bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan aktivitas pelayanan publik kembali berjalan penuh sejak awal tahun 2026. Salah satu layanan yang telah beroperasi normal adalah pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa tidak ada perubahan tarif pajak kendaraan pribadi pada tahun ini. Besaran PKB tetap mengacu pada ketentuan tahun 2025, begitu pula dengan BBNKB yang dipastikan tidak mengalami penyesuaian.
“Mulai 2 Januari 2026 seluruh layanan pemerintah sudah berjalan normal. Untuk pajak kendaraan bermotor pribadi tidak ada kenaikan, tetap sama seperti tahun 2025, dan BBNKB juga tidak naik,” ujar Dedi, Kamis (2/1/2026).
Selain mempertahankan tarif pajak kendaraan pribadi, Pemprov Jabar juga memberikan stimulus berupa keringanan pajak bagi kendaraan berpelat kuning. Untuk kendaraan angkutan penumpang, tarif pajak yang sebelumnya berada di angka 60 persen kini dipangkas menjadi 30 persen. Sementara itu, kendaraan angkutan barang yang pada 2025 dikenakan pajak penuh 100 persen, pada 2026 turun menjadi 70 persen.
Dedi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Barat yang selama ini patuh menunaikan kewajiban pajak kendaraan. Ia menilai kontribusi tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas infrastruktur di berbagai wilayah.
“Jalan-jalan di Jawa Barat semakin baik, lebih lebar, dilengkapi trotoar, taman, penerangan jalan umum, drainase, hingga CCTV. Ini bukan karya pribadi, tetapi hasil kontribusi seluruh masyarakat Jawa Barat yang taat membayar pajak kendaraan,” katanya.
Ia menegaskan, penerimaan pajak memberikan ruang fiskal yang cukup bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan sepanjang 2026.
“Dalam kondisi apa pun, tahun 2026 kita akan terus membangun Jawa Barat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengingatkan masyarakat yang masih menunggak pajak kendaraan agar segera meningkatkan kepatuhan.
“Jangan sampai kendaraan bagus dan gagah di jalan, tapi pajaknya tidak dibayar. Mari sama-sama bertanggung jawab,” ucapnya.
Tak lupa, ia mendoakan agar kewajiban pajak yang telah dibayarkan membawa keberkahan, sekaligus berharap masyarakat yang belum mampu membayar pajak segera diberikan kelapangan rezeki.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Asep Supriatna, turut mengapresiasi peran para wajib pajak dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan optimisme menghadapi tahun anggaran 2026 meski di tengah tantangan ekonomi dan fiskal.
Menurut Asep, target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp30,1 triliun sebagaimana disampaikan Gubernur Dedi Mulyadi.
Menanggapi kebijakan penurunan tarif pajak kendaraan berpelat kuning, Asep menjelaskan bahwa langkah tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur terkait relaksasi opsen serta ketentuan pengenaan pajak bagi angkutan umum yang mulai berlaku per 1 Januari 2026.
Ia menyebutkan pihaknya telah menginstruksikan seluruh kepala Samsat untuk melakukan pemantauan, sosialisasi, dan memastikan bahwa penetapan PKB serta BBNKB benar-benar tidak mengalami kenaikan.
“Benar apa yang disampaikan pak Gubernur. Kendaraan angkutan umum orang semula dikenakan 60% saat ini turun menjadi 30% dari jumlah pajak yang harus dibayar, untuk kendaraan angkutan umum barang semula dikenakan 100% saat ini turun menjadi 70% dari jumlah pajak yang harus dibayar,” jelas dia.
“Dengan catatan harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangan,” dia melanjutkan.
Asep juga menegaskan bahwa kebijakan keringanan pajak kendaraan berpelat kuning memang menjadi kebijakan khusus Pemprov Jabar tahun ini.
“Mengenai penurunan pajak untuk pelat kuning, sesuai yang disampaikan Pak Gubernur, memang tahun ini kebijakannya seperti itu,” jelas dia.
Menutup pernyataannya, Asep menyatakan keyakinannya bahwa dukungan masyarakat akan menjaga stabilitas pendapatan daerah.
“Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis pendapatan daerah tetap terjaga dan mampu mendukung pembangunan Jawa Barat ke depan,” pungkas Asep.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











