Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Kamis, 30 Juli 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!

Kamis, 30 Juli 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menuju APBD 2026: Ini Langkah Pemprov Jabar Tingkatkan Kemandirian Fiskal

By SusanaJumat, 14 November 2025 20:14 WIB2 Mins Read
Pemprov Jabar menyampaikan jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi DPRD terkait Ranperda APBD Jabar 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Jawa Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2026 disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat pada Jumat (14/11/2025).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna ini menjadi kelanjutan dari agenda sebelumnya, yakni penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD Jabar 2026 yang digelar pada Kamis, 13 November 2025.

Pembahasan Berlanjut ke Badan Anggaran

Setelah agenda penyampaian jawaban gubernur, pembahasan Ranperda APBD Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 akan masuk ke tahap Badan Anggaran (Banggar). Proses tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18–20 November 2025.

“Insyaallah pada 20 November 2025 akan dilakukan rapat paripurna penetapan Ranperda tentang APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026,” ujar Buky Wibawa di Bandung.

Pendapatan Daerah 2026 Ditargetkan Rp28,78 Triliun

Dalam penyampaian jawaban gubernur yang dibacakan Sekda Jabar Herman Suryatman, fokus utama diarahkan pada strategi peningkatan pendapatan daerah. Pada RAPBD 2026, pendapatan Jawa Barat ditargetkan mencapai Rp28,78 triliun.

Untuk meningkatkan kemandirian fiskal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, terutama di luar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Beberapa strategi yang disampaikan antara lain:

  • Mendorong perusahaan industri membeli BBM dari wajib pajak BBNKB yang terdaftar di Jawa Barat.
  • Percepatan regulasi perhitungan nilai perolehan air dari Kementerian PUPR.
  • Pendataan subjek dan objek pajak alat berat bersama dinas terkait.
  • Optimalisasi aset daerah melalui regulasi kerja sama pemanfaatan aset.
  • Peningkatan kinerja BUMD untuk mendukung PAD Jabar.

“Pendataan subjek dan objek pajak alat berat bekerjasama dengan dinas terkait, serta mendorong regulasi kerjasama pemanfaatan aset dan peningkatan kinerja BUMD,” jelas Herman.

Pengelolaan Program Poe Ibu Ikut Disorot

Selain pendapatan daerah, jawaban gubernur juga menyinggung kebijakan dan mekanisme pengelolaan Poe Ibu atau Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu.

Program ini bertujuan memperkuat kesetiakawanan sosial, mendukung pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan, serta didasari nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal silih asah, silih asih, silih asuh.

Herman menegaskan bahwa tata kelola Poe Ibu mengutamakan prinsip:

  • transparansi,
  • akuntabilitas,
  • pengelolaan yang tepat mulai dari pengumpulan, penyaluran, pencatatan hingga pelaporan dana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jawa Barat 2026 jawaban gubernur DPRD Jabar pembahasan APBD Jabar 2026 pendapatan daerah Jawa Barat Ranperda APBD Jabar Rapat Paripurna DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.