bukamata.id – Grup musik Juicy Luicy batal tampil dalam festival XYZ Liveground 2026 di Batam. Pembatalan tersebut memicu polemik setelah pihak band menyebut ada kewajiban penyelenggara yang belum diselesaikan hingga menjelang keberangkatan.
Pernyataan Juicy Luicy kemudian mendapat tanggapan dari pihak penyelenggara. Mereka memberikan penjelasan mengenai persoalan yang terjadi, terutama terkait kebutuhan tambahan berupa biaya kelebihan bagasi atau overbagasi yang muncul saat proses keberangkatan menuju Batam.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa sejumlah kebutuhan Juicy Luicy yang sebelumnya telah disepakati sudah dipersiapkan sebelum hari keberangkatan.
Kebutuhan tersebut mencakup pembayaran fee secara penuh, tiket pesawat pulang-pergi, hotel, hospitality, hingga kebutuhan teknis untuk penampilan di XYZ Liveground 2026.
Menurut penyelenggara, persoalan baru muncul ketika rombongan Juicy Luicy berada di bandara. Saat proses keberangkatan berlangsung, terdapat biaya tambahan akibat kelebihan bagasi yang perlu dibayarkan.
Karena kebutuhan tersebut baru diketahui saat keberangkatan, pihak penyelenggara mengaku menawarkan solusi agar perjalanan tetap berjalan. Band disebut diminta membayarkan terlebih dahulu biaya tersebut, kemudian pihak penyelenggara akan memproses penggantian atau reimbursement.
Penyelenggara menyebut proses reimbursement direncanakan dilakukan pada pagi hari.
“Fokus penyelenggara saat itu adalah memastikan performer tetap berangkat dan dapat hadir di XYZ,” tulis pihak penyelenggara dalam keterangannya.
Mereka juga menyebut persoalan serupa dialami sejumlah performer lain yang tampil dalam XYZ Liveground. Menurut penyelenggara, solusi yang ditawarkan kepada para performer tersebut juga sama.
Pihak penyelenggara menegaskan seluruh kebutuhan utama yang tercantum dalam kesepakatan telah dipenuhi. Mereka juga menyatakan dokumen pendukung terkait proses tersebut telah disimpan.
Pernyataan Juicy Luicy Picu Polemik
Sebelum pihak penyelenggara memberikan penjelasan, kabar batalnya Juicy Luicy tampil lebih dulu diketahui publik melalui Instagram Story.
Juicy Luicy menyampaikan keputusan tersebut diambil dengan berat hati karena masih terdapat persoalan mengenai kewajiban pihak penyelenggara.
“Sedih sekali, Juicy Luicy ga jadi tampil di XYZ Live Ground 2026. Keputusan ini dengan berat hati kita ambil karena terdapat beberapa hal terkait kewajiban dari pihak penyelenggara yang hingga saat ini belum diselesaikan,” tulis akun @juicyluicyband.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan karena pihak penyelenggara menilai narasi yang disampaikan kepada publik terkesan menyudutkan acara.
Penyelenggara pun memberikan versinya. Mereka menekankan bahwa kebutuhan utama Juicy Luicy, mulai dari fee, tiket penerbangan, hotel, hospitality hingga kebutuhan teknis, telah dipersiapkan sebelum keberangkatan.
Adapun persoalan yang terjadi di bandara, menurut pihak penyelenggara, berkaitan dengan biaya kelebihan bagasi yang muncul secara situasional serta mekanisme reimbursement yang mereka tawarkan.
Dengan demikian, polemik tersebut tidak hanya berkaitan dengan nominal biaya tambahan, tetapi juga menyangkut bagaimana komunikasi antara manajemen artis dan penyelenggara dilakukan ketika masalah muncul di lapangan.
Warganet Ikut Berkomentar
Polemik pembatalan Juicy Luicy tersebut turut mengundang beragam komentar warganet. Sejumlah komentar yang dikutip dari kolom komentar Instagram @tante.rempong.official menyoroti keputusan band yang dianggap terlalu berisiko jika persoalannya berkaitan dengan biaya overbagasi.
“Jujur gua suka lagu lagunya. Tapi engga sama penyanyi nya. Maap bgt.. udah jelek tengil nya minta ampun,” tulis akun @dev***.
“Mulai besar kepala kaki dilangit untung nga suka lagu lagunyaa baru jg netas band band legend aja nga segitunya,” tulis akun @ahm***.
Sementara akun @sob*** menyoroti solusi yang ditawarkan penyelenggara.
“Gak modal banget timbang overbagasi itu juga bisa direimburse…” tulisnya.
Berbagai komentar tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang awalnya terjadi antara artis dan penyelenggara kini berkembang menjadi perbincangan publik.
Nanda Persada Soroti Risiko Reputasi Artis
Polemik tersebut juga mendapat perhatian dari pelaku industri musik. Produser sekaligus mantan manajer artis, Nanda Persada, menilai pembatalan pertunjukan karena persoalan biaya bagasi perlu dipertimbangkan secara matang, terutama karena menyangkut reputasi artis.
