Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah: Tak Lagi Coblos 5 Surat Suara Sekaligus

By Aga GustianaJumat, 27 Juni 2025 19:53 WIB2 Mins Read
Ilustrasi surat suara. (Foto: Perludem).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi memutuskan bahwa pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia akan berubah. Dalam keputusan terbarunya, MK menyatakan bahwa pemilu nasional dan pemilu daerah tidak lagi diselenggarakan serentak, seperti yang terjadi pada Pemilu 2024 lalu.

Latar Belakang: Ribetnya Pemilu Serentak 2024

Saat Pemilu Serentak 2024, pemilih harus mencoblos lima jenis surat suara dalam satu waktu. Kelima surat suara itu meliputi:

  • Presiden dan Wakil Presiden (warna abu-abu)
  • Anggota DPR RI (warna kuning)
  • Anggota DPD RI (warna merah)
  • DPRD Provinsi (warna biru)
  • DPRD Kabupaten/Kota (warna hijau)
Baca Juga:  Polri dan KPU Terus Lakukan Koordinasi untuk Selidiki Kebocoran Data Pemilih

Semua ini diatur dalam PKPU Nomor 14 Tahun 2023. Meski bertujuan untuk efisiensi, sistem ini dinilai terlalu rumit. Surat suara memiliki ukuran berbeda-beda, membuat proses pencoblosan hingga penghitungan suara berjalan lambat dan membingungkan.

Alasan MK Memisahkan Pemilu

MK menyatakan bahwa penyelenggaraan pemilu secara serentak menyebabkan kerumitan teknis, membebani pemilih, dan berpotensi mengurangi kualitas partisipasi masyarakat.

Dengan adanya pemisahan, pemilu nasional (presiden, DPR, DPD) akan dilakukan terpisah dari pemilu daerah (DPRD provinsi dan kabupaten/kota). Hal ini diharapkan dapat:

Baca Juga:  Ribuan Guru Ngaji dan Tukang Ojek Antar Dadang Supriatna-Ali Syakieb Daftar ke KPU
  • Meningkatkan fokus pemilih
  • Mengurangi beban logistik
  • Memperbaiki tata kelola demokrasi

Apa Dampaknya Bagi Pemilih dan Penyelenggara?

Bagi Pemilih:

  • Lebih mudah memahami proses pemilu
  • Tidak perlu mencoblos lima surat suara sekaligus
  • Fokus pada satu jenis pemilihan dalam satu waktu

Bagi Penyelenggara (KPU dan Bawaslu):

  • Perlu penyesuaian jadwal dan anggaran
  • Tantangan logistik jadi lebih terukur
  • Proses pengawasan dan penghitungan lebih sederhana
Baca Juga:  Real Count KPU Pukul 16.00 WIB, Anies-Muhaimin 24.98% Prabowo-Gibran 57% Ganjar-Mahfud 18.02%

Langkah Selanjutnya

Dengan putusan MK ini, KPU diharapkan segera menerbitkan regulasi teknis baru. Termasuk di dalamnya penjadwalan ulang tahapan pemilu, pengaturan kampanye, dan simulasi pemisahan pelaksanaan pemilu nasional dan lokal.

Kesimpulan:
Keputusan MK untuk memisahkan pemilu nasional dan daerah adalah langkah besar menuju sistem demokrasi yang lebih efisien dan berkualitas. Meskipun akan ada tantangan dalam pelaksanaan awal, banyak pihak optimistis perubahan ini akan membawa dampak positif bagi masa depan pemilu Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPU
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.