Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 15:49 WIB
Pemain Persib, Andrew Jung.

Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor

Sabtu, 28 Maret 2026 15:43 WIB

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Sabtu, 28 Maret 2026 15:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Awal Mula Gagasan Monarki dalam Sejarah Islam

By Aga GustianaSabtu, 26 April 2025 18:41 WIB2 Mins Read
Masjid Agung Umayyah di Damaskus. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gagasan monarki dalam sejarah kekhalifahan Islam berakar pada masa Mu’awiyah bin Abi Sufyan, pendiri Dinasti Umayyah. Setelah menerima baiat dari kaum Muslimin, termasuk kubu Hasan bin Ali, Mu’awiyah menghadapi kegelisahan besar: tidak ada mekanisme baku untuk menentukan penerus kepemimpinan.

Menurut Nurhasan dalam Mu’awiyah: Penggagas Pertama Sistem Monarki dalam Islam (2011), keresahan itu mendorong Mu’awiyah untuk memperkenalkan konsep putra mahkota. Ia ingin memastikan transisi kekuasaan berjalan mulus tanpa memicu konflik baru di tubuh umat Islam.

Terkait siapa yang pertama kali menggagas ide tersebut, terdapat dua pendapat. Sebagian sumber menyebut Mughirah bin Shu’bah, seorang sahabat senior, sebagai pihak yang menyarankan Mu’awiyah mengangkat putranya, Yazid, sebagai penerus. Sejarawan M. Khudari mencatat, Mughirah bahkan sempat menggalang dukungan politik dari masyarakat Kufah untuk mewujudkan rencana itu.

Namun, ada pula pendapat berbeda. Sejumlah sejarawan seperti Ali Muhammad ash-Shallabi, Bernard Lewis, dan Karen Armstrong mengkritisi riwayat yang menyebut peran Mughirah. Mereka menilai ide pembaiatan Yazid justru berasal dari Mu’awiyah sendiri, mengingat Mughirah sudah wafat sebelum proses itu bergulir sekitar tahun 53 H.

Baca Juga:  Jejak Sejarah di Balik Nama Jalan Bandung: Dari Teriakan Kusir Kuda Hingga Singkatan Etnis!

Mencegah Perpecahan Umat

Mu’awiyah, seorang pemimpin cerdas dan visioner, memahami betul kondisi rapuh umat Islam pasca terbunuhnya Utsman bin Affan. Peristiwa itu, ditambah perang-perang saudara seperti Perang Unta dan Perang Shiffin, memperlemah solidaritas yang dulu kokoh di masa Khulafaur Rasyidin.

Baca Juga:  Fenomena K-Pop dan Game Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Islam pada Generasi Muda

Melihat ancaman perpecahan, Mu’awiyah menilai perlu ada model kepemimpinan yang mampu menjamin stabilitas politik jangka panjang. Ia pun mulai mengubah bentuk kekhalifahan menjadi model monarki, dengan mewariskan kekuasaan kepada keturunannya.

Menurut Karen Armstrong, gagasan monarki semula terasa asing bagi bangsa Arab. Budaya suku-suku di Jazirah Arab yang nomaden dan egaliter membuat mereka terbiasa memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, bukan garis keturunan. Namun, serangkaian perang saudara membuktikan bahwa sistem seperti itu rawan konflik, sehingga kebutuhan akan pewarisan kekuasaan menjadi lebih bisa diterima.

Baca Juga:  Dies Natalis ke-78 HMI, Ini Sejarah dan Perannya dalam Membangun Bangsa

Fenomena Baru dalam Sejarah Kekhalifahan

Penunjukan Yazid sebagai khalifah dilakukan saat Mu’awiyah masih hidup, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kekhalifahan Islam. Sebelumnya, pemimpin baru baru dipilih setelah wafatnya khalifah sebelumnya, sebagaimana terjadi antara Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Meskipun ide pewarisan kekuasaan terasa asing bagi masyarakat Hijaz, konsep ini lebih diterima di wilayah Syam dan Irak. Kedua kawasan tersebut sebelumnya memang telah akrab dengan model pemerintahan dinasti, jauh sebelum datangnya Islam.

Transformasi inilah yang kemudian menjadi pondasi awal terbentuknya sistem monarki dalam dunia Islam, yang berlanjut pada dinasti-dinasti besar setelahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

abi sufyan Islam monarki muawiyah sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan

Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis

Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram

Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.