetap fokus pada kualitas,” ujarnya.

Selain itu, Atep aktif mengadakan workshop untuk generasi muda.

Baca Juga:  Butuh Satu Jam Evakuasi Pohon Tumbang di Cadas Pangeran, Arus Lalin Sempat Dialihkan

“Acara terakhir kami adakan di Cibeureum. Saya ingin anak-anak muda mencintai seni ini, karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” imbuhnya.

Memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Facebook, Atep mempromosikan karya-karyanya agar menjangkau lebih banyak orang.

“Dengan media sosial, wayang golek bisa dikenal lebih luas, bahkan oleh generasi yang belum familiar dengan tradisi ini,” jelasnya.

Atep berharap, seni wayang golek tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Wayang adalah warisan leluhur yang tidak boleh hilang. Saya ingin generasi muda tetap mencintai dan melestarikan seni ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Atep Bratasena dalang Kabupaten Sumedang Wayang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pengumuman SNBT 2026 Hari Ini: Cek Link Resmi dan Cara Pantau Kelulusan

Viral Parah! Fenomena ‘3 vs 1 Taiwan’ Bikin Netizen Heboh Cari Link Asli

Ilustrasi emas antam

Emas Antam Kembali Meroket! Simak Daftar Harga Terbaru Hari Ini, 25 Mei 2026

Aksen ‘Medok Deluxe’ Tapi Mental Internasional! Kisah Driver Ojol Viral Sampai Australia Gara-Gara Ini!

Viral! Link Video ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Beredar di Telegram, Netizen Ramai Cari

The Great Asia Africa 2.0

Menjelajahi Pesona Bandung Barat: 10 Destinasi Wajib untuk Liburan Tak Terlupakan

Terpopuler
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Bikin Penasaran! Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.