Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 16:16 WIB

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Kamis, 15 Oktober 2026 16:08 WIB

Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje

Kamis, 15 Oktober 2026 15:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
  • Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI
  • Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje
  • Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!
  • Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Persib Kuasai Grup E ACL Two, FC Seoul Terpuruk di Dasar Klasemen
  • Habis Sudah! Bupati Gowa Husniah Dipecat Tidak Hormat: Dari Skandal Asmara Hingga Pemerasan Rp16 Miliar!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ngeri! Praktik Kanibalisme di Inggris, Tulang-tulang Berserakan

By Aga GustianaJumat, 27 Desember 2024 10:08 WIB3 Mins Read
Penelitian terbaru mengungkapkan praktik kanibalisme yang mengerikan pada leluhur orang Inggris di Zaman Perunggu Awal. Tulang yang menunjukkan kerusakan yang diduga karena dimakan oleh manusia. (Foto: Cambridge University)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan hal mengejutkan yang dilakukan oleh leluhur orang Inggris di Zaman Perunggu Awal. Ditemukan bukti adanya praktik kanibalisme yang mengerikan.

Bukti ini dari hasil studi yang dilakukan terhadap tulang-tulang yang ditemukan di situs Charterhouse Warren, di sebelah barat daya Inggris.

Tulang-tulang yang berserakan itu menunjukan bukti adanya kekerasan brutal, termasuk bekas akibat serangan benda tumpul, pemotongan tubuh, dan konsumsi daging manusia, sebelum jasad-jasad itu dilemparkan ke dalam lubang sedalam 15 meter.

“Setidaknya 37 pria, wanita, dan anak-anak terbunuh dan terpotong-potong, dan mungkin sebagian tubuhnya terbakar, sebelum jasad mereka dibuang ke dalam terowongan sedalam 15 meter di dataran tinggi batu kapur Mendip Hills bersama dengan kumpulan fauna yang didominasi oleh ternak,” tulis tim peneliti dalam makalahnya.

Baca Juga:  Siap Memanas! Ini Jadwal Sisa Pertandingan Piala Dunia 2026 Menuju Final

Para peneliti memperkirakan tulang-tulang tersebut berasal dari satu peristiwa kekerasan yang terjadi antara 2210 hingga 2010 SM.

Terdapat tanda-tanda serius yang ada di tulang-tulang tersebut, seperti retakan dan lubang pada tengkorak, serta luka potong yang terjadi saat kematian, hal ini mengindikasikan praktik kanibalisme.

Selain itu, tidak ada seperti penguburan yang menghormati jenazah hingga kemungkinan tubuh-tubuh korban diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi.

Bahkan, analisis kimia menujukan jika para korban merupakan penduduk lokal, bukan orang luar.

Kemudian tidak ada bukti yang menyebut jika adanya pertempuran, hal ini menunjuka bahwa para korban kemungkinan besar disergap dalam pembantaian brutal.

Baca Juga:  Arkeolog Digegerkan Penemuan Patung Mirip Alien Berusia 7.000 Tahun

Adapun bukti praktik kanibalisme adalah keberadaan tulang-tulang sapi di lokasi yang sama. Peneliti berpendapat, memakan daging manusia bisa jadi bertujuan untuk mendeklasifikasi korban menghilangkan kemanusaiaan mereka, dan memperlakukan layaknya hewan.

“Faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan tersebut masih belum jelas, tetapi peristiwa tersebut mungkin merupakan bagian dari siklus balas dendam yang terus meningkat yang timbul dari tekanan sosial dan politik dalam atau di antara komunitas-komunitas awal Zaman Perunggu, dan karenanya mungkin memiliki anteseden dan konsekuensi,” tulis tim dalam makalah yang diterbitkan di Antiquity.

Selain itu, ada indikasi wabah penyakit yang melanda Inggris pada periode tersebut, yang mungkin memperburuk ketegangan sosial dan memicu konflik antar kelompok. Namun, kaitan langsung antara wabah tersebut dengan kekerasan di Charterhouse Warren masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Perhiasan Terbuat dari Meteor Berusia 3.000 Tahun

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang sisi gelap masyarakat prasejarah Inggris.

“Charterhouse Warren adalah salah satu situs arkeologi langka yang menantang cara kita berpikir tentang masa lalu,” kata Schulting.

“Ini mengingatkan kita bahwa kekejaman manusia di masa prasejarah dapat menyamai kebrutalan dalam sejarah modern,” tambahnya.

Penelitian ini menyoroti bahwa tindakan kekerasan dan kanibalisme kemungkinan besar bukanlah peristiwa tunggal, melainkan bagian dari pola perilaku yang lebih luas di masyarakat saat itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog Inggris
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

5 Tempat Ngopi 24 Jam di Bandung: Cocok Buat Nugas, Nongkrong, sampai Ngalong

7 Wisata Alam Purwakarta Paling Hits: Dari Curug Cipurut Hingga Tebing Parang yang Menguji Adrenalin

Harga Emas Antam Hari Ini 15 Oktober 2026 Anjlok Rp13.000, Segini Daftar Lengkapnya!

Ilustrasi Sate

Tak Cukup Satu Tusuk! Ini 5 Pilihan Tempat Makan Sate Maranggi di Purwakarta

Bukan Cuma Tahu Sumedang, 4 Kuliner Tradisional Ini Punya Cita Rasa Unik

Jalan-Jalan ke Bandung Jangan Cuma ke Tempat Wisata, Ini 5 Kuliner Legendarisnya

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.