Melalui akun Threads, Nanda menilai persoalan biaya tidak sebanding dengan risiko reputasi yang dapat muncul setelah pembatalan dilakukan.
“Kalau ada artis yang meng-cancel acara sepihak gara-gara over bagasi, itu ngga sebanding nilai rupiahnya dengan mengorbankan nama baik kalian,” tulis Nanda.
Menurutnya, sekalipun persoalan tersebut merupakan tanggung jawab klien atau penyelenggara, penyelesaian masalah seharusnya tetap mempertimbangkan hubungan profesional dan persepsi publik terhadap artis.
“Klien kecewa, nama baik jadi jelek di mata publik. Secepatnya evaluasi internal,” lanjutnya.
Stinky Beri Sindiran soal Overbagasi
Komentar bernada sindiran juga datang dari grup musik Stinky. Melalui akun media sosialnya, Stinky menyinggung polemik band yang batal tampil karena persoalan kelebihan bagasi.
Mereka bahkan menawarkan diri untuk tampil dalam acara yang tengah menjadi sorotan tersebut.
“Yang lagi ramai band yang cancel gara-gara overload bagasi. Gimana yaaaaa susah sihh.. Mending Stinky aman jaya tenteram dan kalo overloaded, bisa dirembukin, asoyyyy yukk!” tulis @stinkyband.
Stinky juga memberikan pesan agar persoalan yang terjadi tidak sampai mengganggu hubungan antara artis, penyelenggara, dan penggemar.
“Semangat itu band Jusi Lusi, kasih service terbaik buat fansnya dan semuanya ya,” lanjut mereka.
Ketua IMARINDO Nilai Keputusan Manajemen Kurang Tepat
Pandangan lain disampaikan Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO), Robert Pieter. Ia menilai manajemen Juicy Luicy seharusnya mempertimbangkan opsi reimbursement yang telah ditawarkan penyelenggara.
Menurut Robert, apabila fee penampilan memang telah dibayarkan penuh, manajemen perlu mempertimbangkan kewajiban profesional untuk tetap menjalankan agenda yang telah disepakati.
“Keputusan yang diambil manajemen Juicy Luicy menurut gue kurang tepat, karena sudah dibayar lunas hak, harusnya ketika ditawarkan opsi reimburse di lokasi ya ambil aja kalian jalan ke kota tsb sebagai bentuk menjalani kewajiban,” tulis Robert di Threads.
Namun, Robert juga menilai manajemen memiliki hak untuk memastikan persoalan reimbursement benar-benar diselesaikan sebelum artis menjalankan aktivitas pekerjaan di lokasi acara.
“Nah, selama opsi reimburse yang janji promotor tadi blm diselesaikan terlebih dahulu ya jangan mau dulu melakukan aktivitas kerja (soundcheck) stay di hotel, kalo blom lunas jg ya gausah manggung dan bikin video klarifikasi SELESAI,” lanjutnya.
Robert kemudian menyebut sejumlah opsi yang menurutnya dapat ditempuh manajemen untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Di antaranya memastikan mekanisme reimbursement, mengecek pengalaman kerja sama sebelumnya dengan pihak penyelenggara, berkoordinasi dengan manajemen artis lain yang tampil dalam acara yang sama, serta membuat perjanjian tambahan secara singkat terkait penggantian biaya bagasi.
Menurut Robert, persoalan seperti ini semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kesepakatan tertulis tanpa harus berujung pada pembatalan penampilan.
Juicy Luicy Belum Beri Klarifikasi Terbaru
Di tengah ramainya polemik tersebut, pihak Juicy Luicy hingga berita ini ditulis belum menyampaikan klarifikasi resmi mengenai detail persoalan biaya kelebihan bagasi dan versi penyelenggara.
Publik sebelumnya hanya mendapatkan pernyataan bahwa terdapat kewajiban penyelenggara yang belum diselesaikan sehingga Juicy Luicy memutuskan tidak tampil di XYZ Liveground 2026.
Sementara itu, akun Instagram vokalis Juicy Luicy, Julian “Uan” Kaisar, juga diketahui tidak dapat ditemukan pada Rabu, 9 September 2026.
Akun dengan nama pengguna @uan.kaisar tidak lagi muncul ketika ditelusuri. Namun, belum diketahui secara pasti alasan akun tersebut tidak dapat diakses.
Polemik Juicy Luicy dan XYZ Liveground kini pun menyisakan dua versi cerita. Di satu sisi, Juicy Luicy menyebut masih ada kewajiban penyelenggara yang belum diselesaikan. Di sisi lain, penyelenggara menegaskan kebutuhan utama sesuai kesepakatan telah dipenuhi dan persoalan yang tersisa berkaitan dengan biaya overbagasi serta mekanisme reimbursement.
Perbedaan penjelasan inilah yang membuat persoalan tersebut terus menjadi perhatian publik, sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi, kesepakatan teknis, dan mekanisme pembayaran tambahan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan sebuah pertunjukan musik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










