Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

Bosan dengan Rutinitas? Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Akhir Pekan Ini!

Kamis, 4 Juni 2026 06:00 WIB

Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet

Kamis, 4 Juni 2026 05:00 WIB
Bansos

Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya

Kamis, 4 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan dengan Rutinitas? Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Akhir Pekan Ini!
  • Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet
  • Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya
  • Jangan Klik Sembarangan! Link Video Rok Hijau Tosca Diduga Berbahaya
  • Klaim Gratis! Ambil Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 4 Juni 2026 Sebelum Kedaluwarsa
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF Terbaru 4 Juni 2026: Banjir Reward Gratis Menanti
  • 7 Motor Hilang! Forum RW Cipadung Wetan Tuntut Evaluasi Total Penyelenggara Tau Tau Festival dan Tritan Point
  • Harta Fantastis Lodewyk Pusung: Eks Wakil Kepala BGN yang Kini Tersangka Korupsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menuju APBD 2026: Ini Langkah Pemprov Jabar Tingkatkan Kemandirian Fiskal

By SusanaJumat, 14 November 2025 20:14 WIB2 Mins Read
Pemprov Jabar menyampaikan jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi DPRD terkait Ranperda APBD Jabar 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Jawa Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2026 disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat pada Jumat (14/11/2025).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna ini menjadi kelanjutan dari agenda sebelumnya, yakni penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD Jabar 2026 yang digelar pada Kamis, 13 November 2025.

Pembahasan Berlanjut ke Badan Anggaran

Setelah agenda penyampaian jawaban gubernur, pembahasan Ranperda APBD Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 akan masuk ke tahap Badan Anggaran (Banggar). Proses tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18–20 November 2025.

Baca Juga:  Pansus XIII Resmi Bergerak, LKPJ Gubernur 2025 Masuk Tahap Krusial

“Insyaallah pada 20 November 2025 akan dilakukan rapat paripurna penetapan Ranperda tentang APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026,” ujar Buky Wibawa di Bandung.

Pendapatan Daerah 2026 Ditargetkan Rp28,78 Triliun

Dalam penyampaian jawaban gubernur yang dibacakan Sekda Jabar Herman Suryatman, fokus utama diarahkan pada strategi peningkatan pendapatan daerah. Pada RAPBD 2026, pendapatan Jawa Barat ditargetkan mencapai Rp28,78 triliun.

Untuk meningkatkan kemandirian fiskal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, terutama di luar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Beberapa strategi yang disampaikan antara lain:

  • Mendorong perusahaan industri membeli BBM dari wajib pajak BBNKB yang terdaftar di Jawa Barat.
  • Percepatan regulasi perhitungan nilai perolehan air dari Kementerian PUPR.
  • Pendataan subjek dan objek pajak alat berat bersama dinas terkait.
  • Optimalisasi aset daerah melalui regulasi kerja sama pemanfaatan aset.
  • Peningkatan kinerja BUMD untuk mendukung PAD Jabar.
Baca Juga:  Catatan Tajam Fraksi DPRD Jabar, Ini 7 Poin Penting Pembahasan APBD 2026

“Pendataan subjek dan objek pajak alat berat bekerjasama dengan dinas terkait, serta mendorong regulasi kerjasama pemanfaatan aset dan peningkatan kinerja BUMD,” jelas Herman.

Pengelolaan Program Poe Ibu Ikut Disorot

Selain pendapatan daerah, jawaban gubernur juga menyinggung kebijakan dan mekanisme pengelolaan Poe Ibu atau Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu.

Baca Juga:  Gubernur Dedi Mulyadi Kukuhkan Ikhwan Mulyawan sebagai Kepala BPKP Jabar

Program ini bertujuan memperkuat kesetiakawanan sosial, mendukung pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan, serta didasari nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal silih asah, silih asih, silih asuh.

Herman menegaskan bahwa tata kelola Poe Ibu mengutamakan prinsip:

  • transparansi,
  • akuntabilitas,
  • pengelolaan yang tepat mulai dari pengumpulan, penyaluran, pencatatan hingga pelaporan dana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jawa Barat 2026 jawaban gubernur DPRD Jabar pembahasan APBD Jabar 2026 pendapatan daerah Jawa Barat Ranperda APBD Jabar Rapat Paripurna DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya

7 Motor Hilang! Forum RW Cipadung Wetan Tuntut Evaluasi Total Penyelenggara Tau Tau Festival dan Tritan Point

Harta Fantastis Lodewyk Pusung: Eks Wakil Kepala BGN yang Kini Tersangka Korupsi

Bikin Mewek! Duduk Rapi di Dalam Bus, Tatapan Orangutan Ini Simpan Tragedi Memilukan

Skandal MBG Terkuak: Dadan Cs Diduga ‘Main Mata’, Raup Keuntungan Miliaran per Hari

Kasus Erwin Disetop, Kejari Bandung: Bisa Kami Buka Kembali Jika Ada Bukti Baru

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.