bukamata.id – Perjalanan Fajar Alamri, pebiliar cilik asal Tolitoli, Sulawesi Tengah, tidak hanya berhenti pada sorotan publik usai tampil di ajang internasional Carabao International Open 2026.
Lebih dari itu, bakatnya kini mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah hingga industri olahraga biliar nasional.
Setelah viral karena aksinya bermain biliar di atas kardus dan tampil sebagai peserta termuda di turnamen internasional, Fajar kini masuk dalam radar pembinaan atlet masa depan Indonesia.
Dukungan Langsung Gubernur Sulawesi Tengah
Momentum penting terjadi saat Fajar diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Dalam pertemuan di ruang kerja gubernur yang turut dihadiri Ketua KONI Sulteng Muhammad Fathur Razaq dan Ketua POBSI Sulteng Andi Raharja Limbunan, pemerintah daerah menyatakan komitmen penuh terhadap pembinaan Fajar.
Gubernur Anwar Hafid mengaku terkejut sekaligus bangga melihat kemampuan Fajar di usia yang masih sangat belia.
“Ini bukan sekadar aset daerah, melainkan aset bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan asah bersama agar kelak namanya harum di kancah dunia,” tegas Anwar Hafid.
Lebih dari sekadar kemampuan olahraga, Gubernur juga menyoroti sisi lain Fajar yang dinilai istimewa, yakni sebagai seorang hafiz Al-Qur’an.
“Lebih luar biasa lagi, Fajar tidak hanya piawai mengolah bola di atas meja hijau, tetapi juga dikenal sebagai seorang hafiz Al-Qur’an, sebuah kombinasi kecerdasan intelektual dan spiritual yang sangat membanggakan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun berkomitmen menyiapkan program pembinaan berkelanjutan yang tidak mengganggu pendidikan formal dan tumbuh kembang anak.
Program Pembinaan Terarah dan Dukungan Fasilitas
Dalam arah kebijakan pembinaan, Pemprov Sulteng bersama KONI dan POBSI Sulteng akan menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya:
- Penyediaan fasilitas latihan yang lebih representatif
- Pendampingan pelatih profesional
- Dukungan psikologis dan pengembangan mental atlet usia dini
- Bantuan pendanaan untuk mengikuti turnamen nasional dan internasional
Ketua KONI Sulteng, Muhammad Fathur Razaq, menegaskan bahwa Fajar akan dimasukkan dalam program atlet unggulan daerah.
Sementara itu, POBSI Sulteng juga akan mengatur pola kompetisi yang tetap ramah anak namun kompetitif agar Fajar mendapatkan jam terbang yang cukup.
Carabao Junior Team Turun Tangan
Dukungan besar juga datang dari dunia industri olahraga biliar. Fajar resmi bergabung dengan Carabao Billiards Indonesia melalui program Carabao Junior Pro Team.
CEO & Founder Carabao Billiards Indonesia, Hendra Kurniawan, menyebut Fajar sebagai talenta langka yang harus dibina sejak dini.
“Di usianya yang baru 5 tahun, Fajar Alamri sudah menunjukkan potensi luar biasa di olahraga biliar. Kami percaya talenta seperti ini harus dibina sejak dini. Karena itu, kami memasukkan Fajar ke dalam Carabao Pro Team Junior,” ujar Hendra dalam pernyataannya.
Menurutnya, Carabao tidak hanya melihat kemampuan teknis Fajar, tetapi juga karakter dan mental bertanding yang dinilai sudah matang untuk seusianya.
Dari Tolitoli ke Panggung Internasional
Fajar sendiri merupakan anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir dan besar di Kabupaten Tolitoli. Ia mulai mengenal biliar sejak usia 3 tahun dari lingkungan keluarganya yang memang dekat dengan dunia olahraga ini.
Sang ayah, Jafar Alamri, yang juga seorang atlet biliar senior daerah, menjadi sosok utama di balik perkembangan Fajar.
Dalam pernyataannya, Jafar menegaskan bahwa fokus utama pembinaan bukan hanya prestasi instan, tetapi pembentukan karakter.
Fajar diketahui telah mengumpulkan ratusan prestasi di berbagai bidang sejak usia dini, mulai dari olahraga, modeling, hingga kompetisi akademik.
Warganet: Kagum pada Talenta dan Hafalan Qur’an
Kisah Fajar memicu banyak reaksi positif di media sosial. Warganet tidak hanya kagum pada kemampuan biliar, tetapi juga terharu dengan statusnya sebagai hafiz Al-Qur’an.
Komentar warganet yang dihimpun dari Instagram @topikserucom, Rabu (22/4/2026):
“Anak hebat banget, sukses selalu ya dik,” tulis @cyn***
“Efren Reyes masa depan,” tulis @ren***
“Hebat ananda. Insya Allah jadi orang sukses,” tulis @nuf***
Banyak yang menyebut Fajar sebagai “paket lengkap” karena memiliki prestasi olahraga dan spiritual sekaligus.
Harapan Besar untuk Masa Depan
Dengan kombinasi dukungan pemerintah daerah, KONI, POBSI, serta Carabao Junior Team, Fajar Alamri kini diproyeksikan sebagai salah satu aset penting regenerasi atlet biliar Indonesia.
Gubernur Anwar Hafid berharap Fajar tidak hanya menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah, tetapi juga Indonesia di kancah dunia.
“Ini adalah anugerah langka. Dengan pembinaan yang tepat, Fajar bisa menjadi ikon baru olahraga biliar internasional,” tegasnya.
Aset Bangsa yang Masih Sangat Muda
Di usianya yang baru 5 tahun, Fajar Alamri sudah membawa dua identitas besar sekaligus: atlet biliar internasional dan hafiz Al-Qur’an. Kombinasi ini menjadikannya bukan hanya fenomena olahraga, tetapi juga inspirasi generasi muda Indonesia.
Perjalanan panjangnya baru dimulai, namun dukungan yang datang dari berbagai pihak menjadi fondasi kuat bagi masa depan sang bocah ajaib dari Tolitoli ini.
Penutup: Bocah Kecil dengan Dua Cahaya Besar
Di usia yang baru 5 tahun, Fajar Alamri telah membawa dua cahaya sekaligus: prestasi olahraga internasional dan hafalan Al-Qur’an. Dari Tolitoli, ia kini melangkah menuju panggung dunia dengan dukungan penuh berbagai pihak.
Perjalanannya masih panjang, tetapi satu hal sudah jelas, Fajar bukan sekadar bocah viral, melainkan simbol harapan baru Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










