bukamata.id – Suasana sukacita yang seharusnya menyelimuti momen kelulusan seorang anak asal Temanggung, berubah menjadi mimpi buruk saat melintasi jalanan di Semarang. Rencana merayakan wisuda dengan sesi foto keluarga terpaksa terhenti setelah mobil rental yang mereka tumpangi dikepung oleh sekelompok pria yang diduga debt collector.
Video percekcokan antara keluarga tersebut dengan para penagih utang mendadak viral, memicu kemarahan publik setelah tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Kronologi Penghadangan
Peristiwa itu bermula ketika keluarga tersebut sedang dalam perjalanan menuju studio foto pasca-wisuda. Tiba-tiba, laju kendaraan mereka dipotong oleh dua mobil lain. Sejumlah pria kemudian turun secara agresif dan langsung mengepung mobil keluarga tersebut.
Situasi sempat memanas ketika para pria tersebut memaksa pengemudi keluar dari kendaraan dengan dalih ingin memeriksa nomor rangka. Mereka mengklaim mobil rental yang digunakan keluarga tersebut memiliki riwayat menunggak cicilan sejak tahun 2023.
Menanggapi intimidasi tersebut, pengemudi mobil memilih untuk tetap berada di dalam kabin dan menolak menyerahkan kunci. Ia secara tegas memilih jalur hukum sebagai solusi daripada melayani tuntutan di jalanan.
“Enggak, enggak. Kita ke kantor polisi saja sekarang,” ujar perekam video dalam rekaman yang viral.
Aksi Intimidasi dan Upaya Hukum
Kondisi di lapangan semakin runyam saat perekam video mengaku ponselnya sempat ditampar oleh salah satu pria tersebut. Adu mulut hebat terjadi di pinggir jalan, memancing perhatian warga sekitar yang melintas.
Tidak ingin mengambil risiko lebih jauh di tengah suasana yang mencekam, pengemudi akhirnya melarikan diri dari lokasi penghadangan dan langsung menuju ke Mapolrestabes Semarang untuk meminta perlindungan.
Di kantor polisi, kebenaran akhirnya terungkap. Setelah dilakukan verifikasi dokumen, terbukti bahwa mobil rental yang disewa keluarga tersebut memiliki surat-surat yang lengkap dan sah. Sadar posisi mereka lemah, kelompok yang mengaku debt collector tersebut pun memilih kabur dari kantor polisi tanpa penjelasan lebih lanjut.
Sorotan Publik dan Peringatan Keamanan
Insiden ini memicu kecaman luas di media sosial. Warganet menilai aksi penghadangan di jalan raya tidak hanya meresahkan, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan publik. Perdebatan mengenai etika dan legalitas praktik penagihan di lapangan pun kembali mencuat ke permukaan.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar selalu waspada saat menyewa kendaraan. Pastikan legalitas unit yang disewa selalu terjamin untuk menghindari nasib sial yang bisa menimpa siapa saja di tengah perjalanan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










