Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB

Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 20:08 WIB

Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung

Selasa, 27 Oktober 2026 19:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Musyawarah yang Menyesatkan: Ketika Kepemimpinan Dipatahkan oleh Distorsi Komunikasi

By AdminSabtu, 17 Mei 2025 17:10 WIB3 Mins Read
Moh. Fajar Shiddiq Permana. S.kom.I.,M.I.kom. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

MUSYAWARAH dalam Islam adalah media sakral untuk menyalurkan amanah, bukan alat untuk merampas kekuasaan. Sayangnya, dalam beberapa konteks kontemporer, musyawarah justru berubah wajah: dari forum untuk menegakkan keadilan menjadi panggung politik untuk menggulingkan pemimpin yang sah. Ironisnya, semua itu dibungkus dengan jargon “kebersamaan” dan “ijtihad kolektif”.

Dalam pandangan saya—yang berasal dari disiplin Ilmu Komunikasi Islam dan Komunikasi Bisnis—fenomena ini adalah bentuk kegagalan komunikasi strategis sekaligus distorsi nilai syura yang telah diwariskan Islam sejak zaman kenabian.

Ketika Syura Disalahgunakan

Dalam Islam, pencopotan pemimpin memiliki syarat yang sangat ketat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti dari Allah tentang hal itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka usaha mencopot pemimpin yang sah adalah bentuk pemberontakan (bughat) yang merusak tatanan umat.

Baca Juga:  Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah dalam Islam? Ini Penjelasannya

Al-Qur’an juga menekankan prinsip amanah dalam kepemimpinan “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58)

Musyawarah yang dilakukan dengan agenda tersembunyi, tekanan politis, dan tanpa dasar syar’i adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai tersebut.

Framing dan Distorsi: Tinjauan Komunikasi

Dalam perspektif ilmu komunikasi, fenomena ini masuk dalam kategori distorted communication, sebagaimana dijelaskan oleh Jürgen Habermas. Musyawarah yang sehat harus terbuka, jujur, dan rasional. Bila syura dimanipulasi untuk menggulingkan pemimpin tanpa kesalahan syar’i, maka proses itu cacat legitimasi.

Erving Goffman dalam teorinya menyebut ini sebagai proses framing, yakni pembingkaian realitas untuk membentuk persepsi publik. Pemimpin bisa diposisikan sebagai sumber masalah, padahal yang terjadi hanyalah konstruksi naratif dari pihak-pihak yang ingin mengambil alih kendali.

Baca Juga:  Niat dan Cara Menunaikan Utang Puasa Ramadan: Qadha dan Fidyah

Dalam komunikasi bisnis, strategi semacam ini dikenal sebagai engineering crisis trust—membuat krisis kepercayaan secara sengaja untuk memicu pergantian kepemimpinan. Cara-cara ini tidak hanya merusak organisasi, tetapi juga keutuhan moral komunitas.

Saat Pemimpin Menjadi Perisai yang Dirobohkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pemimpin adalah perisai. Umat berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.”
(HR. Muslim)

Ketika perisai itu dihancurkan tanpa dasar yang sah, umat menjadi tanpa pelindung, tanpa arah. Musyawarah berubah dari jalan berkah menjadi arena fitnah. Maka, yang rusak bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga tatanan kepercayaan, akhlak kolektif, dan stabilitas sosial.

Baca Juga:  4 Hal yang Perlu Diperhatikan Muslim Sebelum Melaksanakan Salat

Menjaga Syura, Menjaga Umat

Musyawarah harus kembali pada ruhnya: ruang etis, inklusif, jujur, dan terbebas dari syahwat kekuasaan. Kepemimpinan dalam Islam bukan milik kelompok, tetapi amanah dari Allah yang dijalankan demi maslahat umat. Karena itu, mengacaukan musyawarah sama dengan merusak pilar-pilar komunikasi keumatan.

Dalam era disrupsi narasi, komunikasi strategis umat harus kembali kepada akhlak dan adab, bukan retorika kekuasaan. Hanya dengan demikian, syura bisa menjadi cahaya peradaban, bukan alat kegelapan politik.

Moh. Fajar Shiddiq Permana. S.kom.I.,M.I.kom
Penulis adalah Wakil Ketua Pemuda Persis Kota Bandung dan Humas BKBH PP Persis

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Islam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.