Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?

Sabtu, 2 Mei 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?

Jumat, 1 Mei 2026 21:11 WIB

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

Jumat, 1 Mei 2026 21:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
  • UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk
  • Heboh Link Video Bandar Membara, Identitas Pemeran Terungkap
  • Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa
  • Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening
  • PANAS! 1 Sudah Deal, Ini Daftar Lengkap Target Transfer Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ngeri! Praktik Kanibalisme di Inggris, Tulang-tulang Berserakan

By Aga GustianaJumat, 27 Desember 2024 10:08 WIB3 Mins Read
Penelitian terbaru mengungkapkan praktik kanibalisme yang mengerikan pada leluhur orang Inggris di Zaman Perunggu Awal. Tulang yang menunjukkan kerusakan yang diduga karena dimakan oleh manusia. (Foto: Cambridge University)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan hal mengejutkan yang dilakukan oleh leluhur orang Inggris di Zaman Perunggu Awal. Ditemukan bukti adanya praktik kanibalisme yang mengerikan.

Bukti ini dari hasil studi yang dilakukan terhadap tulang-tulang yang ditemukan di situs Charterhouse Warren, di sebelah barat daya Inggris.

Tulang-tulang yang berserakan itu menunjukan bukti adanya kekerasan brutal, termasuk bekas akibat serangan benda tumpul, pemotongan tubuh, dan konsumsi daging manusia, sebelum jasad-jasad itu dilemparkan ke dalam lubang sedalam 15 meter.

“Setidaknya 37 pria, wanita, dan anak-anak terbunuh dan terpotong-potong, dan mungkin sebagian tubuhnya terbakar, sebelum jasad mereka dibuang ke dalam terowongan sedalam 15 meter di dataran tinggi batu kapur Mendip Hills bersama dengan kumpulan fauna yang didominasi oleh ternak,” tulis tim peneliti dalam makalahnya.

Baca Juga:  Penemuan Jalur Lintasan Dinosaurus Berusia 166 Juta Tahun di Inggris

Para peneliti memperkirakan tulang-tulang tersebut berasal dari satu peristiwa kekerasan yang terjadi antara 2210 hingga 2010 SM.

Terdapat tanda-tanda serius yang ada di tulang-tulang tersebut, seperti retakan dan lubang pada tengkorak, serta luka potong yang terjadi saat kematian, hal ini mengindikasikan praktik kanibalisme.

Selain itu, tidak ada seperti penguburan yang menghormati jenazah hingga kemungkinan tubuh-tubuh korban diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi.

Bahkan, analisis kimia menujukan jika para korban merupakan penduduk lokal, bukan orang luar.

Kemudian tidak ada bukti yang menyebut jika adanya pertempuran, hal ini menunjuka bahwa para korban kemungkinan besar disergap dalam pembantaian brutal.

Baca Juga:  Hasil Kunjungan ke Inggris, Prabowo Klaim Raih Komitmen Investasi 8,5 Miliar Dolar AS

Adapun bukti praktik kanibalisme adalah keberadaan tulang-tulang sapi di lokasi yang sama. Peneliti berpendapat, memakan daging manusia bisa jadi bertujuan untuk mendeklasifikasi korban menghilangkan kemanusaiaan mereka, dan memperlakukan layaknya hewan.

“Faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan tersebut masih belum jelas, tetapi peristiwa tersebut mungkin merupakan bagian dari siklus balas dendam yang terus meningkat yang timbul dari tekanan sosial dan politik dalam atau di antara komunitas-komunitas awal Zaman Perunggu, dan karenanya mungkin memiliki anteseden dan konsekuensi,” tulis tim dalam makalah yang diterbitkan di Antiquity.

Selain itu, ada indikasi wabah penyakit yang melanda Inggris pada periode tersebut, yang mungkin memperburuk ketegangan sosial dan memicu konflik antar kelompok. Namun, kaitan langsung antara wabah tersebut dengan kekerasan di Charterhouse Warren masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Jejak Dokter Firaun di Makam Kuno Berusia 4.000 Tahun

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang sisi gelap masyarakat prasejarah Inggris.

“Charterhouse Warren adalah salah satu situs arkeologi langka yang menantang cara kita berpikir tentang masa lalu,” kata Schulting.

“Ini mengingatkan kita bahwa kekejaman manusia di masa prasejarah dapat menyamai kebrutalan dalam sejarah modern,” tambahnya.

Penelitian ini menyoroti bahwa tindakan kekerasan dan kanibalisme kemungkinan besar bukanlah peristiwa tunggal, melainkan bagian dari pola perilaku yang lebih luas di masyarakat saat itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog Inggris kanibalisme prasejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?

Heboh Link Video Bandar Membara, Identitas Pemeran Terungkap

Rumah Anisa Rahma Eks Cherybelle Kebakaran, 3.500 Al-Qur’an Tak Tersentuh Api

Banyak Dicari, Link Video Bandar Membara Bergetar Kini Diselidiki Polisi

Jangan Asal Titip! Panduan Cerdas Memilih Daycare agar Si Kecil Aman dan Tetap Happy

Link Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’ Ramai Dicari, Ada Versi Full Durasi?

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.