Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa

Selasa, 13 Oktober 2026 06:00 WIB

Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni

Selasa, 13 Oktober 2026 05:00 WIB

Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau

Selasa, 13 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa
  • Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni
  • Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
  • Jadwal Super Padat Bikin Pemain Tumbang, Thom Haye Buka Suara Soal Fasilitas Recovery Persib
  • Era Baru Pengajuan Bansos: Cukup Gunakan NIK KTP, Proses Verifikasi Cuma Hitungan Menit
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pakar ITB Peringatkan Potensi Longsor Susulan di Pasirlangu, Ancaman Aliran Lumpur Masih Mengintai

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 26 Januari 2026 20:00 WIB2 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dinilai bukan semata runtuhan tanah biasa, melainkan rangkaian proses geologi kompleks yang memicu aliran lumpur (mudflow) dari wilayah hulu.

Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun, saat dihubungi tim bukamata.id, Minggu (25/1/2026), menegaskan bahwa potensi bahaya susulan masih sangat mungkin terjadi, mengingat masih ditemukan indikasi sumbatan di bagian hulu sungai.

“Jika hujan kembali terjadi dengan intensitas tinggi, akumulasi air di balik sumbatan-sumbatan tersebut berpotensi kembali jebol dan memicu aliran lumpur yang membahayakan wilayah hilir,” ujarnya.

Imam menjelaskan, meskipun secara regional sebagian besar wilayah terdampak berada pada zona kerentanan longsor rendah hingga menengah, namun lokasi permukiman justru berada di area sempadan sungai yang berisiko tinggi terlanda aliran lumpur dan aliran debris dari hulu.

Baca Juga:  Fenomena Pelangi di Area Longsor Pasirlangu Bandung Barat Jadi Perbincangan

“Bahaya tidak selalu berasal dari lereng tempat rumah tersebut berdiri, tetapi bisa datang dari sistem aliran yang terhubung langsung dengan lereng terjal di bagian hulunya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aliran lumpur dan debris memiliki daya rusak jauh lebih besar dibandingkan banjir biasa, karena membawa muatan sedimen berupa lumpur, pasir, hingga bongkah batu.

Baca Juga:  Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Terkendala Kabut Tebal, 32 Orang Masih Hilang

“Yang paling merusak itu bukan airnya, tetapi material sedimen yang terbawa aliran,” tegas Imam.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya difokuskan di wilayah hilir, tetapi harus menyasar stabilisasi lereng di hulu, pemantauan jalur aliran dengan teknologi, serta perlindungan kawasan permukiman yang berada di sepanjang sungai.

Imam juga menyoroti pentingnya peran vegetasi dalam menjaga kestabilan lereng, sekaligus mengurangi potensi material yang terbawa saat terjadi aliran lumpur.

Selain mitigasi struktural, ia menekankan perlunya mitigasi non-struktural melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Ubah Lokasi Longsor Cisarua Jadi Hutan Permanen

“Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut saat hujan lebat, masyarakat harus segera waspada dan menjauh dari alur sungai. Itu bisa menjadi indikasi adanya sumbatan di hulu,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat memahami bahwa bahaya longsor tidak selalu ditandai oleh runtuhan lereng di sekitar rumah, tetapi bisa datang tiba-tiba berupa aliran lumpur dari wilayah hulu tanpa tanda visual yang jelas.

“Kesadaran ini penting agar masyarakat tidak lengah terhadap ancaman yang datang dari sistem aliran, bukan hanya dari lereng,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Longsor Bandung Barat longsor Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.