Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Balsa Sekulic Antusias Gabung Persib, Siap Buktikan Ketajaman di Depan Bobotoh

Selasa, 14 Juli 2026 13:09 WIB
Kode Redeem FF

Garena Bagi-Bagi Hadiah! Kode Redeem Free Fire MAX 14 Juli 2026 Siap Diklaim

Selasa, 14 Juli 2026 12:34 WIB

Resmi Berlabuh di Persib, Gakuto Notsuda Ungkap Alasan Pilih Nomor 17

Selasa, 14 Juli 2026 12:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Balsa Sekulic Antusias Gabung Persib, Siap Buktikan Ketajaman di Depan Bobotoh
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah! Kode Redeem Free Fire MAX 14 Juli 2026 Siap Diklaim
  • Resmi Berlabuh di Persib, Gakuto Notsuda Ungkap Alasan Pilih Nomor 17
  • Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
  • Viral Dugaan Penipuan Dosen UPI, Kampus Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
  • Messi Berdarah, Romero Kelelahan! Begini Kondisi Skuad Argentina Jelang Lawan Inggris
  • Jupe Ungkap Perbedaan Jadi Asisten Pelatih Persib, Sebut Tantangan Musim Ini Lebih Berat
  • Harga Emas Hari Ini 14 Juli 2026 Turun! Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Melemah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 14 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenal Atep Bratasena, Dalang Muda Asal Sumedang yang Jago Bikin Wayang

By Putra JuangSelasa, 28 Januari 2025 23:00 WIB2 Mins Read
Atep Bratasena. (Foto: sumedangkab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Atep Bratasena (30) adalah seorang dalang muda dari Lingkung Seni Cipta Pujangga asal Dusun Kojengkang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Atep berhasil menarik perhatian masyarakat lokal hingga mancanegara melalui keahliannya dalam mendalang dan membuat wayang golek.

Selama lebih dari 15 tahun, Atep mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisi ini dengan inovasi yang memadukan unsur modern.

Ketertarikan Atep terhadap seni wayang golek bermula dari kecintaannya pada cerita-cerita tradisional yang sarat makna.

“Awalnya saya hanya menonton, tetapi semakin lama rasa ingin tahu saya semakin mendalam. Akhirnya, saya belajar langsung dari beberapa dalang senior, termasuk almarhum Dalang Eka Supriadi dari Karawang, yang sangat menginspirasi saya dalam penyampaian cerita dan penggunaan bahasa yang sederhana tetapi bermakna mendalam,” kata Atep, Selasa (28/1/2025).

Baca Juga:  Site Museum Lembah Cisaar, Intip Jejak Kehidupan Purba di Sumedang

Atep mengaku memiliki ciri khas dalam setiap pementasannya. Selain menggunakan teknik mendalang tradisional, ia juga menambahkan unsur modern seperti efek suara dan visual, termasuk penggunaan ledakan kecil di atas panggung.

“Saya mencoba memadukan tradisi buhun dengan budaya modern agar lebih menarik bagi generasi muda. Misalnya, ada adegan-adegan yang lebih dramatis dan teknik pementasan yang lebih hidup,” ucapnya.

Selain mendalang, Atep juga membuat wayang golek secara mandiri. Dengan bahan utama kayu albasia, ia memulai proses dari bahan mentah hingga finishing, menghasilkan wayang berkualitas tinggi yang dijual mulai dari Rp300.000 hingga Rp5.000.000 per buah.

Baca Juga:  Cerita Ryan Wibawa Bawa Kopi Sukawangi Excelsa Asal Sumedang hingga Juara World Brewers Cup 2024

“Wayang buatan saya sudah sampai ke luar negeri, seperti Belgia dan Belanda. Pesanan dari luar negeri biasanya rutin tiap bulan,” ungkapnya.

Atep mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam melestarikan seni wayang adalah persaingan dengan produk murah yang kurang berkualitas.

“Harga murah kadang lebih menarik bagi pembeli, tetapi saya tetap fokus pada kualitas,” ujarnya.

Selain itu, Atep aktif mengadakan workshop untuk generasi muda.

Baca Juga:  Kabupaten Sumedang Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 2024 Sebesar Rp40 Ribu

“Acara terakhir kami adakan di Cibeureum. Saya ingin anak-anak muda mencintai seni ini, karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” imbuhnya.

Memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Facebook, Atep mempromosikan karya-karyanya agar menjangkau lebih banyak orang.

“Dengan media sosial, wayang golek bisa dikenal lebih luas, bahkan oleh generasi yang belum familiar dengan tradisi ini,” jelasnya.

Atep berharap, seni wayang golek tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Wayang adalah warisan leluhur yang tidak boleh hilang. Saya ingin generasi muda tetap mencintai dan melestarikan seni ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Atep Bratasena dalang Kabupaten Sumedang Wayang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FF

Garena Bagi-Bagi Hadiah! Kode Redeem Free Fire MAX 14 Juli 2026 Siap Diklaim

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Hari Ini 14 Juli 2026 Turun! Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Melemah

Game Free Fire

Update Terbaru: Daftar Kode Redeem Free Fire 14 Juli 2026, Segera Klaim Hadiah Eksklusif Anda!

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Saldo DANA Gratis 14 Juli 2026: Cara Mudah Cairkan Cuan Tanpa Ribet

Update Kode Redeem FF Terbaru 14 Juli 2026: Segera Klaim Hadiah Eksklusifnya!

BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Update Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Juli 2026: Cek Faktanya di Sini

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.