Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Kamis, 30 April 2026 05:00 WIB

Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan

Kamis, 30 April 2026 04:00 WIB

Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru

Kamis, 30 April 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pakar ITB Peringatkan Potensi Longsor Susulan di Pasirlangu, Ancaman Aliran Lumpur Masih Mengintai

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 26 Januari 2026 20:00 WIB2 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dinilai bukan semata runtuhan tanah biasa, melainkan rangkaian proses geologi kompleks yang memicu aliran lumpur (mudflow) dari wilayah hulu.

Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun, saat dihubungi tim bukamata.id, Minggu (25/1/2026), menegaskan bahwa potensi bahaya susulan masih sangat mungkin terjadi, mengingat masih ditemukan indikasi sumbatan di bagian hulu sungai.

“Jika hujan kembali terjadi dengan intensitas tinggi, akumulasi air di balik sumbatan-sumbatan tersebut berpotensi kembali jebol dan memicu aliran lumpur yang membahayakan wilayah hilir,” ujarnya.

Imam menjelaskan, meskipun secara regional sebagian besar wilayah terdampak berada pada zona kerentanan longsor rendah hingga menengah, namun lokasi permukiman justru berada di area sempadan sungai yang berisiko tinggi terlanda aliran lumpur dan aliran debris dari hulu.

Baca Juga:  Longsor Besar Terjang Desa Pasirlangu Bandung Barat, Puluhan Rumah Tertimbun Lumpur

“Bahaya tidak selalu berasal dari lereng tempat rumah tersebut berdiri, tetapi bisa datang dari sistem aliran yang terhubung langsung dengan lereng terjal di bagian hulunya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aliran lumpur dan debris memiliki daya rusak jauh lebih besar dibandingkan banjir biasa, karena membawa muatan sedimen berupa lumpur, pasir, hingga bongkah batu.

Baca Juga:  Bey Minta Pemda Jabar Cepat Tangani Dampak Longsor di Bandung Barat

“Yang paling merusak itu bukan airnya, tetapi material sedimen yang terbawa aliran,” tegas Imam.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya difokuskan di wilayah hilir, tetapi harus menyasar stabilisasi lereng di hulu, pemantauan jalur aliran dengan teknologi, serta perlindungan kawasan permukiman yang berada di sepanjang sungai.

Imam juga menyoroti pentingnya peran vegetasi dalam menjaga kestabilan lereng, sekaligus mengurangi potensi material yang terbawa saat terjadi aliran lumpur.

Selain mitigasi struktural, ia menekankan perlunya mitigasi non-struktural melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam.

Baca Juga:  Jejak Ramalan Hard Gumay di Balik Tragedi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

“Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut saat hujan lebat, masyarakat harus segera waspada dan menjauh dari alur sungai. Itu bisa menjadi indikasi adanya sumbatan di hulu,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat memahami bahwa bahaya longsor tidak selalu ditandai oleh runtuhan lereng di sekitar rumah, tetapi bisa datang tiba-tiba berupa aliran lumpur dari wilayah hulu tanpa tanda visual yang jelas.

“Kesadaran ini penting agar masyarakat tidak lengah terhadap ancaman yang datang dari sistem aliran, bukan hanya dari lereng,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aliran lumpur KBB ancaman longsor susulan bencana alam Pasirlangu ITB geologi longsor Longsor Bandung Barat longsor Pasirlangu mudflow Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.