bukamata.id – Ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (5/1/2026), menjadi penanda dimulainya babak baru kerja legislatif di awal tahun. Dalam satu forum yang sama, dua agenda strategis diketok: pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 serta penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Tahun 2026.
Rapat paripurna dibagi ke dalam dua sesi kepemimpinan. Agenda pertama dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna. Ia menyatakan secara resmi dimulainya masa sidang kedua untuk periode 2025–2026.
“Dengan telah resmi dibukanya masa persidangan II tahun sidang 2025-2026. Semoga kita selalu diberikan kesehatan serta diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas,” kata Buky Wibawa Karya Guna di Kota Bandung, Senin (5/1/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen lembaga legislatif provinsi ini untuk mengawali tahun kerja dengan semangat baru. Momentum awal masa sidang dinilai krusial karena menjadi fondasi bagi penentuan arah kebijakan, pengawasan, serta pembahasan regulasi yang akan berdampak langsung pada masyarakat Jawa Barat.
Harapan pun disematkan agar seluruh pimpinan dan anggota dewan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas kinerja. Targetnya jelas: menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata dan memperkuat pelayanan publik demi terwujudnya Jawa Barat yang istimewa.
Penetapan AKD 2026, Struktur Resmi Berubah
Agenda kedua dipimpin Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan. Fokusnya adalah penetapan komposisi terbaru Alat Kelengkapan Dewan (AKD) untuk tahun 2026.
Sebelum keputusan diketok, pimpinan DPRD telah lebih dulu mengirimkan surat bernomor 3708/TU.04/DPRD tertanggal 24 Desember 2025 kepada seluruh fraksi. Surat tersebut berisi permintaan usulan perubahan keanggotaan AKD.
Respons fraksi-fraksi pun masuk dan dibahas dalam forum resmi. Setelah melalui tahapan persetujuan, perubahan komposisi AKD dinyatakan sah.
“Berdasarkan hal tersebut, alhamdulilah kami telah menerima surat dari fraksi-fraksi DPRD Jawa Barat perihal usulan perubahan AKD, dan dengan telah disetujuinya rancangan keputusan DPRD tentang Penetapan AKD. Maka AKD DPRD Jawa Barat resmi berubah,” ujar Iwan Suryawan.
Ia berharap penyegaran struktur ini dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dengan komposisi baru, AKD diharapkan lebih optimal dalam merespons kebutuhan masyarakat serta dinamika pembangunan di Jawa Barat.
Komposisi AKD DPRD Jawa Barat Tahun 2026
Berikut rincian susunan Alat Kelengkapan Dewan berdasarkan fraksi:
Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Tidak ada perubahan.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Komisi I
Dedi Aroza
Cucu Sugiarti
Didi Sukardi
Komisi II
RK Dadan Surya Negara
Sri Dewi Anggaraini
Budiwanto
Ahab Sihabudin
Komisi III
Jajang Rohana
Iin Nur Fatinah
Tetep Abdulatip
Komisi IV
Tedy Rusmawan
Yusuf Maulana
Fikri Hudi Oktiarwan
Junaedi
Komisi V
Siti Muntamah
Lilis Nurlia
Elly Farida
Encep Sugiana
Badan Pembentukan Perda (Bapemperda)
Tedy Rusmawan
Lilis Nurlia
Budiwanto
Junaedi
Badan Kehormatan
Encep Sugiana
Badan Anggaran
Siti Muntamah
Jajang Rohana
RK Dadan Surya Negara
Yusuf Maulana
Fikri Hudi Oktiarwan
Iwan Suryawan
Cucu Sugiarti
Didi Sukardi
Ahab Sihabudin
Tetep Abdulatip
Badan Musyawarah
Tedy Rusmawan
Jajang Rohana
Sri Dewi Anggraini
Dedi Aroza
Iwan Suryawan
Iin Nur Fatinah
Elly Farida
Encep Sugiana
Tetep Abdulatip
Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar)
Tidak ada perubahan.
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Tidak ada perubahan.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Tidak ada perubahan.
Fraksi Partai Demokrat
Komisi I
Sugianto Nangolah
Komisi II
Saeful Bachri
Komisi III
Ratnawati
Ronny Harmawan
Komisi IV
Zulkifly Chaniago
Jenal Arifin
Komisi V
Dede Chandra Sasmita
A Yamin
Bapemperda
Sugianto Nangolah
Ronny Harmawan
Badan Kehormatan
Zulkifly Chaniago
Badan Anggaran
Ratnawati
Saeful Bachri
Jenal Arifin
A Yamin
Badan Musyawarah
Ratnawati
Dede Chandra Sasmita
Jenal Arifin
Zulkifly Chaniago
Fraksi NasDem
Tidak ada perubahan.
Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN)
Tidak ada perubahan.
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Komisi I
Yusuf Ridwan
Komisi II
Arief Maoshul Affandy
Komisi III
Muhamad Romli
Komisi IV
Uden Dida Efendi
Komisi V
Zaini Shofari
Aten Munajat
Bapemperda
Yusuf Ridwan
Badan Kehormatan
Aten Munajat
Badan Anggaran
Zaini Shofari
Arief Maoshul Affandy
Muhamad Romli
Badan Musyawarah
Zaini Shofari
Arief Maoshul Affandy
Uden Dida Efendi
Awal Tahun, Ujian Konsistensi Kinerja
Dibukanya masa persidangan II sekaligus penetapan AKD 2026 menjadi titik awal konsolidasi internal DPRD Jawa Barat. Penyegaran struktur bukan sekadar rotasi nama, melainkan bagian dari strategi memperkuat koordinasi lintas komisi dan badan.
Di tengah tantangan pembangunan, isu lingkungan, penguatan ekonomi daerah, hingga peningkatan kualitas layanan publik, efektivitas AKD akan sangat menentukan ritme kerja legislatif sepanjang tahun.
Kini, publik menanti sejauh mana komposisi baru ini mampu menjawab ekspektasi. Rapat paripurna telah selesai, palu telah diketok. Pekerjaan rumah DPRD Jawa Barat untuk 2026 pun resmi dimulai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










