bukamata.id – Persib Bandung resmi menutup lembaran sejarah paling gemilang dalam satu dekade terakhir. Bojan Hodak, sosok di balik transformasi luar biasa Maung Bandung, memutuskan untuk menanggalkan jabatan pelatih kepala. Namun, perpisahan ini bukanlah akhir dari sebuah ambisi, melainkan transisi menuju peran baru bagi arsitek asal Kroasia tersebut sebagai technical advisor.
Selama tiga musim terakhir, Bojan telah mengukir catatan fenomenal: tiga gelar juara liga secara beruntun. Sebuah pencapaian yang mengubah wajah Persib dari tim yang sempat limbung menjadi penguasa absolut sepak bola Indonesia.
Transformasi dari Papan Bawah Menuju Dinasti
Mengingat kembali ke Juli 2023, kondisi Persib jauh dari kata ideal. Pasca ditinggal Luis Milla, tim berjuluk Pangeran Biru ini terperosok di posisi ke-16, dibayangi ketegangan publik Bandung yang telah menanti gelar selama sembilan tahun. Kedatangan Bojan Hodak awalnya disambut dengan skeptisisme.
Namun, dengan tangan dinginnya, Bojan mengubah kepingan tim yang retak menjadi sebuah mesin pemenang. Disiplin taktis dan ketangguhan mental menjadi fondasi utama. Gelar juara 2023/2024 menjadi bukti sahih keberhasilannya, yang kemudian berlanjut pada dominasi tak terbendung di musim 2024/2025 dan 2025/2026.
Ujian Berat di Musim Terakhir
Musim 2025/2026 menjadi pembuktian paling otentik. Di tengah gempuran investasi masif dari Borneo FC dan Persija Jakarta, Persib dipaksa berjuang hingga pekan terakhir untuk mengunci gelar hattrick. Bojan mengakui bahwa mempertahankan singgasana jauh lebih menantang dibandingkan saat pertama kali merebutnya.
“Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua,” ujar Bojan seperti dikutip dari laman resmi klub, Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan, “Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini.”
Menjaga Keberlanjutan di Era Igor Tolic
Keputusan Bojan untuk mundur sesaat setelah perayaan juara memang mengejutkan. Meski begitu, pria yang kini akan menjabat sebagai penasihat ahli tersebut tetap memegang prinsip bahwa dedikasi individu harus tunduk pada kebesaran klub.
“Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik,” tegasnya.
Tongkat estafet kepelatihan kini resmi berpindah ke tangan Igor Tolic, sosok yang selama ini menjadi tangan kanan Bojan. Tantangan berat menanti Tolic, mengingat status Persib kini menjadi sasaran empuk bagi klub lain yang ingin mematahkan dominasi juara bertahan.
Menanggapi beban tersebut, Bojan memberikan optimisme. “Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” pungkasnya penuh keyakinan.
Dengan transisi ini, Persib Bandung tidak sekadar mengganti pelatih, melainkan sedang merawat fondasi yang telah dibangun Bojan Hodak agar tetap kokoh di musim 2026/2027 mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










