Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur

Sabtu, 13 Juni 2026 18:02 WIB

Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham

Sabtu, 13 Juni 2026 17:42 WIB

Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 17:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
  • Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu
  • Rumor Transfer Liga 1: Eks Brisbane Roar Lempar Sinyal ke Indonesia, Persib Bandung Siap Tampung?
  • Definisi Suami Takut Istri! Momen Gorila Kekar Ini Galau & Pasrah Habis Ribut Sama Pasangannya
  • Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta
  • Jalan Terjal Maung Bandung di Asia: Lewati Wakil Filipina, Persib Sudah Ditunggu FC Seoul dan Raksasa Jepang!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menanti Gebrakan Dedi Mulyadi Dongkrak Ekonomi Warga Jabar, Setop Gimmick!

By Aga GustianaSenin, 30 Juni 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah kebijakan populis dan simbolis Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dinilai belum mampu menyentuh akar persoalan ekonomi masyarakat di tengah tekanan perekonomian yang kian berat.

Alih-alih menghadirkan kesejahteraan bagi warga Jawa Barat, mantan Bupati Purwakarta dua periode itu malah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mengancam kelangsungan hidup masyarakat.

Salah satu kebijakan terbaru yang menjadi sorotan adalah larangan rapat dinas di hotel, meskipun Kementerian Dalam Negeri telah membolehkan kembali kegiatan tersebut. Ia berdalih bahwa keputusan ini bertujuan untuk efisiensi anggaran serta bentuk keadilan fiskal bagi daerah dengan pendapatan terbatas.

“Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat. Seluruh keputusan pun banyak yang diambil di ruang kerja, bukan di rapat,” ujar Dedi dalam unggahan videonya di Instagram, Kamis (12/6/2025).

Tidak hanya itu, Gubernur Dedi Mulyadi pun melarang study tour bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Baca Juga:  Bukan Cari Sensasi, Ini Alasan Dedi Mulyadi Ubah Jam Ngantor Pegawai Pemprov

Kebijakan-kebijakan tersebut justru menimbulkan efek domino, seperti sektor pariwisata dan perhotelan. Banyak pelaku usaha mengaku kehilangan pendapatan akibat sepinya kegiatan sejak kebijakan itu diterapkan.

Setali tiga uang, larangan study tour juga nyatanya berdampak terhadap ribuan pelaku usaha yang menggantungkan hidupnya pada sektor terkait, mulai sektor angkutan hingga para pedagang kecil di kawasan wisata yang terdampak langsung akibat sepinya pembeli.

Di lain sisi, Jawa Barat juga dihadapkan pada persoalan terus menurunnya daya beli masyarakat, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga tingginya angka pengangguran.

Namun, hingga saat ini, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu rupanya masih senang dengan kebijakan-kebijakannya yang populis dan simbolis belaka. Padahal, solusi kongkret untuk menyelesaikan akar persoalan ekonomi masyarakat secara menyeluruh sangatlah dinantikan.

Kebijakan Populer, tapi Minim Dampak Ekonomi

Pakar ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi menilai bahwa pendekatan yang diambil Dedi terlalu berfokus pada pencitraan dan kebijakan jangka pendek alias gimmick. Menurutnya, larangan rapat di hotel memang bisa mengurangi pemborosan, namun tetap harus dilaksanakan secara proporsional.

Baca Juga:  Berani Kritik Dedi Mulyadi, Remaja Cantik Ini Jadi Korban Bully di Medsos

“Hotel itu salah satu sumber pajak daerah. Jika semua kegiatan dilarang di hotel, kabupaten dan kota bisa kehilangan pemasukan. Jadi perlu ada relaksasi,” kata Acuviarta kepada bukamata.id, Minggu (29/6/2025).

Acuviarta menekankan perlunya kebijakan yang lebih strategis dan jangka panjang, termasuk membuka peluang investasi asing yang dapat menciptakan lapangan kerja di Jawa Barat.

“Pak Dedi sebaiknya mulai membuka peluang kerja sama luar negeri. Jangan melihat perjalanan ke luar negeri sebagai pemborosan. Justru dengan promosi yang tepat, Jawa Barat bisa menarik investasi yang menciptakan lapangan pekerjaan baru,” tambahnya.

Padahal, menurut data, anggaran belanja modal Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini mencapai Rp5 triliun. Namun, tanpa strategi investasi yang matang, potensi penciptaan lapangan kerja tetap sulit diwujudkan secara maksimal.

Langkah Dedi lainnya yang sering viral di media sosial, seperti pembagian bantuan, juga tidak luput dari kritik. Acuviarta menilai bahwa bantuan semacam ini hanya bersifat sementara dan tidak menjawab masalah struktural.

Baca Juga:  Jejak Karier Politik Dedi Mulyadi dan Pesan Tegas Prabowo: 'Jangan Brengsek'

“Bagi saya tidak cukup jika hanya kegiatan seperti itu. Karena apa? mungkin yang tersorot hanya satu atau dua orang, padahal kan banyak orang yang mengalami persoalan yang tidak tersorot dan itu butuh solusi yang komprehensif,” tegasnya.

Dengan berbagai kritik yang mengemuka, masyarakat kini menantikan langkah korektif sekaligus gebrakan dari Gubernur Dedi Mulyadi agar ekonomi warga Jabar kembali bergeliat. Di tengah kompleksitas tantangan ekonomi, pendekatan simbolik dinilai tidak cukup untuk menjawab kebutuhan warga Jawa Barat secara menyeluruh.

Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I tahun 2025 tercatat sebesar 4,98% (year-on-year), sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 4,87%. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tersebut bersifat makro dan tantangan struktural masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diselesaikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Ekonomi Jabar fiskal daerah HL investasi kebijakan Jawa Barat kritik kebijakan Larangan Rapat di Hotel pariwisata study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
  • Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.