Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Eliano Reijnders Kembali ke Persib Jelang Kontra Persija, Sempat Tertahan Gegara Erupsi

Rabu, 9 September 2026 20:42 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Terlewat! Bansos PKH September 2026 Masuk Tahap 3, Segini Nominalnya

Rabu, 9 September 2026 20:36 WIB

Persija vs Persib Makin Panas, STY Beri Peringatan Keras untuk Suporter

Rabu, 9 September 2026 20:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Eliano Reijnders Kembali ke Persib Jelang Kontra Persija, Sempat Tertahan Gegara Erupsi
  • Jangan Terlewat! Bansos PKH September 2026 Masuk Tahap 3, Segini Nominalnya
  • Persija vs Persib Makin Panas, STY Beri Peringatan Keras untuk Suporter
  • Viral Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar, Polisi Ungkap Korban Tak Cuma Satu
  • 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda saat Liput Gunung Anak Krakatau, Ini Kronologinya
  • Tak Banyak Main di Persib, Saddil Ramdani Kini Punya Misi Besar di Persebaya
  • Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, 11 Siswa Disebut Melapor
  • Over Bagasi Berujung Petaka, Juicy Luicy Jadi Sasaran Sentilan Netizen Usai Batal Tampil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 10 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda saat Liput Gunung Anak Krakatau, Ini Kronologinya

By SusanaRabu, 9 September 2026 20:12 WIB5 Mins Read
Speedboat hilang kontak di Selat Sunda memasuki hari kedua pencarian. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lima jurnalis bersama tiga orang kru kapal masih dalam pencarian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari wilayah Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik yang tengah meningkat.

Hingga Rabu, 9 September 2026, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Area penyisiran bahkan diperluas karena keberadaan speedboat yang membawa delapan orang tersebut belum ditemukan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan proses pencarian masih berlangsung. Ia berharap seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami berharap seluruhnya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Lantas, bagaimana kronologi lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak di Selat Sunda tersebut?

Berangkat dari Carita Menuju Gunung Anak Krakatau

Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menaiki speedboat Arupadhatu 1 dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau. Di dalam kapal terdapat delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru.

Kelima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Baca Juga:  Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Strombolian, Seberapa Bahaya? Ini Potensinya

Sementara tiga orang lainnya yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu atau guide.

Perjalanan tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi dan gambar mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang menjadi perhatian karena peningkatan aktivitas vulkanik.

Kontak Terakhir Terjadi Pukul 14.42 WIB

Perjalanan rombongan tidak berlangsung lama sebelum komunikasi mulai terputus.

Salah satu jurnalis, M Bagus Khoirunnas, masih sempat berkomunikasi dengan rekannya di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB.

Dalam komunikasi tersebut, Bagus dilaporkan sempat mengirimkan lokasi terkini rombongan. Setelah itu, komunikasi dengan speedboat mulai tidak dapat dilakukan.

Sekitar pukul 15.04 WIB, kontak dengan rombongan dinyatakan terputus. Titik terakhir yang diduga menjadi lokasi speedboat berada di kawasan perairan Selat Sunda.

Sejak saat itu, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal belum diketahui.

Rombongan Sempat Diduga Masih Berada di Sekitar Anak Krakatau

Hilangnya kontak kemudian memicu pencarian oleh tim SAR gabungan.

Pada perkembangan berikutnya, terdapat informasi bahwa pemandu kapal, Heriyanto, sempat mengirimkan foto yang menunjukkan dirinya berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin sore.

Namun setelah komunikasi tersebut, keberadaan rombongan kembali tidak diketahui.

Pemilik kapal sebelumnya juga menyebut rombongan seharusnya kembali ke kawasan Carita pada hari yang sama. Namun hingga malam, kapal belum kembali.

Baca Juga:  Farhan Pastikan Sekolah di Bandung Tetap Normal, Siswa Diminta Pakai Masker

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran hingga laporan kehilangan kontak diteruskan kepada Basarnas.

Tim SAR Langsung Bergerak

Setelah menerima laporan, Tim Rescue USS Pandeglang bersama unsur SAR lainnya melakukan pencarian.

Pada hari pertama, pencarian dilakukan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang serta kawasan perairan yang mengarah ke Gunung Anak Krakatau.

Tim menggunakan sejumlah armada, termasuk RIB Basarnas dan kapal dari unsur terkait. Namun hingga pencarian hari pertama berakhir, keberadaan speedboat maupun delapan orang di dalamnya belum ditemukan.

Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas. Tim SAR gabungan menyisir sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi jalur perjalanan rombongan dari Carita menuju Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian juga melibatkan unsur Basarnas Banten, Basarnas Lampung, Polairud, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

Cuaca dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian

Pencarian dilakukan di tengah kondisi perairan Selat Sunda dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.

Laporan perkembangan operasi SAR pada Rabu menyebut kondisi cuaca di wilayah pencarian relatif cerah berawan, dengan angin sekitar 14 knot dan gelombang 0,4 hingga 1 meter. Di sisi lain, Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan material debu vulkanik.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang tengah menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir. Erupsi gunung tersebut sebelumnya juga menyebabkan gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut membuat operasi pencarian harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel SAR sekaligus perkembangan aktivitas vulkanik.

Baca Juga:  Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Letusan Panjang Reda, Potensi Bahaya Masih Tinggi

Identitas 5 Jurnalis dan 3 Kru yang Masih Dicari

Berikut delapan orang yang hingga Rabu, 9 September 2026 masih dalam pencarian:

Lima jurnalis:

  • M Bagus Khoirunnas – LKBN ANTARA
  • Ari Basuki – Merdeka
  • Yudhis – iNews
  • Daus – Anadolu
  • Donal – jurnalis lepas

Tiga kru kapal:

  • Warta (55) – kapten/nakhoda
  • Surakman (60) – ABK
  • Heriyanto (49) – pemandu/guide

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga Rabu, 9 September 2026, keberadaan speedboat Arupadhatu 1 dan delapan orang yang berada di dalamnya belum ditemukan.

Tim SAR gabungan masih memperluas pencarian dengan menyisir sejumlah titik di perairan Selat Sunda.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten Rizky Dwianto sebelumnya mengatakan pihaknya mengerahkan RIB 02 untuk menyisir posisi terakhir yang diketahui.

“Kami gerakkan RIB 02 untuk melakukan pencarian di posisi terakhir,” ujar Rizky.

Ia berharap hilangnya komunikasi tersebut bukan berarti terjadi sesuatu yang membahayakan rombongan.

“Ya mudah-mudahan hanya putus komunikasi dan seluruh penumpang dalam kondisi aman,” katanya.

Operasi pencarian kini menjadi perhatian luas, terutama karena lima dari delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut merupakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan Gunung Anak Krakatau.

Hingga seluruh informasi mengenai keberadaan rombongan ditemukan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di kawasan Selat Sunda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

3 kru kapal hilang 5 jurnalis hilang kontak Gunung Anak Krakatau jurnalis hilang di Selat Sunda Selat Sunda speedboat Arupadhatu 1
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Terlewat! Bansos PKH September 2026 Masuk Tahap 3, Segini Nominalnya

Viral Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar, Polisi Ungkap Korban Tak Cuma Satu

Pencabulan

Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, 11 Siswa Disebut Melapor

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan, Puluhan Jemaah Umrah Jabar Gagal Terbang

Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga

Mitra Netra Dorong Tunanetra Lulusan Perguruan Tinggi Kembangkan Potensi untuk Tembus Dunia Kerja

Terpopuler
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.