bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan penyelidikan atas dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2024. Skandal ini ditaksir menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp1 triliun.
Pada Jumat (12/9/2025), Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Badan Penyelenggara Haji, Moh Hasan Afandi, hadir memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap dugaan manipulasi tenggat pelunasan biaya haji khusus.
“Penyidik mendalami modus pengaturan jangka waktu pelunasan yang dibuat mepet atau ketat, agar sisa kuota tambahan tidak terserap calon jemaah lama,” ujar Budi.
Modus Dugaan Korupsi
Menurut temuan awal, calon jemaah yang sudah menunggu bertahun-tahun hanya diberi waktu lima hari kerja untuk melunasi biaya. Akibatnya, banyak yang gagal berangkat.
Sementara itu, ada indikasi jemaah baru yang mendaftar pada 2024 justru bisa langsung berangkat karena adanya praktik jual beli kuota.
“Saksi didalami bagaimana secara teknis jemaah haji khusus yang urutannya paling akhir (baru membayar 2024) namun bisa langsung berangkat,” jelasnya.
Kasus ini resmi masuk tahap penyidikan sejak 9 Agustus 2025. Beberapa pihak telah diperiksa, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Selain itu, KPK menyita sejumlah aset berupa rumah, kendaraan mewah, serta uang tunai dalam rupiah dan dolar Amerika.
Awal Mula Kasus
Skandal bermula ketika Indonesia mendapat tambahan 20 ribu kuota haji dari Arab Saudi. Pemerintah kemudian membaginya setengah untuk haji reguler dan setengah lagi untuk haji khusus. Padahal, menurut Undang-Undang, porsi haji khusus seharusnya hanya 8 persen.
Akibat keputusan ini, ribuan calon jemaah haji reguler yang sudah menunggu belasan tahun batal berangkat. Sebaliknya, antrean haji khusus yang biasanya hanya dua hingga tiga tahun bisa melesat jauh lebih cepat.
KPK menegaskan penyidikan akan terus berlanjut guna mengungkap aktor utama di balik praktik kotor tersebut serta memastikan tragedi serupa tidak terjadi pada musim haji berikutnya.
Emosi Publik Meluap
Kasus ini menimbulkan gelombang kemarahan publik. Akun Instagram @pandemictalks menjadi salah satu wadah curahan hati warganet. Banyak yang mengekspresikan kesedihan sekaligus kemarahan.
“Astaghfirullah… korupsi bahkan di urusan ibadah, tidak takut Tuhan sama sekali,” tulis seorang netizen.
“Ampuni jemaah yang batal berangkat, Ya Allah. Dzalimnya luar biasa,” ujar warganet lain.
“Para pejabat disumpah atas nama Allah, tapi tindakannya bikin rakyat istighfar terus,” tulis komentar lainnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










