Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Sampai Ketinggalan! Siaran Ulang Brasil vs Jepang di TVRI Hari Ini Gratis

Senin, 29 Juni 2026 10:08 WIB

Mariano Peralta Batal ke Persija? Persib Tiba-Tiba Jadi Kandidat Terkuat

Senin, 29 Juni 2026 09:32 WIB

Skandal Kekerasan Terpanjang di Bandung: Fakta Mengerikan Penyiksaan YTR yang Berlangsung 3 Tahun Tanpa Terendus

Senin, 29 Juni 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Sampai Ketinggalan! Siaran Ulang Brasil vs Jepang di TVRI Hari Ini Gratis
  • Mariano Peralta Batal ke Persija? Persib Tiba-Tiba Jadi Kandidat Terkuat
  • Skandal Kekerasan Terpanjang di Bandung: Fakta Mengerikan Penyiksaan YTR yang Berlangsung 3 Tahun Tanpa Terendus
  • Cek Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juni 2026: Intip Rincian Lengkap per Gramnya!
  • Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Ramai Diburu, Ada di Telegram?
  • Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil, Argentina hingga Portugal Siap Tempur!
  • Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Musyawarah yang Menyesatkan: Ketika Kepemimpinan Dipatahkan oleh Distorsi Komunikasi

By AdminSabtu, 17 Mei 2025 17:10 WIB3 Mins Read
Moh. Fajar Shiddiq Permana. S.kom.I.,M.I.kom. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

MUSYAWARAH dalam Islam adalah media sakral untuk menyalurkan amanah, bukan alat untuk merampas kekuasaan. Sayangnya, dalam beberapa konteks kontemporer, musyawarah justru berubah wajah: dari forum untuk menegakkan keadilan menjadi panggung politik untuk menggulingkan pemimpin yang sah. Ironisnya, semua itu dibungkus dengan jargon “kebersamaan” dan “ijtihad kolektif”.

Dalam pandangan saya—yang berasal dari disiplin Ilmu Komunikasi Islam dan Komunikasi Bisnis—fenomena ini adalah bentuk kegagalan komunikasi strategis sekaligus distorsi nilai syura yang telah diwariskan Islam sejak zaman kenabian.

Ketika Syura Disalahgunakan

Dalam Islam, pencopotan pemimpin memiliki syarat yang sangat ketat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti dari Allah tentang hal itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka usaha mencopot pemimpin yang sah adalah bentuk pemberontakan (bughat) yang merusak tatanan umat.

Baca Juga:  Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Persiapan Menyambut Ramadan di Bulan Sya’ban

Al-Qur’an juga menekankan prinsip amanah dalam kepemimpinan “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58)

Musyawarah yang dilakukan dengan agenda tersembunyi, tekanan politis, dan tanpa dasar syar’i adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai tersebut.

Framing dan Distorsi: Tinjauan Komunikasi

Dalam perspektif ilmu komunikasi, fenomena ini masuk dalam kategori distorted communication, sebagaimana dijelaskan oleh Jürgen Habermas. Musyawarah yang sehat harus terbuka, jujur, dan rasional. Bila syura dimanipulasi untuk menggulingkan pemimpin tanpa kesalahan syar’i, maka proses itu cacat legitimasi.

Erving Goffman dalam teorinya menyebut ini sebagai proses framing, yakni pembingkaian realitas untuk membentuk persepsi publik. Pemimpin bisa diposisikan sebagai sumber masalah, padahal yang terjadi hanyalah konstruksi naratif dari pihak-pihak yang ingin mengambil alih kendali.

Baca Juga:  3 Peristiwa Penting yang Terjadi pada Bulan Syaban

Dalam komunikasi bisnis, strategi semacam ini dikenal sebagai engineering crisis trust—membuat krisis kepercayaan secara sengaja untuk memicu pergantian kepemimpinan. Cara-cara ini tidak hanya merusak organisasi, tetapi juga keutuhan moral komunitas.

Saat Pemimpin Menjadi Perisai yang Dirobohkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pemimpin adalah perisai. Umat berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.”
(HR. Muslim)

Ketika perisai itu dihancurkan tanpa dasar yang sah, umat menjadi tanpa pelindung, tanpa arah. Musyawarah berubah dari jalan berkah menjadi arena fitnah. Maka, yang rusak bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga tatanan kepercayaan, akhlak kolektif, dan stabilitas sosial.

Baca Juga:  Menteri Agama Tegaskan Khitan Perempuan Tidak Wajib dalam Islam

Menjaga Syura, Menjaga Umat

Musyawarah harus kembali pada ruhnya: ruang etis, inklusif, jujur, dan terbebas dari syahwat kekuasaan. Kepemimpinan dalam Islam bukan milik kelompok, tetapi amanah dari Allah yang dijalankan demi maslahat umat. Karena itu, mengacaukan musyawarah sama dengan merusak pilar-pilar komunikasi keumatan.

Dalam era disrupsi narasi, komunikasi strategis umat harus kembali kepada akhlak dan adab, bukan retorika kekuasaan. Hanya dengan demikian, syura bisa menjadi cahaya peradaban, bukan alat kegelapan politik.

Moh. Fajar Shiddiq Permana. S.kom.I.,M.I.kom
Penulis adalah Wakil Ketua Pemuda Persis Kota Bandung dan Humas BKBH PP Persis

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Islam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Skandal Kekerasan Terpanjang di Bandung: Fakta Mengerikan Penyiksaan YTR yang Berlangsung 3 Tahun Tanpa Terendus

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.